Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
157. Gagal


__ADS_3

Aku terbangun karena alarm yang menunjukkan waktu sholat subuh.


Kenapa bibirku terasa tebal dan payudaraku terasa sedikit nyeri, seperti habis di remas seseorang. Apa gara-gara mimpi semalam, dalam mimpiku Raka datang dan mencium ku. kulihat kesekeliling yang tampak sepi ,aku bangun segera melaksanakan sholat subuh sebelum pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi.


Siapa yang tidur di sofa, kataku saat melihat seseorang yang tidurran di sofa depan televisi. Karena rasa takut aku mendekat dengan pelan tanpa bersuara dan satu tanganku memegang sapu.


'Astaghfirullah mas' kagetku saat melihat Raka meringkuk tidur di sofa. Kenapa tidak tidur di kamar saja sih?


"Mas bangun sholat subuh !" Setelah beberapa kali membangunkan Raka ahkirnya dia terbangun, dengan mengucek mata dia berusaha untuk duduk.


"Jam berapa sekarang ?"


"Jam 5 lewat sana buruan sholat subuh!"


Aku mengikuti Raka masuk ke dalam kamar, jika Raka hendak sholat subuh. Aku hanya ingin mengambil baju kotor di kamar mandi. "Mas baju kotor mu masih di tas ?" Saat Raka sedang memakai sarung.


"Iya." Aku lekas mengambil baju kotor untuk aku cuci. Awal-awal aku mencuci baju Raka, sangat tidak nyaman saat harus mencuci segitiga nya. Tapi mengingat itu tugasku aku pelan-pelan bung rasa itu, kalau aku belum bisa melayani sepenuhnya minimal aku melayani kebersihannya. Saat aku memilih baju kotor,aku merasakan ada tangan yang tiba-tiba melingkar di perutku.


"Mas!!"Teriakku karena kaget.


"3 hari gak ketemu mas sudah kangen, serasa sebulan ga ketemu !" Ucap Raka sambil mencium leherku, apalagi dengan rambut yang ku Cepol asal ke atas. Mempermudah aksi Raka dalam menciumi lehernya, hingga terasa basah oleh air liurnya membuat glenyeran aneh dalam tubuhku.


"Ga usah gombal tiap hari juga kita video call !"


"Tapi berbeda rasanya dengan bertemu langsung yang bisa Sambil mencium begini." Kali ini bukan jilatan di leher yang kurasakan, tapi hisapan kuat yang dilakukan Raka. Membuat tubuhku langsung panas dingin di buatnya.


"Apa lagi aku baru pertama kali melihatmu berpakaian seksi begini!" Bisik Raka diahkiri dengan Raka menarik wajahku, hingga aku melihat kearahnya dengan sedikit mendongak. Aku yang baru sadar dengan baju super minim yang kupakai, langsung di buat tidak bisa bergerak saat Raka langsung ******* bibirku. Bukan ciuman lembut seperti yang pernah kami lakukan. Ada hasrat dan nafsu di sini yang mengiringi ciuman kami.


Apa sekarang saatnya aku menyerahkan mahkota ku kepada suamiku ?


Raka membalik tubuhku hingga menghadapnya dan dengan gerakan cepat dia mengangkat ku , menggedong ala koala. Aku hanya bisa pasrah sambil mengalungkan tanganku pada lehernya, mungkin ini saatnya aku menjadi istri seutuhnya.


Dengan berjalan pelan tanpa menghentikan ciumannya, Raka membawaku masuk ke dalam kamar kami. Ciuman yang tadi di bibir sudah berpindah ke leherku meninggalkan glenyeran aneh pada tubuhku. Entah karena terbuai atau aku yang sudah menikmati rangsangan yang Raka berikan, aku tidak sadar jika sudah dalam posisi tiduran di atas kasur. Dengan tang top yang sudah melorot kebawah , sedang Raka sudah seperti bayi yang kehausan, sedang asik meminum asi sambil memainkan yang sebelahnya.


🎼☎️


"Masss."Panggilku saat ponsel Raka berbunyi.


"Biarkan saja,"ucapnya sambil terus meminum ASI dari sumber nya.


🎼☎️

__ADS_1


"Masss siapa tahu penting ahh."Ucapku sedikit putus-putus karena tidak kuat dengan tingkah bayi besar satu ini.


🎼☎️ Si Bontot


Dengan muka kesal Raka mengambil ponselnya, kepergian Raka membuatku langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuh atas ku yang polos.


"Assalamualaikum,"ketus Raka sambil loud speaker ponselnya.


"Walaikumsalam. Kata papa mas sudah di Surabaya ya, tolong aku mas."


"Iya tolong apa?"


"Aku baru menabrak orang, sudah aku bilang siap ganti rugi. Tapi orangnya malah bawa aku ke kantor polisi mas huaaaa."


"Oke mas ke sana sekarang jangan nangis, kirim alamatnya sekarang !"


"Iya mas."


Raka langsung mengambil jaketnya,"Aku pergi dulu." Ucap Raka sambil ******* sekilas bibirku.


Allhamdullilah gak jadi ehh.


Kepergian Raka membuat ku lemes dan langsung mengambil nafas sangat banyak. Setelah beberapa saat aku bergegas meneruskan pekerjaanku yang tertunda tadi. Mencuci baju, memasak sarapan dan setelahnya langsung mandi.


"Ikut gw sebentar." Ucap Clara sambil menarikku ke toilet.


"Ini kenapa ?" Tanyanya sambil menunjukkan tanda-tanda merah di area leherku.


"Ada 7 buset ganas juga suamimu, pasti kangen-kangenan semalam? Jam berapa suamimu pulang? Gimana malam pertama mu?, Gimana rasanya belah duren?" Terocos Clara sambil mengikuti ku berjalan ke ruang kerjaku.


"Ko ga di jawab sih?"


"Pertanyaan mu terlalu banyak hingga aku juga bingung mana yang mau aku jawab."


"Kapan suamimu pulang?" Tanya dengan muka penasaran.


"Mungkin semalam."


"Kok mungkin sih?"


"Aku pulang dia belum ada, tapi tadi pagi waktu aku bangun dia sudah tidur di sofa."

__ADS_1


"Ko tidur di sofa, apa jangan-jangan kalian tidurnya terpisah ya. Seperti sinetron atau novel romansa saja."


"Tidak kami tidur satu ko." Ucapku yang mulai bingung harus cerita dari mana.


"Sekarang kamu ceritakan yang sebenarnya !" Ahkirnya aku menceritakan dari aku bangun tidur dan menemukan Raka tidur di sofa. Hingga berlanjut saat Raka mulai memelukku dan terhenti karena suara telpon dari adiknya.


Clara yang tadinya penasaran sekarang malah tertawa ngakak, membuatku kesal sendiri.


"Sudah puas menertawakannya ?"


"Aku gak kebayang itu adik kecil suamimu stress nya kaya gimana ya."


"Ga usah di bayangkan, sebaiknya kamu bantu aku ngecek barang persediaan !" Usirku jika meladeni Clara tidak akan ada habisnya. Aku heran kenapa Ndaru dulu bisa cinta sama cewek model usul kaya begini.


"Lo ngusir ?"


"Iya gw mau nyelesain laporan keuangan, takutnya mama tiba-tiba kesini sidak bisa berabe."


"Halah mama sendiri ini tidak bakalan juga sampai marah-marah."


"Tetap saja, sana pergi."


"Awas gajinya kalau gak sesuai ?"


"Gw beliin tiket pesawat kelas VIP."


"Bener Lo."


"Iya sana selesaikan tugas mu."


🎼✉️ Raka


📷foto Raka sedang sarapan bersama adiknya.


Setelah sarapan aku akan mengantarkan Risma ke rumah mama, sebelum berangkat ke kantor.


^^^Me^^^


^^^Iya mas hati-hati ^^^


Apa malam ini Raka akan meminta haknya. Jujur aku berharap nanti saja setelah resepsi pernikahan 6 bulan lagi, meski aku sudah melihat buku nikah di laci meja kerja Raka tapi masih ada sedikit keraguan.

__ADS_1


Aku mencoba membuang pikiran buruk dengan mulai fokus meneliti bukti-bukti transaksi, untuk menyusun laporan keuangan. Meski tidak jarang bayangan tadi pagi antara aku dan Raka, beberapa kali terputar bagai kaset rusak.


__ADS_2