
Di siang hari menjelang sore setelah selesai dari RS ..
" Gila asli tuh cewek nyebelin banget gak si , bocah itu ajah welcome lah dia minta di labrak kali , ouh aku tidak tahan . Apa dia seperti itu juga dengan mu Mel ? " oceh lifah sesampainya kembali di toko
" Biarkan saja , dia seperti itu karena tak ingin sahabat nya kenapa-kenapa . " Sahut Melda
" Yakin cuma sahabat , aku rasa si lebih ya ! mana ada cewek sama cowok bisa sahabatan pasti salah satu di antaranya ada yang punya rasa . yakin , " ucap lifah
Qayla menyimak ucapan lifah , " benarkah seperti itu ? " tanya qayla
" he'um , " angguk lifah
" gak usah terlalu di dengarkan qay , oh ya qay , nanti aku boleh gak minta resep kotak makan siang mu ? " Ucap Melda
" Boleh , nanti aku kirimkan yah " sahut qayla
" Oke .. " jawab Melda
" Ciee , jadi kau telah membuka hati mu untuk bocah itu ? . " Seru lifah tersenyum
" Uhfff , kali ini ku biarkan pemikiran mu berkeliaran lif " ucap Melda malas .
Keesokan harinya , di pagi hari Melda tengah bertempur di dapur dengan resep yang ia minta dari qayla untuk pertama kalinya . Dia memang tidak terlalu minat dalam memasak tapi bukan berarti tak bisa masak hanya saja ia memang tak terlalu mahir .
Bahkan untuk pertama kalinya dapur rumahnya seberantakan itu di buatnya ,
" Aduh Mel , kamu itu masak atau apa si ? " Seru sang mamah geleng-geleng kepala
Melda hanya menyengir , " huh selesai , kelihatannya si udah benar yaa . Walaupun gak serapih qayla " ucap Melda melihat nya setelah ia menata nya di kotak makan
" Udah kamu cicip belum ? , Enak atau gak nya ? " Tanya sang mamah
" Ah mamah , Melda udah masak sesuai resep dari qayla ko maah dan waktu qayla memasak untuk raii juga Melda cicipi dan rasanya enak jadi Melda rasa gak perlu di cicipi lagi "
" Beda tangan ya beda rasa dong Mel , "
" Enak deh maah , Melda yakin . Kalau gitu Melda ganti baju dulu yah " serunya kekamar .
Di kediaman raii Nugraha , " sayang .. " seru raii menyodorkan dua buah tiket nonton di meja makan
Qayla melihatnya ..
" Ayo kita pergi nonton , aku dengar katanya pergi nonton menyenangkan
. " Ucapnya
" mendengar nya , apa kamu belum pernah menonton bioskop ? " Tanya qayla
" Tidak , tidak pernah " jawab raii
" Sungguhhh ? " Seru qayla
" Ehm .. " sahut raii
Qayla tertawa lucu , " wah yang benar saja , kau kan pemilik mall masa iya belum pernah menonton hehe "
" Sayang , kau meledek ku ? . Bukankah hal itu sangat membosankan , dari pada pergi menonton lebih baik lakukan hal yang lebih berguna , aku tidak suka karena terkesan buang-buang waktu "
" Hihi tidak aku hanya lucu saja , nonton bioskop itu adalah hal biasa yang sering di lakukan seseorang dan itu menyenangkan "
" Sepertinya kau sering menonton ? , "
" Eung , aku pernah pergi menonton dengan Abang Usen , Melda dan lifah lalu terakhir aku menonton itu dengan Ian "
Raii tampak tak menyukai nama terakhir yang di sebutkan qayla , " apa kau pergi menonton dengan nya juga ? "
__ADS_1
" Eung , kenapa ? "
" kalau begitu besok kita akan pergi menonton , aku ingin nama ku juga terdaftar di list seseorang yang pergi menonton dengan mu . Selamanya aku akan mengukir nya di hati mu "
Qayla tersenyum , " baiklah , terserah pada mu saja " .
" Ayu , kita berangkat . Ahyar tadi mengabari ku kalau pagi ini ia juga tidak bisa menjemput kita , " lalu mereka pun pergi ..
Sedangkan di sebrang sana Melda tengah berjalan di koridor menuju ruang Devan dengan kota makan siang yang ia buat
" Kau masih datang di ke sini lagi ? , Cih pake segala bawa kota makan ! " Seru sahabat wanita Devan melihat kotak makan di tangan Melda
" Aku ke sini bukan untuk menemui mu dan mencari masalah dengan mu , jadi tolong jangan membuat suasana ku gak enak "
" Jangan berani memberikan makanan itu , karena Ia tidak boleh makan sembarangan apa lagi gak sehat dan higienis ! "
" Uhff , aku membuat nya sendiri dan aku berani jamin kalau makanan ini higienis , enak dan juga sehat . karena aku juga mencari tahu makanan yang baik untuk orang sakit dan juga tidak , aku juga tidak mungkin menaruh racun kedalam makanan yang ku buat ! , Jika tidak percaya kau bisa mencoba nya ! . jangan membuang nya tanpa menyentuh mereka " ujar nya marah
" Cih , aku mengizinkan mu untuk menemui Devan tapi tidak dengan kotak makan mu itu ! " serunya pergi membawa kotak makan siang yang melda bawa
" Aishh sangat menyebalkan ... " Umpat Melda ,
Wanita itu pun berjalan tak peduli lalu berhenti di tempat sampah dan hendak membuang kota makan siang itu ,
" Hentikan ! " Ucap seseorang yang menghentikan nya
"Ck siapa lagi ? " Seru wanita itu
" apa kau tidak dengar jika dia bilang kalau makanan itu enak lagi pula ia yang membuatnya sendiri "
" Kau ! , Kau itu kan sekretaris kingdom IT yang terkenal itu. ah tidak hanya itu kau juga tangan kanan raii Nugraha pemilik kingdom IT " gumam wanita itu
" Berikan kota makan siang itu pada ku ,"
"Memberikan nya ? , Apa kau tidak takut kalau makan ini akan membahayakan mu . Kau tidak tahu kan apa yang ada di dalam makanan ini "
Yaa dia tak bisa menjemput raii dan qayla karena ia ingin melihat sebentar keadaan Devan karena kemarin tak sempat untuk melihatnya , tapi ia tak memberikan alasannya itu dengan raii sahabat nya .
Sementara di ruangan Devan , ia tengah memberitahukah Melda kalau lusa ia akan pergi keluar negeri untuk melakukan operasi yang orang tuanya jadwalkan dengan dokter luar untuk kesembuhan nya , meskipun ragu karena peluang keberhasilan nya hanya 30% dari 100 % . tapi devan akan tetap menjalankan operasi itu .
" Kau harus semangat dan sehat lalu menemui ku di sini lagi , aku akan mengajak mu ketempat yang indah setelah kau sehat karena kita teman jadi aku akan mengajak mu melakukan hal-hal seru "
" bagaimana kalau kita tidak bisa bertemu kembali ? "
" Yaa , jangan bicara begitu .. " seru Melda mengkhawatirkan nya
" Boleh tidak aku memeluk mu ka " gumam Devan
Melda yang ingin menyemangati Devan pun memeluk nya ,
" Terimakasih perhatiannya .. " seru Devan tersenyum lalu tak sengaja melihat Ahyar berdiri di balik pintu tengah melihat mereka. tapi Devan berlaga tak melihat Ahyar ,
' ternyata seperti ini rasanya , sakit melihat seseorang yang spesial bagi kita begitu dekat dengan orang lain . " batin Ahyar merasa panas di balik luar pintu menatap kebersamaan Melda dan devan
Di luar pintu , " anda tidak masuk ? " Seru dokter yang akan masuk keruangan Devan
" Ah , yaa .. " sahut ahyar pergi
~ tok , tok .. ketuk sang dokter
Melda pun melepaskan pelukannya ,
Kemudian sang dokter masuk , dengan Ahyar yang memutuskan untuk pergi .
" Permisi , saya ingin memberikan resep obat untuk anda , dan bisa segera di ambil di apotik RS " ujar sang dokter
__ADS_1
" Baik dok .. " sahut Devan
" Devan , biar aku yang mengambil obatnya . " Seru Melda mengambil resep obat itu lalu setelah itu pergi ,
Sementara di perjalanan , ahyar tengah menyetir dengan wajah yang tak lagi bisa di kontrol . Ada perasaan marah , kesal yang tak lagi bisa ia sembunyikan sampai setibanya ia di kingdom IT , ia bahkan berjalan begitu saja dengan wajah super dinginnya dalam mode sedang tidak ingin di ganggu melewati raii .
Raii menyeringitkan alisnya melihat sahabatnya yang akhir-akhir ini seringkali dalam suasana yang tidak baik ,
Di dalam ruangan , Ahyar berdiri menatap luar jendela dengan amat dingin .
" akhir-akhir ini sepertinya suasana hati lu
Sedang buruk ? , " Ucap raii menghampiri ikut bergabung dengan ahyar yang tak menoleh sedikitpun
Hingga akhirnya ahyar membuka suara ,
" gua cuma mencemaskan diri gua , gua merasa selalu menemukan jawaban yang salah . Gua pikir bekerja keras sudah cukup tapi ternyata tidak , gua yakin akan baik-baik saja dengan tidak ikut campur dalam kehidupan siapapun tapi itu juga tidak berhasil pada gua . Gua sudah melakukan yang terbaik , tapi kenapa gua tetep ngerasa terganggu . " Ucap ahyar
" Mungkin karena lu mencoba mencari jawaban yang telah di atur oleh orang lain , alih-alih jawaban yang di inginkan orang lain . Pernah gak lu memikirkan jawaban yang lu inginkan ? . Jawaban yang hati terdalam lu inginkan , Hidup bisa sangat tidak masuk akal , tapi mengetahui jawaban yang lu inginkan itu akan membuat hidup lebih mudah . " Seru raii , jangan terus membuat batasan yang hati lu sendiri gak bisa untuk menghandle nya . Lu gak bisa terus membohongi diri lu ! , " Ucap raii menepuk pundak ahyar dan pergi meninggalkan nya sambil tersenyum
" Hmm sepertinya waktu telah berbicara ," gumam raii tersenyum
" Gua kalah ! Karena tampak nya ia sudah memilih dia untuk menemaninya . " batin ahyar kala mengingat Melda dan devan berpelukan di rumah sakit ,
Setelah lama mereka bersibuk dengan urusan mereka masing-masing , raii menelpon Ahyar .
" Lu mau ikut makan siang di smiling flowers
( toko bunga ) gak ? " Tanya raii
" Tidak , " Jawab Ahyar mematikan panggilan nya
" Ouhhh .. " gumam raii geleng-geleng dan pergi
Ahyar yang malas untuk pergi makan siang pun teringat kotak makan buatan melda yang hampir berada di tempat sampah karena hendak di buang . yang tertinggal di mobil nya ,
Dengan datar Ahyar turun mengambil nya , sesampainya kembali di ruangan nya , ia membuka kotak makan siang itu
" ck dia membuat kotak makan siang seperti ini untuk pria itu ! Dan tulisan ini ! " Ucap ahyar mengambil lalu memakannya , baru saja beberapa kunyahan Ahyar menyeringitkan wajahnya memaksa menelannya . " Ini apaan , " gumam nya mencium makannya itu sambil heran dengan bau masakan nya .
" Apa ini yang dia bilang sehat ? , Seperti ini rasanya ? " Seru Ahyar mencoba mencicipi dari setiap kondimen yang lain tak terlalu mempedulikan nya ,
***
Malam pun tiba , saat ahyar tengah duduk di sofa apartment nya setelah pulang dari kingdom IT , ia mengalami kondisi tak terlalu baik dari saat di perjalanan bahkan keringat terus membasahi wajahnya , badannya dingin dan wajah nya pucat dengan perut yang tak lagi bisa ia rasakan . Perlahan pandangannya memudar hingga akhirnya ia tergeletak jatuh di bawah sofa ,
Raii menghubungi Ahyar karena tak kunjung menerima email file yang ia minta . Ia pun beberapa kali menghubungi nya tapi tak ada jawaban
" Kemana dia ? , Berdering tapi tak di angkat " seru raii menghubungi nya lagi
" Masih tidak di angkat ? , " Ujar qayla membawa teh
" Tidak sayang , tidak biasa nya juga dia tidak mengangkat ponselnya apa lagi sampai berulangkali . "
" Eum Bagaimana kalau ke apartemennya saja , " seru qayla menatap raii
" Oh benarr , " ucap raii mengambil jaket dan kunci mobil turun bersama qayla ,
" Aku jalan ya , " sambung raii mengecup kening qayla tersenyum lalu pergi
" Eung , hati-hati ya .. " sahut qayla lalu masuk kedalam setelah mobil raii pergi tak terlihat lagi .
-
-
__ADS_1
...jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...