
Pagi sekali Wisnu datang ke rumah Bram. ia menjemput kakaknya untuk kegiatan sosial bersama. selesai melakukan kewajibannya di pagi hari dan janji pada Bram tidak akan pulang terlambat, Ariani ikut pergi dengan adiknya. mereka akan pergi kesebuah desa di pegunungan disana mereka akan menolong seorang gadis odgj yang akan melahirkan. setelah menempuh perjalannan selama tiga jam dengan menggunakan mobil akhirnya Wisnu berserta rekan-rekannya sampai di lokasi yang dituju. Ariani terlihat kaget melihat situasi yang mencekam disana. beberapa orang berkerumun karena gadis itu sudah mengalami pembukaan satu. sementara untuk menju puskesmas medannya cukup sulit. Ariani mencoba mendekat dan memeberikan semangat pada gadis yang sedang berjuang hidup dan mati itu. Wisnu mengabadikan beberapa gambar Saat Ariani mengelus dahi gadis itu. karena kesakitan cukup parah akhirnya di putuskan untuk di bawa ke puskesnas untuk penanganan lebih lanjut. Ariani ikut serta dari belakang bersama Wisnu. setelah di puskesmas akhirnya di rujuk ke rumah sakit besar di kota karena bayinya sungsang dan harus di lakukan caesar. Ariani mengikuti sampai rumah sakit. ia ikut menunggui dan memberi semangat pada kedua orangtua gadis itu.
Poselnya bergetar. ada enam kali panggilan tak terjawab dari Bram. Ariani buru-buru menelpon Bram.
"Sayang aku sedang di rumahsakit",
"Apa yang kau lakukan di sana? apa kau terluka?, atau ada apa?",
Suara Bram terdengar panik. ia mecari Wisnu dan ingin bicara dengan Wisnu.
"Cepat antar kakak mu pulang ke rumah sekarang juga!",
"Baik kak",
Wisnu mengajak Ariani pulang, dengan berat hati akhirnya ia menuruti Wisnu. karena pasti Bram yang menyurunya. ia tidak ingin membahayakan adiknya. Bram kalau sudah murka apapun bisa dia lakukan.
__ADS_1
Sore hari menjelang petang Wisnu mengantar pulang kakaknya. bibi Nam dan Hyuk yang menyambut mereka. sedang Wisnu langsung pulang .
"Apa tuan Bram sudah pulang?", tanya Ariani pada Bibi Nam.
"Tentu saja, dan kau tak meyambutnya. kemana saja kau nona?",
"Aku ada sedikit urusan bibi", Ariani melirik Hyuk yang berjalan di sampingnya tanpa bicara sepatah katapun.
Ariani langsung menuju kamar, ia melihat Bram sedang duduk santai di sofa. Bram masih dengan stelan kerjanya. berarti belum lama ia pulang ke rumah. Ariani buru-buru mendekat dan memberikan kecupan di pipi Bram.ini trik handal agar suaminya itu tidak marah padanya. saat Ariani berjinjit akan mengecup pipi satunya Bram segera menangkap gerakan bibir mungil istrinya dengan bibirnya.
"Apa kau bersenang-senang?", Bram merogoh saku celaannya. berdiri menatap istrinya yang mungil itu.
"Untuk menuju rumah sakit sangat menegangkan...jalan pegunungan aku sampai deg-degkan memegang lengan Wisnu terus sayang",
"Sudah hentikan, bantu aku mandi",
__ADS_1
"Baik sayang",
Ariani membuka stelan kerja suaminya mengganti dengan jubah mandi. mengantarkan sampai kamar mandi. Ariani menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
***
Ariani keluar ruangan menuju dapur, ia melihat- lihat tiga orang pelayan menyiapkan makan malam. Hyuk juga ikut makan malam di rumah. ia terlihat mengawasi kegiatan di dapur.
"Tuan Hyuk, apa kau tadi mengadukan pada Tuan Bram, tentang medan pegunungan yang ku lalui denga Wisnu?",
"Tidak sama sekali nona",
"Lalu darimana tuan Bram tahu?",
"Saya juga tidak tahu nona",
__ADS_1
"Mana mungkin kau tidak tahu, pasti tahu",
Hyuk mengangkat ponselnya yang bergetar...lalu pandangannya melirik Ariani. yang di lirik sudah paham. ia bergegas secepat mungkin menuju kamar. tugas selanjutnya membantu Bram berganti pakaian, menata rambut dan gilirannnya mandi.