
Hingga akhirnya selesai makan siang , mereka memutuskan untuk kembali berkeliling mengikuti ibu Dina , sampai mereka ke papasan dengan raii dan ahyar yang baru juga selesai makan siang dengan Kline setelah meeting mereka .
" Sayangg , " seru raii menghampiri qayla dengan ahyar yang melirik dingin Melda dan devan yang tengah asik tertawa berjalan sambil berbincang . Hingga langkah kaki mereka terhenti kala melihat Qayla , Tante Dina , lifah berhenti . kemudian melihat raii dan juga Ahyar yang sudah berada di depan mereka .
" Kenapa tidak bilang pada ku jika kalian ke sini ," ujar raii dengan ibu dan istrinya itu
" Apa ibu juga harus bilang pada mu jika ingin mengajak menantu ibu ini pergi , ah karena kalian juga di sini bagaimana jika kita pergi menonton . " Melihat yang lain
" Kita ? " Ujar raii
" Iyah ! , Ayukk .. " ucap Dina berjalan
" Oh tidak , uhf " ******* nafas raii memandang kepergian ibunya . Karena pasalnya ia memang ingin pergi menonton tapi hanya ingin berdua dengan qayla dan tidak sekarang , yang mau tidak mau mereka pun pergi
Kini mereka sudah hendak masuk kedalam bioskop ,
" eh bukankah kita harus membeli tiket nya lebih dulu ," gumam qayla
Tak lama kepala manager datang ,
" Maaf tuan , nyonya saya tidak tahu jika kalian akan berkunjung " ujarnya menundukkan kepala hormat
" Kosongkan ruangan ini ! " Ucap raii dingin
" Cih anak itu , kenapa berbicara dingin begitu " seru Dina menatap anaknya itu
" Baik tuan , " jawabnya melaksanakan perintah nya
Tak lama bioskop itu pun sudah kosong dan mereka mulai menonton ,
Hal yang membuatnya lucu adalah film yang mereka tonton adalah ber-genre horor ,
Pada saat adegan ******* filmnya , para wanita terlihat menutup sebagian wajahnya .
" Uhf , " berkali-kali raii menghela nafas karena ia tidak sama sekali dapat dekat dengan qayla karena ibu dan sahabatnya yang selalu mengapit istrinya itu
Sementara ahyar , ia bahkan sama sekali tidak menonton film yang berada di depannya itu karena pandangan hanya sibuk terhadap Melda dan devan yang begitu dekat dengan sesekali Devan menutupi mata Melda kala bagian yang seram . Hal itu dapat membuat rahang ahyar mengeras ,
Devan yang tahu jika Ahyar terus saja memperhatikan mereka pun dengan merasa senang malah sengaja membuat Ahyar panas hingga akhir .
***
Singkat cerita mereka sudah berada kembali di smiling flower , dengan ahyar yang berdiri berada di luar dan Devan yang sudah berpamitan dengan Melda
Setelah kepergian Melda , Devan menghampiri Ahyar
" Bagaimana keadaan kau ? " Tanya Ahyar
" Semakin baik , oh ya saya juga mau bilang terimakasih karena sudah menolong membawa saya ke RS "
__ADS_1
" Tidak perlu .. "
" Ku dengar kau teman nya ka Melda kan , aku masih ingin menyatakan perasaan ku sekali lagi . kemudian mengajaknya menikah dan membawa nya pergi keluar hidup bersama ku ... "
" Oot " gumam ahyar pelan terkejut
" aku terpesona dengan nya sejak pandangan pertama , aku belum melihat gadis lembut dan secantik dia . " Seru Devan tersenyum sambil membayangkan Melda
" Tidak boleh ! " ucap ahyar dingin
Devan menoleh melihat ahyar . " Tidak , bukan pendapat mu tapi aku butuh pendapat dari orang yang pernah lebih dulu mengisi hatinya ka Melda "
" Aku bilang tidak ya tidak , aku tidak akan membiarkan itu ! "
" Ouh j - jangan-jangan kau itu adalah .. "
" Ya , kau memang benar . " Ucap nya sinis
" Hahaha , " tawa Devan pecah membuat Ahyar terkejut .. misteri akhirnya terpecahkan hehe " sambung Devan
" Hah ? "
" Saat pertama kali bertemu dengan mu aku sudah menduganya jika ada sesuatu di antara kalian , meskipun ka Melda tak pernah memberitahukan tiap kali aku menanyakan tentang mu lalu kau seperti tak begitu peduli dan ternyata kau memiliki perasaan juga "
" tapi aku memang benar-benar menyukai ka Melda , dan posisi mu di hati nya menang . Jadi bahagiakanlah dia selalu , jika tidak akan ada seseorang yang dapat menggantikan posisi mu itu "
Ahyar melihat nya , " Ehkm.. " gumam ahyar tersenyum tipis ,
" Arggh saya hanya tidak beruntung karena anda lah yang lebih dulu memiliki tempat di hatinya , " gerutu Devan lalu pergi
Lifah begitu antusias saat Tante Dina memberitahukan tempatnya , karena tempat itu adalah tempat yang mereka sukai .
" Jadi lusa pekan ini kalian pergi berlibur , kalian ber 6 bisa bersenang-senang . Tante susah-susah loh mencari tempat yang bagus seperti ini yaa Melda dan lifah , oke jadi kalau begitu ibu pergi ya qayla sayang " pamit Dina yang di antar keluar oleh raii
di luar sana Ahyar merasa sedikit mendapatkan oksigen di otaknya setelah ia merasakan begitu pengap sebelumnya , ia masuk bersama raii ke dalam smiling flower . Di dapati obrolan yang sedang membahas liburan
" Maaf ya , sepertinya aku tidak bisa ikut ."
" Loh tapi kenapa Mel .. " tanya qayla
" sebelumnya kau juga bilang jika ingin pergi berlibur kan , lalu kenapa tidak bisa ! " Sanggah lifah
" Emm rasanya saat ini aku hanya malas saja kemana-mana "
" Alasan , kamu tidak mau ikut itu karena ahyar kan ?! " Ucap lifah
" Omong kosong macam apa yang sedang kamu bicarakan si lif , Aku memang hanya sedang tidak ingin kemana-mana saja "
__ADS_1
" Mel , tidak bisakah kau ikut bersama kita ? , Ibu Dina sudah menyiapkan semuanya untuk kita dan jika kau tidak ikut pasti ibu Dina juga akan sedih " seru qayla
" Maaf qay , " meninggalkan qayla dan juga lifah
tepat saat ia keluar melalui ahyar dan raii begitu saja dengan cepat ahyar menghentikan nya , " bisa kita bicara "
" Maaf sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan " melepaskan pergelangan baju tangannya yang di genggam Ahyar lalu Ahyar membawa nya keluar ,
" Cih ! , jadi kau tidak pergi cuma karena aku . Kau jelas menghindari ku ! ya kan , sebegitu nya kah ? Apa harus sebegitu nya , aku tanya . "
" Tidak .. "
" Kau bahkan tidak mahir berbohong "
" Jangan salah paham , aku tidak pergi karena aku memang sedang tidak ingin berpergian "
"Oh ya ! Jika hanya itu alasannya seharusnya kau pergi karena coba pikirkan sahabat mu dan juga tentunya Tante Dina yang bahkan sampai membeli sebuah pantai untuk berlibur "
" Aku sudah selesai , " ucap Melda pergi
***
Keesokan paginya setibanya di smiling flower , qayla menyeringit kesakitan di perutnya ini sudah seminggu ia mengkonsumsi obat pemberian ibu mertua nya tapi seminggu itu juga rasa sakit yang ia rasakan semakin buruk bukan lagi semacam keram . Ia berhasil menahan itu di mobil sepanjang perjalanan tapi tidak saat sesampainya di smiling flower ,
Ia menggigit bibir bawahnya sambil memegangi perutnya menahan rasa sakit ke pantry menengguk air untuk menetralisir kannya sambil menenangkan nafasnya untuk teratur .
" Qaylaa .. " teriak Melda lari kearah nya , perut mu sakit kembali , kita kerumah sakit ayukkk . Membawa qayla dengan sedikit tertatih
" Aku gapapa Mel , hanya saja rasanya .. "
Lifah yang baru saja turun dari mobil tranportasi online pun begitu terkejut dan juga panik melihat sahabatnya itu " qayy , qayla kenapa Mel ?! " Tanyanya sambil Membantu memapahnya
" Jalan pak ! .. " ucap lifah
Mereka pun menuju RS terdekat dengan qayla yang sudah kehilangan kesadaran ,
Sesampainya di RS , qayla langsung di bawa oleh suster-suster .
" qayla ! " seorang pria menghampiri nya tak lain adalah dokter atta yang baru juga tiba langsung ambil alih menangani nya
letak RS yang di miliki keluarga atta sangatlah strategis dan RS nya juga termasuk rumah sakit terbesar dan terlengkap di kota xxx saat ini .
-
-
-
...Jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun☺️🌻...
__ADS_1