Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Rahasia Yang Terbongkar


__ADS_3

Axel berhenti di rumah Afifah. Yah rumah Afifah yang menurut Axel menyimpan banyak kenangan.


Axel membantu Afifah keluar dari dalam mobil, dan diam-diam Axel juga mengambil kunci rumahnya dari dalam tas yang Afifah bawa.


Setelah berhasil membuka pintu, Axel membantu Afifah masuk ke dalam rumahnya. Dan setelah itu membawa Afifah ke kamarnya.


"Sekarang kamu duduk ya," ujar Axel sambil menyuruh Afifah duduk di kasurnya sendiri.


"Sekarang kamu buka penutup mata kamu," ucap Axel. Afifah pun menurutinya. Ia membuka penutup matanya namun betapa kagetnya dirinya karena saat ini, ia ada di kamarnya sendiri.


"Kenapa Mas Axel bawa aku ke sini?" tanya Afifah tak mengerti.


"Karena kamar ini menyimpan banyak kenangan," jawab Axel santai sambil duduk di kursi yang ada di kamar itu.


"Maksudnya aku gak ngerti," ucap Afifah dengan suara gemetar.


"Afifah, aku sudah tau semuanya," ujar Axel.


"Tau tentang apa?" tanya Afifah gugup.


"Tentang niat kamu yang datang ke rumah aku dan tiba-tiba minta untuk segera di nikahin.Tentang kehamilan kamu yang sudah umur 2 bulan. Tentang semuanya. Bahkan kamu melakukanya di kamar ini," jawab Axel yang berusaha tenang walaupun rasanya dadanya terasa sangat sesak.


Afifah yang mendengar ucapannya langsung kaget dan bersimpuh di kaki Axel.

__ADS_1


"Maafin aku mas, aku gak bermaksud untuk memperalat kamu. Tapi aku bingung gak tau lagi harus berbuat apa. Hanya kamu yang bisa bantu aku keluar dari masalah ini. Dari kecil hidupku sudah sangat menderita. Dan sekarang Allah uji aku dengan ujian yang lebih berat lagi, yang akan menghancurkan masa depanku. Aku takut di cemoh dan di hina orang lain, aku takut Mas.


Aku juga gak sanggup menghadapi ini sendirian, merawat anak ini seorang diri. Aku takut Mas," ucap Afifah yang terus menitikkan air mata sambil bersimpuh di kaki Axel.


"Kenapa kamu gak jujur dari kemarin?" tanya Axel frustasi. Jujur ia kasihan melihat Afifah seperti ini tapi ia gak bisa menerima Afifah apalagi ia sedang hamil anaknya orang lain.


"Aku takut, mas gak mau nikahin aku. Aku takut mas menolak aku,"


"Ya Allah, Afifah. Andai dulu kamu mau aku nikahin. Mungkin kejadiannya gak akan seperti ini. Mungkin sekarang kamu sudah jadi istri aku, dan hamil anak aku. Bukan hamil di luar nikah seperti ini. Kalau kejadiannya sudah seperti ini. Kamu datang padaku dan minta di nikahin. Dulu aja, kamu nolak. Sudah seperti ini, kamu cari aku," ujar Axel dengan suara dinginnya.


"Maafin aku mas, aku menyesal," ucap Afifah, ia berharap Axel mau menerima dirinya yang sudah kotor ini.


"Afifah, Afifah. Aku pulang ke Indonesia karena mau menyelesaikan masalah Alexa. Sekarang malah aku dapat masalah yang bahkan jauh lebih besar dari Alexa. Orang yang aku cintai malah melakukan hal kotor seperti itu dan sekarang lagi hamil.


Sedangkan pernikahan kita sudah kurang dua Minggu lagi. Undangan sudah di sebar dimana-mana. Bahkan kita juga sudah memesan gaun pengantin untuk nikah nanti. Aby dan Umy juga sangat semangat untuk menyiapkan dekorasi, catering dan lain sebagainya.


Tapi kenapa kamu buat aku kecewa, kenapa Afifah? Kenapa kamu gak bisa jaga diri baik-baik. Kenapa? Bagaimana perasaan Aby dan Umy jika tau ini semua?" tanya Axel, ia sangat kecewa bahkan sangat-sangat kecewa terhadap wanita yang kini ada di hadapannya ini.


"Maafin aku mas. Jujur aku juga gak mau seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Aku gak bisa berbuat apa-apa selain memohon sama kamu, agar kamu bisa melepaskan aku dari semua masalah ini," ucap Afifah yang terus memohon belas kasih dari Axel.


"Andai aku gak menyuruh orang untuk menyelidikinya, Mungkin aku gak akan tau apa yang sebenarnya terjadi. Jujur aku gak tau harus berbuat apa sekarang," ujar Axel. Yah dia tau setelah perkumpulan dua keluarga kemarin. Axel mendapatkan email tentang bukti masa lalu Afifah beberapa bulan yang lalu. Semua keterangannya itu begitu lengkap dan jujur Andi sangat shock hingga dia merasa pusing dan harus istirahat beberapa jam di kamarnya. Axel juga sangat emosi setelah tau kenyataan yang sebenarnya. Tapi Axel gak bisa marah-marah walaupun kini Afifah ada di rumahnya. Dia bisa aja nyamperin Afifah dan meluapkan kekesalannya tapi Axel gak bisa. Bagaimanapun saat ini di rumahnya lagi banyak orang. Ada keluarga besar Andi dan juga keluarganya. Gak mungkin Axel marah-marah dan membuat mereka kaget. Axel harus nahan emosinya karena bagaimanapun semua masalah harus di selesaikan pakai kepala dingin. Jika pakai emosi maka bukannya menyelesaikan masalah tapi malah nambah masalah.


"Mas, aku mohon jangan tinggalin aku. Aku mohon," pinta Afifah.

__ADS_1


"Aku gak tau Afifah. Aku butuh menenangkan diriku terlebih dahulu. Kamu untuk beberapa hari ini tinggal di sini aja, nanti biar aku yang akan jawab jika Aby dan Umy nanya tentang keberadaan kamu. Jika aku sudah tenang, aku akan ke sini lagi dan memberikan jawabannya. Untuk sekarang aku gak tau, apakah aku harus mempertahankan kamu atau melepaskan kamu karena bagaimanapun ini masalah, bukan masalah sepele. Tapi ini menyangkut masa depanku. Aku takut menyesal jika mengambil keputusan yang salah.


Untuk itu, biarkan aku sendiri dulu sampai aku tau, apa yang harus aku lakukan. Aku permisi dulu," ucap Axel yang berdiri dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Afifah yang masih menangis. Ia takut Axel akan meninggalkannya. Bagaimanapun Afifah butuh Axel.


Afifah sangat menyesal, sangat-sangat menyesal. Ini semua karena Ferrell. Dia sudah menjebak Afifah. Ferrell datang ke rumahnya dan katanya hanya ingin bertamu saja. Dan saat itu Afifah membuat minuman untuk dirinya dan juga untuk Farrel.


Setelah selesai membuat minuman dan menaruhnya di meja ruang tamu. Afifah pergi ke kamar sebentar karena Hp nya yang berbunyi dan ada pesan masuk.


Dan saat itulah, Ferrell memberikan obat perangsang ke minuman Afifah. Hingga Afifah merasa kepanasan saat minum minuman yang ia buat sendiri dan diam-diam sudah di kasih obat perangsang oleh Ferrel.


Dan kesempatan itu di gunakan oleh Ferrell untuk memperkosa Afifah. Karena Afifah juga sudah tak tahan dengan tubuhnya yang begitu panas.


Saat Ferrel berhasil memasukkan senjatanya, Afifah terus mendesah hingga membuat Ferrel terus menghujam miliknya. Bahkan Ferrell melakukan berkali-kali hingga mereka kelelahan.


Dan setelah Afifah sadar, ia menyesali perbuatannya. Afifah sangat membenci dirinya sendiri karena ia sudah di jebak oleh Ferrell.


Sedangkan Ferrell, ia hanya tersenyum karena akhirnya ia bisa mendapatkan Afifah setelah berbulan-bulan memendam hasratnya untuk tidak menyentuh Afifah. Andai Afifah menerima cintanya Ferrell, mungkin Ferrel gak akan sampai tega memperkosa Afifah seperti ini.


Padahal tadinya Ferrel ingin melamar Afifah dan ingin menjadikan Afifah sebagai istrinya tapi Afifah menolaknya terus menerus. Sedangkan Ferrell sudah gak tahan ingin melakukannya dengan Afifah dan satu-satunya cara untuk melepas hasratnya adalah dengan menjebak Afifah.


Satu bulan setelah Ferrell memperkosa Afifah, Ferrell kecelakaan dan meninggal di tempat dan itu membuat Afifah terpukul. Karena saat itu juga, Afifah tau kalau dirinya sedang hamil karena ia telat Datang Bulan beberapa hari dan saat ia mengeceknya dengan tes pack yang ia beli ternyata garisnya ada dua.


Afifah sempat frustasi, bahkan ia bingung gak tau harus berbuat apa hingga akhirnya ia tau kalau Axel pulang ke Indonesia. Afifah pun memanfaatkan itu agar Axel mau menikahinya karena Afifah tau, Axel masih sangat menyayangi dan mencintainya.

__ADS_1


Jujur sebenarnya Afifah gak tega menjebak Axel tapi hanya ini satu-satunya cara agar Afifah bisa lepas dari semua masalah. Ia takut jika dirinya di hina dan di maki oleh banyak orang karena dirinya yang hamil di luar nikah.


__ADS_2