Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
ketika harapan tak memungkinkan ..


__ADS_3

Esok harinya yang cerah , ahyar tengah mundar-mandir di bandara menunggu Melda ..



Sedangkan Melda tengah berjalan tanpa menghiraukan sekitar , ia sibuk melihat ponsel nya . Tak tahu jika ahyar menjemput nya , yang ia tahu ahyar pergi bekerja .


" Meldaaa ! .. " panggil ahyar melambaikan tangan tersenyum ,


" Ohh .." gumam melda yang menoleh tersenyum senang lalu berlari menenteng kopernya begitu aktif seakan tidak ingat kondisinya yang berbadan dua


" Oo.. hei jangan lari ! .. " seru ahyar lari ke arahnya nya Mengambil koper nya , yang hanya di balas senyuman oleh Melda


" Sayang ! Kamu bisa terluka jika berlari dengan koper mu seperti itu " ujar ahyar


" Aku bisa melakukannya . karena kamu menjemput ku seperti ini , uh aku jadi ingin berpergian lagi .. " ucap Melda senang


" Tidak , jangan terlalu sering . Ini terlalu sulit bagi ku " sahut ahyar menghela nafas geleng kepala


" Tunggu . Kamu sangat merindukan ku ? " Seru Melda memiringkan kepalanya menatap suaminya dengan senyum


" Ah .. itu .. a-aku memarkirkan mobil di sana . Ayo kita pergi " Ucap ahyar mengganti topik karena ia sedikit malu . menggandeng Melda untuk pergi


" Wah Kamu malu .. " ujar Melda menggoda suaminya itu


" Ayo.. " gumam ahyar


" Aku tidak pernah melihat mu seperti ini , oh kenapa kamu tidak memberitahu ku ? Kamu merindukan ku ? Kamu ingin menemui ku ? " Oceh melda bahagia


***


Beberapa hari setelah mereka kembali dari Jepang , Melda dan lifah di buat kebingungan karena qayla yang tanpa alasan tak datang- datang ke smiling flower .


Mereka bahkan menanyakan nya pada qayla tapi jawab nya benar-benar membuat mereka tercengang , qayla berkata kalau beberapa hari ini ia tak ingin meninggalkan rumah lalu jauh dari tempat tidurnya bahwa meninggalkan kasurnya .


Hal itu tentunya juga membuat raii khawatir , ia bahkan juga beberapa kali meminta bantuan kita untuk menanyakannya pada qayla . apa yang terjadi dengan nya dan hari ini ia juga minta kami untuk berkunjung .Tanpa di minta pastinya kami juga akan menemuinya ..


Aku dan lifah sudah berada di kediaman qayla , di sambut hangat oleh intan asisten rumah tangga qayla dan raii


" Non Mel , sudah berapa bulan kandungan nya ? " Tanya Intan tersenyum


" Sudah memasuki dua bulan lebih intan "


" Cepat juga ya non , semoga sehat-sehat ya ibu dan Dede nya " ujar intan


" Aamiin .. " sahut Melda dan juga lifah


" Intan , di mana keberadaan nona muda mu ? " Seru lifah dengan senyum


" Oh , nona muda . Nona muda sedang di kamar . Non " jawab intan


" Dia belum keluar kamar . Intan ? " Seru melda


" Iya non , sejak kemarin bahkan nona muda hanya berada di kamar . Intan khawatir non "


" Ouh , yaudah kalau gitu kita ke atas ya Intan "


" Iyah non .. " jawab Ian kembali dapur


Di dalam kamar qayla tengah rebahan di kasur ..


" Hiyah , hei nona raii Nugraha ! . " Seru Melda yang langsung di lihat qayla


" Kalian .. kalian ke sini " sahut qayla tersenyum mengelus perut Melda


" Apa yang sedang kau lakukan ? " Ucap lifah

__ADS_1


" Hanya , rebahan saja " gumam qayla


" Kamu sakit ? " Seru Melda memeriksa keningnya yang juga biasa saja suhunya dalam artian normal


" Aku baik-baik saja .. " sahut qayla


" Apanya yang baik , kau hanya berdiam diri di rumah saja . ah tidak bahkan kau tidak beranjak dari kasur mu udah gitu ponsel mu tak aktif . Kau tahu , kau membuat kami semua khawatir belum lagi raii " oceh lifah memegang tangan dan kaki qayla yang juga bersuhu normal


" Aku benar baik-baik saja , hanya saja rasanya beberapa hari ini aku enggan sekali keluar kamar rasanya ingin terus merebahkan tubuh ku karena di rasa juga aku lemas gitu "


" Kedokter ajah deh qay . Ya ? Biar tahu kamu kenapa-kenapa nya " bujuk Melda


" Iyah yaa ? , kita kedokter . " Sambung lifah


" Tidak , tidak perlu .. " Seru qayla , lifah menyenggol kaki Melda yang spontan langsung di respon Melda dengan tiba-tiba ia menangis ,


" Mel , ada apa ? " Lirih qayla


" Aku sedih karena kamu tidak mau kedokter mungkin bukan hanya aku tapi anak ku ini . Ia juga khawatir dengan umma nya , apa kau tega membuat kami berdua menangis . kalau kau tak mau kedokter juga aku gak akan mau ketemu sama kamu lagi ! " Ucap Melda berakting mengeraskan suara tangis palsunya ,


" Jangan gitu dong Mel , nangis tuh gak bagus buat bumil . aku beneran gapapa deh . Mungkin besok aku juga udah gak Mageran "


" Apa susah nya si qay paling gak kedokter ajah . Aku kan .. kita kan mau kamu sehat-sehat saja . Permintaan aku cuma itu doang kedokter yaa ?... " lirih melda mengeraskan tangisannya yang terkisah begitu sedih , sedang lifah benar-benar lelah banget mengliat dua sahabatnya itu .


" Baiklah .. tapi tolong jangan nangis lagi yah " seru qayla akhirnya , membuat lifah membulatkan matanya tak percaya akting berlebihan Melda mampu membuat qayla akhirnya mau kedokter


" Oh , benar ya ? Kau sudah setuju nih . Lif.. catat itu ! " Ucap Melda


" He'um .. tapi aku akan pergi dengan raii saja karena ia juga terus memaksa ku ke kedokter "


Melda menghapus air mata , " apapun itu . Yang penting kau pergi ! " Seru Melda tersenyum


" Aku sudah wa raii .. " ucap lifah menunjukkan ponselnya


" Wah kalian kesini untuk melakukan ini !" Protes qayla


" Oke pokoknya kita cuma gak mau kamu kenapa-kenapa makanya kami seperti ini " seru Melda , " eh ya btw kau tahu qay ada yang abis pergi jalan makan steak bersama ian gak bilang-bilang loh " ucap Melda melihat lifah


Lifah mendadak canggung kala mengingat ia bertemu Melda dan ahyar di restoran bintang 5 bergaya Eropa waktu itu , tempat di mana waktu lifah membantu ian menjadi kekasih pura-pura nya . Padahal kedatangan lifah kesana hari itu karena ian menjanjikan akan membelikan nya steak restoran nya , karena waktu itu ia tak sempat memakan steak yang menggiurkan itu saat Ian menariknya paksa pergi meninggalkan restoran tersebut tanpa menyentuh steak nya . Saat lifah tengah menikmati steak itu dan memperhatikan interior Resto tersebut tiba-tiba saja matanya bertemu dengan manik mata melda yang sedari tadi tengah melihat lifah ,


Lifah spontan terkejut menutup mulutnya kaget sementara Melda tersenyum layaknya berhasil menangkap buronan yang kabur ..


Esoknya sanggah demi sanggah keluar dari mulut lifah , sampai saat ini .


" Aih , itu bukan apa-apa ! . karena ada sesuatu hal jadinya aku tak bisa menikmati steak itu sebelum nya dan itu juga karena ulah mu yang main setuju dengan apa yang dia minta . Kau tahu qay dia meminta bantuan dengan orang yang pamrih seperti ian "


" Oh.. Jadi waktu itu dia bilang mau pinjam kamu cuma mau ngajak kamu makan "


" Hei ! Yang benar saja mana ada seperti itu . Seorang Ian ! Gak itu gak bener . Orang pamrih seperti dia gak mungkin melakukan sesuatu hal tanpa percuma ! . Ah dan gak ada apapun di antara kami ! " Ucap lifah penuh penekan


" Santai ajah dong .. " seru Melda menggoda lifah


" Kalian yang membuat ku gak santai ! , Auh Astaga !! " Ujar lifah .


***


Qayla dan raii sudah berada di rumah sakit ternama milik atta ( dokter pribadi raii dan kediaman keluarga Nugraha )


" Maaf , kamu jadi repot mengantar ku padahal tengah sibuk " gumam qayla


" Eay .. aku justru senang akhirnya kamu mau kedokter dan perlu kamu tahu tidak ada yang lebih penting di banting istri ku ini , kau lupa ya lagi pula aku kan bos di sana " seru raii tersenyum menggenggam tangan qayla yang membuat qayla tertawa


Mereka pun tengah duduk di ruangan atta dengan qayla yang meminum habis herbal pemberian Lyn saat di Korea ,


" Apa yang sedang kau minum ? " Seru atta

__ADS_1


" Ah .. ini minum herbal racikan dari teman ku " sahut qayla menyapa hormat atta


" Sejak kapan kau mengkonsumsi nya ? . Efeknya , Ah maksud ku setelah nya bagaimana di rasa tubuh mu ? " Tanya atta


" Sejak dari Seoul , emm rasanya tubuh ku juga biasa-biasa saja tapi enak saja setelah meminum nya . Ah Melda juga mengkonsumsi nya katanya Lyn herbal nya juga bagus untuk ibu yang sedang hamil "


" herbal seperti apa ? " Ucap atta hati-hati agar tak terlalu terkesan menyinggung


" ah itu hanya untuk kesehatan dan daya tahan tubuh . Ke.. kenapa ? " Seru qayla melihat dokter atta


" Oh tidak . " sahut atta lalu dengan sigap atta menanyakan keluhan yang di rasa qayla , kemudian qayla pun memberitahukan keluhan nya ..


Atta sedikit mengerutkan dahinya , ia seakan gamblang akan diagnosis nya . Lalu ia meminta qayla untuk melakukan beberapa tes lab mengecek semua keadaan dalam tubuhnya , hal itu jelas membuat raii sedikit cemas .


Dokter atta keluar , setelah qayla di antara perawat perempuan ..


" Bagaimana ? " Tanya raii mencegat atta


" Gua akan melakukan tes lab dulu dengan qayla .. "


" Tapi ia tidak kenapa-kenapa kan ? " Ujar raii


" Kita tunggu hasil lab nya dulu . Ah ya .. Kita tahu kan ia tidak bisa meminum minuman herbal sembarangan . Gua akan bawa ini untuk lihat zat apa saja di minum ini " ucap atta mengambil dari tempat sampah bungkusan herba tadi dan meninggalkan raii ,


Sekembalinya atta membawa hasil lab ,


" dokter atta , aku tidak kenapa-kenapa bukan ? . Aku benar-benar , baik-baik saja selain hanya lemas dan mager ke luar " seru qayla


Atta melihat raii lalu qayla , kemudian ia tersenyum


" Kenapa ?! " Ucap raii


" Selamat ! .. " ujar atta tersenyum


" Qayla baik-baik saja ? " Sahut raii memperjelas


" Bukan hanya baik tapi qayla tengah mengandung saat ini " ucap atta memberikan hasil lab dan juga hasil USG


Membuat raii dan qayla seakan tengah berjalan di samping rel kereta yang sedang beroperasi melintasi mereka dengan kecepatan maksimal membuat mereka terkejut akan kencangnya angin yang di hembusan sampai jantung mereka berdebar kencang , karena saat mereka pupus tak punya harapan . mereka masih tak ada bosan-bosannya meminta dengan yang di atas ,


" Ini .. Apa , ini benar ? " Gumam qayla tak percaya yang di anggukkan senang atta


Tanpa mampu berkata-kata raii langsung memeluk qayla ..


" Selamat untuk kalian , usia kandungan qayla sudah memasuki hampir dua bulan dan herbal ini ! Dia berperan sangat penting pada kesehatan rahim qayla . Terlebih karena kekuasaan Nya yang di atas juga " jelas atta lalu raii pun memeluk atta


Sementara qayla langsung teringat saat pamitannya dengan Lyn di bandara , di mana Lyn abis mengelus perut Melda lalu ia ganti memeluk qayla dan memegang perutnya sambil berkata kalau " semoga kau segera menyusul ya .. " . Kala itu Lyn juga tak bilang apa-apa tentang herbal yang ia berikan selain hanya meningkatkan daya tahan tubuh dan juga kesehatan ,


" Thanks ttaa .. " lirih raii


Atta ikut merasakan senang , " ini vitamin untuk bumil . Di minum setiap hari sekali dan ya jangan lupa untuk memeriksa kandungan nya juga " ujar atta


" Terimakasih dokter atta , " seru qayla


" Sekali lagi selamat untuk kalian ! " Ucap atta pergi meninggalkan mereka . ia perlu memeriksa pasien yang lain.




\-


\-


\-

__ADS_1


***jangan lupa like vote dan komennya ☺️🌻***


__ADS_2