
Hyuk lama tidak menemui Keara. semenjak insiden perampokan itu Hyuk tak muncul kembali. hanya Petra yang masih setia menemui Keara dan menemaninya. Keara tidak menolak perhatian dan kebaikan dari Petra. karena hubungannya dengan Hyuk yang semakin tidak jelas dan menyiksanya. terkadang baik terkadang menghilang tanpa kabar. Keara sudah cukup sabar dengan perilaku Hyuk dan kesibukan lelaki itu.
Setelah kejadian malam itu Hyuk dan Natasya tidak bicara satu sama lain. setiap kali mengingat kejadian itu Hyuk terpancing emosinya dan marah. ia teringat cincin yang akan ia pakai melamar Keara. Hyuk memandangi kotak perhiasan itu di meja kerjanya. satu bulan Hyuk tidak muncul di hadapan Keara. ia sengaja menghindari Keara karena tidak ingin menyakiti gadis itu dengan perbuatannya pada Natasya. satu bulan berlalu Hyuk sama sekali tidak tahu kabar Natasya. karena proyek dengan Admaja Group sudah di jalankan jadi Natasya sudah jarang memantau. Siang itu Petra menghampiri Bram dan Hyuk di ruang kerja Bram. ia menyerahkan laporan hasil kerjanya pada Bram. Bram memeriksanya dengan teliti dan memberi tanda tangan di file itu.
"Oh ya kak apa nona Natasya sudah menikah?". Petra memandang Bram dan Hyuk bergantian. nama Natasya di sebut wajah Hyuk berubah kesal. Petra tahu kalau Natasya menyukai Hyuk dan alasan Hyuk tidak muncul di hadapan Keara pasti karena gadis itu.
"Setahu ku belum". Jawab Bram santai tanpa memandang Petra. ia sibuk dengan laptopnya.
"Tapi aku kemarin bertemu di rumah sakit dengannya. aku dan Keara sedang menjenguk Cecil tak sengaja kami berpapasan dengan nona Natasya. ia dari spesialis kandungan".
Wajah Hyuk langsung pias. lelaki itu terlihat pucat dan cemas.
"Ada apa tuan Hyuk?, sepertinya kau sakit?".
Bram mengamati perubahan air muka Hyuk. Bram tahu Hyuk dalam kondisi bugar mana mungkin tiba-tiba sakit dan pucat begitu kalau tidak ada sebabnya. Hyuk hanya terdiam menunduk tidak memandang Bram. ia sibuk dengan pikirannya soal Natasya.
"Petra kau boleh keluar, aku dan Hyuk ada meeting".
__ADS_1
"Baik kak".
Bram menatap tajam ke arah Hyuk. ia mengamati reaksi Hyuk dengan seksama. wajah datar Hyuk itu hanya Bram yang bisa memahami maksud dari setiap ekspresi kecil yang di buatnya.
"Dimana malam itu saat aku menelpon mu dan kau tak menjawab?, apa kau masih bersama Natasya selesai makan malam itu?".
Hyuk terdiam tidak bisa menjawab. ia tidak tahu apa yang akan di pikirkan Bram tentang nya kalau tahu ia berbuat sesuatu pada Natasya.
"Hyuk jawab!!". Bram terlihat marah dan menggebrak meja kerjanya.
"Benar tuan saya bersama nona Natasya".
Hyuk tertunduk tidak berani mengangkat wajahnya. ia merasa bersalah pada Bram. Natasya client penting Admaja Group dan Hyuk membuat ulah dengan gadis itu.
"Hyuk kau lelaki sejati jika kau berbuat sesuatu maka bertanggung jawablah!".
"Pergilah aku sedang malas melihat mu!".
__ADS_1
Hyuk beranjak meninggalkan ruang kerja Bram. ia mengambil ponselnya dan menghubungi Natasya. tapi tidak ada jawaban. nomor ponsel gadis itu sudah tidak aktif. Hyuk mencari alamat rumah Natasya dan berniat mencarinya kesana. Hyuk pergi ke alamat itu ia berada di depan sebuah rumah mewah. seorang pelayan keluar menghampiri Hyuk.
"Bisa saya bantu tuan?". Tanya pelayan itu dengan sopan.
"Apa ini kediaman nona Natasya?".
"Benar tapi sudah satu bulan lebih nona tidak kemari, ia tinggal di apartemen".
pelayan itu menolak memberikan alamat apartemen tempat tinggal Natasya. Hyuk semakin frustasi, bayangan malam itu bermunculan menyiksanya.
***
Natasya keluar dari klinik pemeriksaan. ia terlihat tertawa senang mengobrol dengan seorang dokter dan perawat. penampilannya terlihat semakin cantik dengan bobot timbangan yang sedikit bertambah. ia mengenakan celana panjang berwarna krem dan baju orange yang membuat penampilannya semakin terlihat segar. Natasya beranjak pergi, ia menghentikan langkahnya ketika sebuah tangan menahan lengannya. Natasya terperajat begitu Hyuk muncul dihadapannya. Hyuk memandanginya dari atas sampai bawah. pandangannya berhenti di bagian perut Natasya. Hyuk terdiam menunggu penjelasan tapi Natasya juga diam ketakutan. Hyuk masih belum melepas lengan Natasya yang di genggamnya.
"Katakan padaku, apa kau mengandung?".
"Tidak, aku hanya menemui seorang teman ku yang kebetulan dokter kandungan disini". Natasya memalingkan wajahnya. Hyuk melepas lengan Natasya.
__ADS_1
"Kau berbohong pada ku, apa kau mengandung anakku?".
"Anak mu?, tidak aku hanya bertemu teman ku". Natasya kekeh dengan sikapnya. ia berjalan pergi meninggalkan Hyuk dan tidak menghiraukannya.