
Setelah dua jam menunggu akhirnya sopir pun datang membawakan baju Axel dan Alexa. Setelah itu, Axel meminta sopir itu untuk pulang aja karena selama di rumah Balqis, ia gak membutuhkan sopirnya karena ia bisa menggunakan sopir yang ada di rumah Balqis. Sopir itu bisa di pakai Zahra jika Zahra mau kemana mana.
Setelah baju ada di tangannya, Alexa dan Axel pun memasuki kamar tamu. Toh tadi dia juga sudah izin ke tantenya. Setelah menata baju di lemari, Alexa bersama Axel naik ke atas melihat tantennya sudah istirahat atau belum.
"Tan?" pangill Alexa.
"Alexa." Ujar Balqis.
"Tante gak tidur?" tanya Alexa.
"Tante gak bisa tidur sayang. Oh ya Axel udah datang?"
"Udah tan. Kak, sini masuk." Ujar Alexa. Axel yang ada di depan pintu pun masuk ke kamar Balqis.
"Assalamu'alaikum tante." Ujar Axel tapi ia gak berjabat tangan dan hanya berdiri di samping Alexa.
"Waalaikumsalam. Kalian jadi kan menginap di sini?" tanya Balqis.
"Iya tan, insyaAllah selama seminggu ke depan. Aku juga sudah izin sama umy dan umy mengizinkan bahkan kami sudah membawa baju yang sudah kami tata di kamar tamu." Jawab Axel.
"Oh gitu, syukurlah jadi tante gak akan kesepian lagi jika ada kalian." Ujar Balqis sambil bangun dari tidurnya dan memilih untuk duduk.
\=============================
Sore hari, saat Aksa datang ia kaget melihat ada Axel dan Alexa di rumahnya.
"Assalamu'alaikum om." Ucap Axel dan Alexa sambil tersenyum.
"Waalaikumsalam. Kalian sudah lama di sini?" tanya Aksa ramah.
"Iya om dan rencana kami akan menginap di sini selama satu minggu. Boleh kan om?" tanya Axel.
"Boleh sayang, boleh banget. Tapi apa orang tua kalian sudah mengizinkan terus bagaimana dengan sekolah kalian?" tanya Aksa
"Umy sudah mengizinkan om dan masalah sekolah. Kami libur selama satu minggu ke depan."
"Oh gitu syukurlah. Oh ya tante mana?" tanya Aksa.
"Ada di kamar om, gak enak badan." Ujar Alexa.
"Iya sudah kalau gitu, om ke kamar dulu ya. Kalau kalian butuh apa apa, tinggal bilang aja ke bibi." Ucap Aksa.
"Iya om. Siap." Ucap Axel dan Alexa tersenyum.
Aksa senang melihat mereka ada di rumahnya karena bisa membuat suasana rumah lebih berwarna. Dan jika ia sibuk bekerja, istrinya ada yang menemani sehingga ia bisa bekerja dengan tenang tanpa memikirkan istrinya yang kesepian di rumah.
\===================================
Aksa pergi ke kamarnya tapi istrinya gak ada. Ia pun pergi ke kamar atas yang bersebelahan dengan Balkon dan ternyata benar, istrinya ada disana dan lagi tidur.
"Assalamu'alaikum sayang." Ujar Aksa pelan.
"Waalaikumsalam sayang." Jawab Balqis sambil bangun dan mencium tangan suaminya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Aksa lembut.
__ADS_1
"Mas, aku takut." Ujar Balqis sambil memeluk suaminya.
"Takut kenapa?"
"Mantannya mas ada di sini." Jawab Balqis.
"Maksudmu?" tanya Aksa tak mengerti.
"Dia mas, Inez."
"Kenapa dengan Inez?"
"Dia ada di sini."
"Di sini di mana?"
"Di depan rumah kita mas. Dia menempati rumah kosong yang ada di depan kita."
"Ha! yang bener? Mungkin kamu salah liat."
"Enggak mas, dia menempati rumah kosong yang ada di depan rumah kita. Aku gak mungkin salah liat. Dia terus menatap rumah kita mas. Aku takut."
"Kamu tau dari mana?"
"Aku tau dari Alexa mas. Saat dia mau kesini, dia melihat ada wanita yang terus menatap rumah kita. Lalu Alexa memintaku ke balkon untuk melihat wanita itu dan betapa kagetnya aku mas, saat aku tau wanita itu Inez. Dia pasti sengaja menempati rumah itu biar dia bisa merayu kamu lagi mas, dan kamu jatuh hati lagi dengannya. Aku takut mas, aku takut dia akan menghancurkan rumah tangga kita." Ujar Balqis menangis di pelukan suaminya.
"Sudahlah jangan terlalu di buat fikiran, nanti kamu bisa stres dan sakit. Aku janji, apapun yang terjadi. Aku gak akan kembali lagi dengannya Bagiku kamu adalah istriku satu satunya dan aku tak akan berpaling ke cewek lain lagi. Aku janji."
"Beneran mas?"'
"Iya sayang, mulai sekarang jangan mikir yang berat berat ya biar kamu gak sakit. Kalau kamu sakit, aku jadi kefikiran dan sedih."
"Iya mas, maafkan aku."
"Iya sayang, gak papa. Aku sayang kamu." Ucap Aksa sambil mencium kening istrinya.
\=================================
"Ka, itu wanita yang ingin menghancurkan rumah tangga tante." Ujar Alexa.
"Baiklah, kita mulai permainan ini ya."
"Oke ka, tapi apa yang harus kita lakukan?" tanya Alexa.
"Sekarang kamu minta Sok Lin Lantai beserta pel pelannya dan juga air."
"Buat apa ka?" tanya Alexa tak mengerti.
"Sudah sana cepetan. Nanti kamu juga akan tau."
"Oke kak."
Alexa pun segera pergi menuju ke dapur dan meminta sang bibi mengambilkan Sok Lin Lantai, beserta pel pelannya dan juga sedikir air.
"Non, emang mau di buat apa itu?" tanya bibi heran.
"Mau ngepel bi."
"Biar bibi aja non yang ngepel." Ucap bibi.
"Gak usah bi, biar aku aja. Kebetulan ada lantai yang sedikit kotor jadi aku ingin membersihkannya. Gak papa, bibi duduk santai aja di sini. Gak usah kemana mana. Oke, aku ke depan dulu."
"Iya non." Ucap bibi pasrah.
Alexa segera menghampiri kakaknya dan memberikan apa yang ada di tangannya.
"Ini kak." Ucap Alexa. Axel pun mengambil Sok Lin Lantai itu dan menuangnnya di belakang pintu dan memberikannya sedikit air lalu di gosok gosok pakai kain pel hingga berbusa.
"Sekarang kamu buka pintunnya, oke." Ucap Axel sambil mengidipkan salah satu matanya.
__ADS_1
"Oke, ka." Ucap Alexa sumringah karena ia mengerti apa yang ada dalam fikirann saudara kembarnya itu.
Saat di buka, tanpa ucap salah, Ines langsung masuk tanpa ia tau kalau lantainya sangat licin. Ia pun terjatuh dan makanan yang ia bawa melayang dan tumpah mengenai wajah dan rambutnya. Sedangkan ia jatuh ke bawah, untunglah kepalanya gak terbentur lantai tapi bisa di pastikan bahwa pantatnya (bokongnya) pasti sakit karena di hentakkan ke lantai.
"Aw, aw, aw." Jerit Inez sambil memegang pinggannya yang sakit.
"Maaf tante." Ucap Alexa dan Axel bersamaan.
"Dasar anak bodoh, gara gara kalian aku sampai jatuh." Bentak Inez membuat Alexa dan Axel sedikit takut, karena ini pertama kalinya ia di bentak oleh orang lain tapi Axel dan Alexa berusaha tenang dan santai.
"Bukan salah kami tante. Ini salah tante, masuk rumah orang gak ucap salam dulu. Seharusnya saat pintu di buka, ucap salam dulu sebagai seorang tamu. Dan setelah itu, jika tuan rumah mempersilahkan masuk, baru tante masuk bukan langsung nyelonong (nerobos) gitu aja. Itu namanya gak sopan, jadi jangan salahkan kami kalau tante jatuh. Coba tante ucap salah dulu, pasti kami akan memberi tahu kalau lantai nya licin dan harus hati hati saat tante mau masuk ke dalam rumah. Sayangnya, tante mah orangnya gak punya etika dalam bertamu. Tapi ya sudahlah tante, mungkin ini takdir dari yang maha kuasa. Tante harus jatuh." Ucap Axel panjang lebar. Sedangkan Inez merasa semakin kesal dan marah karena ia di nasehati anak kecil.
"Dasar anak gak tau diri. Sudah salah, masih sok menasehati. Mana majikanmu?" tanya Inez dengan suara tinggi.
"Maaf tante kami bukan pembantu. Dan kami gak punya majikan." Ujar Alexa memberanikan diri.
"Lantas kalian siapa? Masuk rumah sembarangan? Kalian pasti pencuri ya?" tanya Inez.
"Maaf tante, kami terlalu kaya untuk menjadi seorang pencuri bahkan harta kami sudah tak terhitung. Jadi saya gak perlu repot repot mencuri harta orang lain karena harta orang tua saya tak kan habis 7 turunan."Jawab Alex acuh tak acuh.
"Lalu kalian siapa? Cepat panggil yang punya rumah ini." Ujar Inez masih dengan suara tingginya, ia juga masih memegang pinggangnya yang masih terasa sakit dan nyilu.
"Maaf tante, kayaknya mereka lagi memadu kasih jadi tak bisa di ganggu." Ujar Axel dingin karena ia malas ngomong terlalu lama dengan orang yang tak di kenal.
"Tau apa kalian masalah memadu kasih. Kalian masih kecil, kalian tak kan faham dan mengerti masalah seperti itu." Ujar Inez yang sangat kesal.
"Kami emang masih kecil tapi bukan berarti kami bodoh. Kami sekolah dan pastinya kami tau apa itu memadu kasih. Lebih baik tante pulang aja, jangan mengganggu orang yang lagi sibuk bikin anak." Ucap Axel dan membuat Alexa sedikit tergidik mendengarnya. Malu sendiri rasanya mendengar saudara kembarnya itu berbicara masalah itu layaknya orang dewasa.
"Aksa, Aksa keluar kamu." Ucap Inez sambil berusaha masuk tapi lagi, lagi dan lagi ia harus kembali jatuh dan membuat ia gak bisa bangun karena pinggangnya semakin sakit.
Aksa dan Balqis yang mendengar ada seseorng yang memanggil nama Aksa, segera turun ke bawah dan melihat Inez yang duduk di bawah
"Inez, ngapain kamu di rumahku?" tanya Aksa dingin.
"Aku rindu sama kamu dan tadi aku membawakan kamu makanan, karena kau tau kamu baru pulang kerja dan pasti lapar. Tapi anak sisalan ini telah mengacaukan semuanya. Mereka sengaja membuatku jatuh seperti ini." Ucap Inez pura pura sedih.
"Maaf, om. Tadi kami sedang mengepel dan tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Pas aku buka pintunya, tante ini nerobos mau masuk tanpa ucap salam dulu. Padahal aku mau bilang kalau lantainya licin karena sedang di pel tapi tante ini gak punya etika. Dia nyelonong gitu aja. Maafkan aku om." Ucap Alexa pura pura sedih juga. "Dasar pelakor, emang cuma dirimu yang bisa akting." Ujar Alexa dalam hati.
"Gak papa nak, kalian gak salah tapi tamu ini yang salah karena bertamu tapi gak punya etika. Kalian boleh ke kamar, biar nanti aku akan panggil bibi buat mengepel lantainya." Ucap Aksa ramah.
"Makasih om." Axel dan Alexa pun masuk ke kamar tamu sambil tersenyum karena berhasil mengerjai pelakor itu.
Sedangkan Balqis memegang tangan Aksa karena ia takut dan tak tau harus berbuat apa.
"Aku harap ini pertama dan terakhir kalinya, kamu menginjak rumah ini. Sekarang silahkan keluar." Ujar Aksa tanpa melihat ke arahnya.
"Kamu tega sama aku, aku jatuh begini dan kamu ngusir aku?" Ujar Inez pura pura menangis.
"Aku gak peduli? Kamu pulang sendiri atau aku seret paksa?" bentak Aksa.
"Oke, aku akan pulang tapi aku janji aku akan kembali untuk mengambil apa yang seharusnya jadi milik aku." Ujar Inez, ia bangun dengan hati hati karena ia takut jatuh lagi. Ia sangat kesal, ia harus jatuh dua kali dan sekarang pinggannya rasannya sangat encok. Bahkan wajahnya yang tadinya cantik langsung berubah karena ketumpahan makanan yang ia bawah. "Dasar anak sialan, akan aku balas perbuatan ini." Ucap Inez geram dan dendam dengan Axel dan Alexa yang sudah membuatnya jatuh hingga merasakan rasa sakit seperti ini.
Setelah Inez keluar dan pulang ke rumahnya, Aksa pun menutup pintu rumahnya.
"Sudah jangan takut, kita harus bisa melawan dia. Kamu itu istri sah, jadi kamu gak perlu takut sama wanita seperti dia. Istri sah harus berani melawan pelakor. Oke." Ucap Aksa tersenyum.
"Iya mas." Balqis pun tersenyum. Ia kembali masuk kamar bersama suaminya. Sebelum masuk kamar, Aksa sempat memanggil sang bibi untuk membersihkan lantai yang ada di belakang pintu.
\==================
Sedangkan di kamar tamu, Axel dan Alexa tertawa menigngat kejadian tadi.
"Ka, apa tadi kita gak kelewatan?"
"Enggak kog, itu wajar. Toh dia datang untuk merayu laki laki yang sudah beristri. Jadi anggap aja itu hukuman buat dia. Dan kita harus terus melakukannya agar dia jera dan tak lagi datang ke sini."
"Tapi kak, tadi aku sempat berbohong sama Om?"
"Gak papa, santai aja. Kamu berbohong demi kebaikan." Ucap Axel menenangkan saudara kembarnya.
__ADS_1