Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Tegang


__ADS_3

Setelah jam 9 malam, akhirnya Edwin pun selesai mengajar. Ayunda segera membereskan buku-bukunya dan menaruhnya di dalam tas.


"Cemilan dan minumannya habiskan dulu sebelum pulang." ujar Alexa.


"Ha!?" Edwin dan Andi bersamaan tercengang. Masalahnya mereka masih kenyang karena baru selesai makan Nasi Goreng Gulung Telur Dadar bersama sebelum sholat maghrib dan mereka masih kenyang apalagi tadi mereka menghabiskan seperempat nya dari gorengan yang ada di atas meja. Jika di habiskan semuanya, tentu perut mereka berdua tak kan mampu. Mungkin jika minumannya mereka masih bisa, tapi tidak dengan cemilannya.


"Gimana kalau minumannya aja yang aku habiskan. Untuk gorengannya, aku bawa aja ya pulang ke kontrakan, soalnya kebetulan di kontrakan ku gak ada makanan, tadi kami cuma makan nasi goreng aja. Nanti cemilannya bagi dua, buat aku dan Edwin biar adil." ucap Andi mencoba cari jalan tengah.


"Boleh, ide yang bagus." ucap Alexa.


"Bentar ya."


Alexa berjalan keluar rumah, ia pergi ke garasi. Lalu mengambil kotak bekal makanan yang ada di dalam mobil. Setelah mendapatkan kotak bekalnya, ia segera pergi menuju dapur dan mencuci kotak bekal itu hingga bersih. Alexa juga mengambil kota bekal punya dirinya sendiri. Setelah itu ia pergi ke ruang tamu dengan membawa dua kotak bekal.


"Mas Edwin ini kotak bekalnya sudah aku cuci. Kotak bekalnya, buat aku isi gorengan gak papa?" tanya Alexa


"Gak papa." jawab Edwin. Alexa pun tersenyum lalu mengambil gorengan dan menaruhnya di tempat bekal milik Edwin. Setelah selesai, Alexa menutupnya.


"Ini punya Mas Edwin." ucap Alexa.


"Mas Andi, Mas Andi pakek tempat bekalku gak papa kan?" tanya Alexa.


"Gak papa." jawab Andi tersenyum ramah.


"Tapi kak, tempat bekalnya apa gak kegedean?" tanya Ayunda.


"Gak papa kog dek, walaupun kegedean hehe. Biar isinya banyak." ujar Andi menjawab pertanyaan adiknya Alexa.


"Tuh, denger. Gak papa. Lagian hanya ini yang ada di rak, kakak males jika harus ke ruangan peralatan dapur hanya untuk cari tempat bekal." ucap Alexa.


"Pakek itu aja, aku udah seneng kog. Lagian aku suka tempatnya." ujar Andi yang gak mau nyusahin Alexa. Alexa hanya tersenyum lalu mengangguk. Alexa memasukkan semua gorengan itu ke dalam kotak bekalnya hingga habis tak tersisa.


Setelah selesai memasukkan semuanya, Alexa pun memberikannya kepada Andi.


"Ini, jangan di buang ya." ujar Alexa.


"Gak mungkin di buang. InsyaAllah, aku akan makan sampai habis. Lagian kapan lagi aku bisa makan masakanmu lagi, bisa jadi ini pertama dan terakhir Kalianya." ujar Andi.


"Kog ngomong gitu sih?" tanya Alexa.


"Hehe cuma bercanda." jawab Andi tersenyum.

__ADS_1


"Iya sudah Al, aku mau pulang dulu. Ini sudah jam 9 lewat 15 menit." ujar Edwin.


"Iya, kalian hati-hati ya di jalan." ucap Alexa.


"Ayunda, pak guru pulang dulu ya, besok jangan sampai telat sekolahnya. Dan harus inget rumus rumusnya, jangan sampai lupa." jawab Edwin.


"Iya pak. InsyaAllah, aku gak akan telat pergi sekolah dan Insya Allah, aku juga akan ingat semua rumus rumus yang bapak ajarkan tadi." ucap Ayunda.


"Kalau di luar sekolah, jangan panggil pak ataupun bapak. Panggil Kak Edwin aja." ujar Edwin.


"Baik, Kak Edwin." ucap Ayunda tersenyum.


"Ayunda, kakak pulang dulu. Selamat berjumpa besok di rumah sakit." ujar Andi.


"Iya kak." ucap Ayunda.


"Iya udah Al, kami pamit pulang dulu. Assalamualaikum." ujar Edwin


"Waalaikumsalam, maaf aku gak bisa ngantar kalian ke depan." ucap Alexa.


"Gak papa, santai aja. Kami pulang dulu." ujar Andi.


"Iya kalian hati-hati di jalan. Jangan ngebut ngebut." ujar Alexa.


Setelah mereka pulang, Alexa langsung mengunci pintunya. Alexa minum juz satu gelas yang masih utuh sampai habis tak tersisa.


"Kakak haus atau gimana sampai di habisin satu gelas? Kayak habis lari maraton." ujar Ayunda.


"Kakak bukan haus, tapi kakak dari tadi tegang. Tegang menghadapi mereka berdua." ucap Alexa sambil duduk di samping Ayunda.


"Kak, aku merasa Kak Andi jatuh cinta sama kakak bahkan aku melihat di kedua mata mereka, rasa sayang Kak Andi jauh lebih besar dari pada Kak Edwin. Tapi jujur, aku ingin kakak menikah dengan Kak Edwin. Tapi semua itu kembali lagi ke kakak soalnya kan yang akan menjalani kakak bukan aku." ujar Ayunda sok dewasa.


"Aish, kamu belajar dari mana kata-kata itu?" tanya Alexa geli mendengar kata-kata adiknya itu.


"Dari sinetron yang sering aku lihat di tivi kak." jawab Ayunda tertawa.


"Aish, mulai besok kamu jangan lihat film dewasa, nanti kamu malah dewasa sebelum waktunya." ujar Alexa tersenyum.


"Hehe iya deh." ucap Ayunda.


"Kak, menurut kakak. Kak Edwin dan Kak Andi gantengan siapa? Kalau menurutku sih gantengan Kak Edwin." tanya Ayunda.

__ADS_1


"Sudah sudah, ngapain tanya kayak gitu. Tidur sana gih sudah malam, biar besok bangunnya gak siangan." ujar Alexa.


"Yahh kakak mah, di ajak ngobrol malah nyuruh aku tidur." ucap Ayunda kecewa.


"Tapi ya sudahlah aku ke kamar aja, lagian aku juga sudah ngantuk." Lanjutnya sambil menggendong tas menuju kamarnya.


"Jangan lupa sebelum tidur sikat gigi dulu sama ambil Wudhu'." ujar Alexa.


"Iya iya kak." ucap Ayunda, ia jawab tanpa menoleh ke arah Alexa.


Setelah Ayunda pergi, seperti biasa. Alexa membereskan gelas dan piring yang kotor dan membawanya ke dapur. Lalu ia cuci sendiri. Karena asistennya sudah masuk kamar masing-masing dan mereka pasti sudah tidur.


Alexa gak mau ganggu mereka, Alexa tau mereka pasti lelah setelah seharian membersihkan rumahnya.


Setelah selesai cuci piring dan gelas, Alexa juga membersihkan dapurnya dan merapikan kembali dapurnya seperti sedia kala sebelum Alexa membuat mie dan juz untuk kedua tamunya.


Setelah selesai semua, Alexa ingin kembali ke kamarnya namun ia mendengar suara bel rumah berbunyi.


"Pasti Kak Axel sudah pulang." gumam Alexa. Ia pergi ke ruang tamu, namun sebelum membuka pintu, Alexa melihatnya dari jendela terlebih dahulu untuk memastikan apakah benar itu Kak Axel atau bukan. Karena bagaimanapun Alexa harus waspada .


Setelah di liat ternyata memang saudara kembarnya, Alexa pun membukakan pintu.


"Assalamualaikum." ucap Axel yang langsung masuk rumah.


"Waalaikumsalam." jawab Alexa sambil menutup pintu rumahnya.


"Kog malem pulangnya kak?" tanya Alexa.


"Sekarang jam berapa?" tanya Axel


"Jam 9 lewat 58 menit." jawab Alexa.


"Aku tadi bilangnya sebelum pergi pulang jam berapa?" tanya Axel.


"Jam 10 sudah nyampek sini." jawab Alexa.


"Berarti aku gak bohong kan?" tanya Axel.


"Tapi kak..." belum selesai Alexa ngomong. Axel langsung memotongnya.


"Kalau ngomong jangan sambil berdiri, gak aopan. Sini duduk. Kita ngobrol bareng, sebelum aku tinggal ke kamar untuk tidur." ujar Axel.

__ADS_1


Alexa pun mengangguk, ia duduk di samping saudara kembarnya itu sambil menceritakan yag terjadi tadi.


(Alhamdulillah, sudah selesai juga akhirnya nulis 1055 kata, maaf ya kalau aku lelet. Tapi InsyaAllah aku akan up terus tiap hari. Jangan lupa like dan komennya, terimakasih 😊)


__ADS_2