Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
maaf kiranya penolakan ku terlalu tak Adil untuk mu ..


__ADS_3

Di kediaman Melda tepatnya , ia baru saja selesai mandi setelah pulang dari rumah lifah ..


Tok , tok .. mel ini mama


" Iyah mah kenapa ? " Melda membuka pintu kamar nya


" Di bawah ada Khalid ia datang mau ngajak kamu jalan , cepat kamu rapih-rapih ya sayang "


" apa ? , Dia di bawah mah " seru Melda menundukkan kepala


" Iyah , lagi ngobrol sama ayah Mel .. "


Melda terdiam selain ia tak begitu antusias ia juga tak menyangka jika Khalid datang kerumah untuk mengajak nya jalan


" Mel ? " Ujar sang Mama


" Ah ya mah .. "


" Kamu mau pergi atau gimana sayang ?" Tanya sang mamah yang dari awal udah punya insting kalau Melda lagi-lagi tak antusias


" Emm y- ya Melda ganti baju dulu " Sahut Melda yang memang tak bisa nolak juga karena sudah terlewat terlanjur


Tak perlu memakan waktu lama Melda turun kebawah dengan pakaian yang simpel dan tanpa riasan makeup tapi tetap membuat nya terlihat cantik


Khalid tersenyum melihat nya , Lalu mereka pergi ..


" Ini mau pergi kemana ? " Seru Melda setelah lamanya diam sepanjang perjalanan mereka


" Kita pergi nonton , aku dengar ada banyak film yang bagus akhir pekan ini "


" Emm .. " gumam Melda


Sampailah mereka di sebuah mall ,


" kau mau nonton genre apa Mel ? " Tanyanya


" Apa saja aku tidak terlalu terganggu dengan genre " seru Melda


" sepertinya Kau tampak tak terlalu excited sejak tadi , " ujar Khalid


" Ah , benarkah ? Em mungkin hanya perasaan mu saja " sanggah Melda


Mereka pun duduk memasuki bioskop tak ada hal yang istimewa hingga flim berakhir ,


Setelah mereka keluar dari bioskop ,


" senangnya bisa menonton dengan mu " ujar Khalid tersenyum yang di balas senyum canggung Melda


Lalu Khalid pun mengajak Melda ke stand makanan , " kau mau makan apa Mel ? , Bagaimana kita makan ini ? "


" Apa saja aku tidak peduli , makanan apa saja yang penting bisa di makan . " Seru Melda cuek


" Oke , pilihlah menu yang kau inginkan , aku pergi ke toilet sebentar " ucap Khalid lalu pergi


Sekepergiannya Khalid , sesosok pria menarik pergelangan tangan Melda membawa nya menepi


Pandangan mata mereka bertemu , dengan Melda yang mencoba melepaskan pergelangan tangannya untuk segera pergi .


" Jangan pergi ! , Tarik kembali kata-kata mu itu " sahut pria itu menatap nya ,


Pria itu adalah ahyar ..


Melda menoleh , kini mereka bertukar pandang


" Selama ini mungkin kau perlu tahu alasannya . kau , kau terlalu baik untuk pria seperti ku . Sejak awal rasanya sudah lama pertahanan ku runtuh tapi logika ku bekerja begitu logis , aku melarang mu untuk tidak serius dengan ku karena begitu kamu melakukan nya keadaan akan menjadi membosankan dan menyedihkan . Mencintai seseorang itu sakit dan melelahkan , tapi hal itu tidak bisa aku hentikan . Apa yang kurasakan pada mu aku tidak bisa menghentikan nya , aku mencintaimu Menikahlah denganku . Kalau aku bilang begini Apa aku melewati batas ? " Ucap ahyar tak bisa menahan semuanya


Melda masih terdiam menatap ahyar , mungkin lebih tepatnya ia masih tak percaya ..


Khalid pun sudah kembali dari toilet matanya mencari keberadaan Melda yang tertangkap tengah dengan Ahyar , ia dapat melihat jelas situasi yang serius di antara mereka berdua meskipun hanya melihat nya .

__ADS_1


Secepatnya Melda menyadarkan dirinya lalu mendapati Khalid yang tengah berdiri melihat mereka dan melambaikan tangannya tersenyum


" Ah , " gumam Melda menghampiri Khalid meninggalkan ahyar , dengan masih dalam keadaan lumong bingung sampai-sampai membuat nya kikuk serba salah


Bisakah kau menyembunyikan ku dari hati ku . Begitulah kiranya batin Melda menatap Khalid


" Emm ah Menunya , tak ada yang membuat ku laper jadi kita pergi saja bagaimana ? " Seru Melda


" Baiklah " jawab Khalid melihat ahyar dari kejauhan kurang lebih nya ia tahu apa yang sedang terjadi di antara mereka


Mereka pun pergi meninggalkan mall tersebut dengan Melda yang masih merasa seperti tersambar petir tentang pernyataan ahyar tadi ,


" Aku ingin memperkenalkan mu dengan keluarga besar ku dalam waktu dekat ini ," seru Khalid menyadarkan Melda dan sontak membuat Melda menoleh melihat nya terkejut


" Hah ? ! "


" Aku ingin mengajak mu makan malam bersama keluarga besar ku , kau mau kan ? " Menunggu jawaban Melda


" eum ma ..maaf tapi sepertinya aku ti- tidak ... "


" Jangan bilang kau menolak ku " ucap Khalid menepikan mobilnya


Melda terdiam ..


" Kau dan ahyar , ada apa di antara kalian berdua ? , kalian memiliki sebuah hubungan ? , Kau menyukainya bukan ? " Mengarah pada Ahyar , Hal itu berhasil membuat Melda membulatkan bola matanya


Masih tanpa jawaban dari Melda ..


" Ah tampak nya aku benar ! , Saat awal kita bertemu saat kau yang tak sengaja menabraknya , ada sesuatu yang aneh di antara kalian awalnya kupikir mungkin hanya perasaan ku saja dan hanyalah sebuah kebetulan saja tapi setelah ku telaah lagi ternyata ada sesuatu yang belum selesai di antara kalian itulah sebabnya kau tak terlalu antusias dengan pertemuan kita dan semua perbincangan kita , kau pergi bersama ku tapi raga dan hati mu tidak dengan ku , "


" maaf , Aku tak bermaksud melakukan ini pada mu , seharusnya aku memberitahumu sebelum nya . Maaf kiranya penolakan ku terlalu tak adil untuk mu , di Banding kamu seseorang lebih dulu hadir . Dia punya tempat di hati ku , terlepas dari dia yang tak bisa aku sebut sebagai milik ku dan entah sebagai apa aku bagi nya itu tidak masalah , karena aku bisa mengaguminya dalam diam . Hal itu sudah aku lakukan sebelum kedatangan mu , jika di tanya kenapa aku menyukainya ? , aku juga bingung tapi hati aku jatuhnya di dia . "


" ah mustinya sejak awal aku tahu bentuk penolakan mu itu " ujar Khalid


Melda begitu merasa bersalah ..


Hening ...


" Aku akan bicara dengan keluarga ku , kalau aku tidak bisa melanjutkan pertemuan ini , " ucap Khalid yang hanya di tatap diam Melda yang tak tahu harus seperti apa .


" Jujur sejak awal pertemuan kita aku memang sudah jatuh hati dengan mu , tapi mau di kata apa . kau tak di takdir kan untuk ku jadi bagaimana pun aku ingin tampaknya sudah tak bisa di ganggu gugat juga , " begitu dewasa menerima nya tanpa rasa Canggu


" Maaff , kau boleh marah dengan ku "


Khalid tersenyum , " seseorang pernah berkata pada ku , katanya jangan marah itu hanya akan buang-buang emosi , apa yang baik dari itu . Lagi pula mau bagaimana lagi , aku tak ingin juga hidup bersama orang yang tak mencintai ku kan , itu hanya akan menjadi bumerang untuk diri sendiri karena cinta memang tak bisa di paksakan "


Bruggk .. , pintu mobil di tutup Melda ..


" Terimakasih sudah mengantarkan ku dan sekali lagi aku benar-benar minta maaf " lirih Melda begitu tulus yang di balas senyuman manis Khalid


" Sama-sama , "


" Ah ya senang dapat mengenal mu dan sampai bertemu di lain hari , semoga selalu dalam kebahagiaan lalu terimakasih karena sudah mengakui perasaan mu " seru Melda tersenyum


" Oh , apa ini ! kau tersenyum begitu manis setelah menolak pria tampan seperti ku "


" Tidak , bukan begitu ..."


" aku tahu , sampai bertemu di lain hari dan di pertemuan berikutnya ku harap kita jangan saling menghindar , ya ? Aku akan menjaga perasaan ku sebaik mungkin . " Ucap Khalid tersenyum


" Hmm baiklah .. " sebelum akhirnya pergi .


Keesokan paginya , ahyar yang memang resah sejak semalaman soal respon Melda yang pergi begitu saja tentang pernyataan nya itu pun mendatangi kediaman raii yang memang begitu terlalu pagi bisa di katakan ..


Ia mundar mandir menunggu intan asisten rumah raii membukakan pintu untuknya setelah terbuka ia pun langsung menerobos menuju kamar raii , bahkan tanpa sepatah kata pun . di ketok nya tanpa jeda membuat raii dan qayla yang kala itu sedang rebahan mesra menikmati pagi dini hari mereka sebelum kembali ke aktivitas mereka masing-masing begitu terkejut ..


" Raii , bangunlah .. yaa ! Cepat bangun .. ouh ini sudah pagi kenapa kalian masih di kamar , keluarlah .. " serunya mengetuk


" Aishhh ada apa dengan nya ! Pagi-pagi begini ! kenapa dia datang sepagi ini ! " Umpat raii kesal melihat jam yang masih menunjukkan pukul 5 pagi

__ADS_1


" Rai , yaa ! cepatlah keluar sudah sepagi ini apa yang kalian lakukan cepat lah keluar .. " seru Ahyar masih mengetuk nya


" Apa ! , Ini masih terlalu dini . Kau mengganggu saja " ucap raii kesal membuka pintu dan melihat ahyar yang begitu resah dan tampak sendu raut wajahnya


" GAWAT ! "


Raii mengerutkan keningnya , " apa ? , Ada masalah apa ? "


" gua udah menyatakan perasaan gua dengan Melda .. "


" Ahh , " Gumam raii mencerna lalu tertawa . begitu rupanya , apa katanya ? "


" Dia pergi . "


" Hah ? "


" Ya dia pergi begitu saja . Tapi kenapa dia pergi tanpa menjawab apapun ?!! " ucap Ahyar Tampak frustasi


Raii tertawa lucu melihat ahyar mengila ,


" Gua kesini bukan untuk meminta lu tertawakan . Jadi kenapa dia pergi gitu aja hah ? Aishh ! "


" Emm ? .. lu perlu coba menyatakan perasaan lu lagi " ujar raii


" Uhff alih-alih menyatakan perasaan gua lagi , akhirnya gua jatuh kedalam lubang yang gua sendiri gak tahu gimana cara naiknya . Gua denger Khalid Rumi menyukai Melda dan mereka juga katanya akan menikah , kenapa hubungan mereka sangat alami ? ahh bahwa Mereka berbincang berdua , menghabiskan waktu bersama , mereka pergi nonton dan juga makan " lirih ahyar


" Lu melihat mereka ? "


" Ya . Gua pergi untuk menemui Melda tapi yang gua lihat hanya kebersamaan mereka . Dan saat gua menyatakan perasaan gua Melda pergi begitu saja ke Khalid "


" Astaga . Ini tidak bagus , " ucap raii geleng kepala


" Uhfffff .. " gumam ahyar menghela nafas panjang begitu frustasi dan pergi begitu saja


" Ahh , kalau soal hati otak emang suka mendadak bego gitu ajah yaa " gumam raii tertawa


" aku sudah menyiapkan keperluan mu " seru qayla tersenyum yang hendak kedapur membuatkan sarapan namun di cegah raii dan menuntunnya kembali ke kamar


" Kenapa membawa ku kekamar ? Aku harus membuat sarapann "


" Tidak usah , kau tidak perlu melakukan itu . Kita kembali tidur saja " Menjatuhkan diri ke kasur dan memeluk erat qayla


" ehey tuan , ini sudah pagi kau juga harus bekerja , ayoolah "


" Kamu lupa ya sayang kalau aku adalah pemilik perusahaan itu jadi tidak masalah jika tidak pergi berkerja juga , aku hanya ingin seperti ini terus dengan istri ku apa kau tidak suka ? " Ujar raii memejamkan matanya


" Aih kau membuat ku malu , ayolah


Sekarang saatnya bangun , Waktu terus berjalan , aa cepatlah ! . Kalau kamu bangun nanti aku cium " seru qayla membangunkan raii yang mulai tak Canggu lagi


Mendengar itu jelas raii begitu senang ,


" baiklah " seru raii segera membuka matanya


Cup .. satu kecupan mendarat


Tak bisa di pungkiri jikalau qayla masih begitu gugup dan Canggu melakukan nya , " a- aku akan membuat sarapan jadi bangunlah jangan tidur lagii " seru qayla yang gugup dan malu langsung ingin melarikan diri tapi raii kembali mencegah nya dan meng kiss kembali qayla dengan begitu mesraa ..


Raii pun menceritakan apa yang Ahyar lakukan sepagi ini , dan menanyakan tentang kebenaran soal pernikahan Melda yang ahyar bicarakan tadi ..


***


-


-


-


... jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...

__ADS_1


__ADS_2