
Setelah sepulang sekolah, Axel dan Alexapun di antar oleh sang sopir menuju cafe. Axel melihat ada 3 orang yang duduk di kursi paling samping. Axel melihat foto yang di kirim lewat Whatsapp, setelah memastikan benar mereka bertiga, Axel pun segera menghampirinya bersama Alexa.
"Assalamu'alaikum om." Ucap Axel tersenyum.
"Waalaikumsalam, ada apa ya dek?" tanya salah satu preman itu, karena mereka tak tau kalau yang menyewa jasanya itu adalah anak kecil dan masih bocah.
"Apakah benar, om ini yang sedang menyewa jasa untuk meyewa orang yang hilang?" tanya Axel memastikan sedangkan Alexa memilih diam karena takut melihat tampang mereka yang terlihat sangat sangar.
"Iya benar, ada apa?" tanya preman itu.
"Hehe saya lah yang sebenarnya menyewa jasa om om ini." Jawab Axel tersenyum.
"HAH!!!." Mereka bertiga pun terkejud dan tak menyangka sama sekali bahwa bos mereka kali ini hanyalah anak kecil yang bahkan umurnya belum sampai 10 tahun.
"Apakah saya boleh duduk di sini?" tanya Axel sopan.
"Eh, iya iya silahkan." Jawab preman itu yang masih gak nyangka akan di perintah oleh anak kecil.
Axel dan Alexa pun duduk di kursi kosong yang ada di depan mereka.
"Kenapa wajahnya mirip ya?" tanya salah satu preman itu.
"Kami kembar om, ini adik saya." Jawab Axel ramah.
__ADS_1
"Ooooooo." Mereka pun hanya bisa ber o ria.
"Oh ya saya kan cuma menyewa jasa dua orang, kenapa yang datang 3 orang ya?" tanya Axel bingung.
"Gak papa, nanti dia ikut kami. Tapi bayarannya tetep kog." Jawab preman itu tak kalah ramahnya.
"Oh gitu, iya udah perkenalkan dulu om, saya Axel dan ini saudara saya Alexa." Ujar Axel.
"Saya Broto, ini Seno dan di samping Seno ini namanya Setto." Ucap preman itu memperkenalkan diri. Kenapa Axel dan Alexa menganggap mereka preman karena memang penampilannya seperti preman.
"Oh oke, Om Broto, Om Seno dan Om Setto. Bisakah kalian membantu saya mencarikan orang ini?" tanya Axel sambil memperlihatkan foto Inez di hpnya.
"Oke, kami bisa dan itu masalah keci. Dalam waktu satu minggu, saya pastikan saya telah mendapatkan informasinya." Ujar Om Broto.
"Syukurlah jadi kami gak perlu menunggu terlalu lama. Terus masalah uang bagaimana?" tanya Axel.
"Oke, aku setuju. Dan untuk teman kalian ini, aku juga akan membayarnya. Berarti 3 orang lima belas juta ya." Ujar Axel karena memang dirinya memegang uang sebesar lima belas juta.
"Iya benar, tapi kami minta uang mukanya dulu."
"Oke, gak masalah. Untuk uang muka aku akan memberikan 4 juta. Dan kurangnya akan saya transfer setelah kalian mendapatkan informasi yang detail." Ujar Axel sambil memberikan uang 4 juta yand di berikan Aulia tadi malam.
"Oke kami sepakat. Boleh saya tau sosial medianya?" tanya Om Brotto.
"Akan aku kirim lewat Wa ya." Ujar Axel dan mereka pun mengangguk. Axel memberikan identitas Inez seperti nama, dan tempat tinggalnya sebelum dia pindah keluar kota dan juga semua sosial medianya.
"Baiklah, kami permisi dulu. Saya akan kabari jika sudah dapat kabar." Ujar Om Brotto.
__ADS_1
"Oke, om. Aku tunggu ya informasinya."
"Iya."
"Malalah minuman dan makanannnya biar nanti saya yang bayar." Ujar Axel.
"Terimakasih. Saya pamit dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah kepergian mereka, Axel dan Alexa pun tertawa lepas. Gak nyangka walau penampilan mereka seperti preman tapi sebenarnya mereka adalah orang baik dan mereka tak lupa ucap salam saat mau pergi.
Setelah bertemu dengan 3 orang itu, Axel pun segera membayar makanannya dan setelah itu pergi ke parkiran mobil di mana sang sopir sedang menunggu dirinya dan juga Alexa.
"Ayo pak, pulang." Ucap Axel, ia langsung masuk ke dalam mobil bersama Alexa. Dan setelah itu sang sopirpun segera pergi dari tempat itu dan pulang menuju rumah majikannya.
__ADS_1