
" astaga . Kamu memendam nya selama ini . Dan mengakuinya seperti itu ? " Ucap Melda
" Ya . Kenapa aku menemukan keberanian saat itu ? " Gumam lifah masih terisak tangis , yang di berikan tisu oleh qayla .
" Jadi , apa kata Ian ? " Seru qayla
" Aku mengatakan semuanya secara frontal tapi aku langsung kabur . Apa yang harus ku lakukan sekarang ? " ujar lifah melihat qayla ,
" haruskah aku berhenti ? " Tanya lifah . kini melihat Melda .
" Kamu tidak bisa berhenti sekarang . Pembeli smiling flower masih begitu banyak , pokoknya tidak . Kamu harus pergi bekerja atau tidak akan punya uang . " Ucap qayla menghibur
" Harus di pecat , bukan undur diri kalau mau tunjangan pengangguran . Tidak apa-apa, lagi pula kau kan juga sudah pernah mengakui perasaan mu dengan orang lain juga , anggap saja seperti itu ." Sahut Melda juga menghibur ,
" ah terimakasih , kalian semua memberi nasihat realistis dan mendetail . Sungguh menenangkan ... " Ucap lifah sambil kembali terus menangis , yang di peluk-peluk punggungnya dengan qayla ..
Sore harinya , qayla dan melda memutuskan untuk menemani lifah yang saat ini benar-benar terlihat begitu sedih . Mereka mencoba menghibur lifah , yang tak pernah seperti ini sebelumnya . Image nya sebagai wanita penakluk pria dan ahlinya dalam bidang percintaan runtuh seketika dengan ian . Malam ini mereka pun bermalam di sana ,
Sedangkan raii sepulangnya dari smiling flower dengan tampak begitu lelah tak begitu semangat karena tak ada qayla di rumah . Hari ini juga Intan , art rumah nya mengambil libur karena kangen ingin mengunjungi ibunya . Jadi hal hasil raii benar-benar sendiri sampai saat ini , sebelum melihat kedatangan Ian di depan pintu rumahnya .
" Sedang apa hah ! . Apa yang lu lakuin di sini ! " Seru raii
" Gua .. "
" Jangan bilang kesini nya lu untuk menemui istri gua ! . Ia tak ada , jadi silahkan pergi ! " Ucap raii yang justru malah melihat Ian dengan pandangan wajah yang bak terlihat seperti kucing hilang ,
" Masuklah . " Ujar raii akhirnya masuk kedalam rumah nya itu ,
Setelah ia menaruh tuxedo , ia melihat Ian dengan pandangan datar .
" Kopi ? Teh ? " Tanya raii dingin
" Kopi . " Seru Ian
" Americano Panas , dingin . ? " Ujar raii
" Latte . Panas , " ucap Ian
" Latte . Oke baiklah , " gumam raii berjalan meninggalkan Ian kemudian ia berbalik heran dengan apa yang ia ucapkan tadi , " ck , itu terlihat sangat alami . " Gumam raii kembali pergi ,
__ADS_1
Tak lama segelas cangkir latte bak macam cafe-cafe tersaji . " Pasti enak . " Ucap raii
Yang langsung di coba Ian , " luar biasa . " Seru Ian melihat raii lalu kembali mengesap nya ,
Tentu membuat raii sedikit bangga , " ah .
Ada apa ? Ini bukan kafe ! " Ujar raii
Dan saat Ian ingin berbicara , raii menghentikannya . " Aaa jika ini menyangkut perasaan lu dengan qayla . Gua gak Sudi denger ! Dan bahkan gua malah bisa menghajar lu " Ucap raii
" sepertinya lu benci banget dengan gua ."
" Apa ! "
" Ya . Ada banyak alasan buat membenci gua . itu karena gua hampir saja bisa merebut qayla dari lu . "
" Cih , pembenci macam apa yang mengaku sebagai pembenci ? . Tapi sepertinya lu melewatkan sesuatu . Jika gua emang membenci lu , bukankah ini situasi yang berbahaya buat lu ? " Ucap raii sinis melihat Ian . Mereka saling menatap
Kemudian Ian sedikit menyeringai tawa , " ah lu benar. " Ujarnya
" Gua gak tau harus apa .. " Seru Ian , membuat raii melihat kearahnya .
" Ini benar-benar emang salah gua , seharusnya gua gak melibatkan dia dan gimana bisa . gua bisa gak tahu akan perasaannya itu . Semuanya jadi kacau karena gua gak berpikir kesana , lebih buruk nya lagi ia bilang lebih baik jika kita pernah saling bertemu .. " seru Ian memegang pinggiran gelas kopi nya ,
" Itu artinya lu juga suka dengan nya . " Sahut ahyar , " sorry . Ganggu kalian , gua bosen di rumah sendiri jadi gua kesini . " Ucap ahyar gabung duduk ,
" Kalau lu ngerasa terganggu akan hal itu , jelas itu tandanya lu juga ada rasa dengan nya . " Ujar ahyar kembali ,
" Bagaimana mungkin , di hati gua udah ada .."
" Qayla ? . " Ucap ahyar melihat nya dan kini raii yang berubah melihat dengan tatapan sinis nya ,
__ADS_1
" Kemungkinan besar lu hanya bersembunyi di balik qayla . Orang yang lu yakini selama ini adalah cinta lu , makanya lu gak bisa Lihat perasaan lu yang sebenarnya . Lu tahu kepulangannya malam itu ? Itu karena ia tak ingin berlama-lama ada bersama lu , dengan kata lain menghindar . Sepanjang perjalanan lifah hanya mengeluh bagaimana caranya semua kembali seperti semula di mana dirinya yang tak memiliki perasaan sama lu , " ucap ahyar , yang begitu hasil memberikan raii akhirnya paham dengan apa yang ian bicarakan .
" Lu gak pernah lupa kan . penyesalan selalu datang belakangan ! " Seru raii
" Paling gak jangan seperti gua yang bertindak terlalu lama meski tahu jelas perasaan gua , dan ya . Lu juga tahu kan sejarah ya raii ! Jangan juga kaya dia yang bahkan hampir kehilangan hidupnya . " Ujar ahyar , yang membuat raii melirik nya dingin .
" Kalau lu masih gak yakin , lu ajak diri lu duduk berdua dan tanyain itu pada hati lu . Dengarkan hati lu dan coba pahami perasaan lu ! Lu akan menemukan jawabannya . " ucap raii ,
ian lalu bangkit , dan tersenyum .
" Thanks .. " serunya tersenyum bisa membagi apa yang membuatnya resah , dilema .
" Kita mengatakan itu bukan untuk mendapat ucapan terimakasih , " ucap raii
" Ahh benar-benar apa kalian akan sepanjang masa begitu . Gua pikir qayla berhasil membuat kalian akur "
" Tidak akan . selama dia masih di dekat qayla ! " Ujar raii , yang membuat Ian kembali tersenyum lalu kemudian pergi .
***
Satu tahun kemudian , semua tampak begitu bahagia menjalankan hidup nya masing-masing , qayla dan raii yang sudah menjadi seorang orangtua . Begitu pun dengan melda dan ahyar , mereka melahirkan hanya terpaut seminggu saja .
Tentunya semua orang bahagia dengan kelahiran baby girl cantik dari qayla dan juga baby boy tampan dari Melda , mereka menikmati masa-masa menjadi orang tua baru untuk anak-anak mereka .
Ucapan selamat pun di kirimkan tuan Kim dan juga nona Kim . Tak lupa Lyn juga ikut serta mengucapkan kalimat kebahagiaan nya ,
Dan sementara lifah kini menjadi orang yang super duper sangat sibuk mengambil alih kendali semua smiling flower , tak sendirian tapi kini smiling flower sudah merekrut karyawan baru untuk membantu kewalahan nya lifah mengurus smiling flower yang makin terkenal . Ya ia memang menjadi orang yang mungkin paling sibuk di ranah nya tapi hatinya menjadi begitu sepi dengan segunung tumpukan rindu yang bersemayam . setelah semenjak ia mengungkapkan perasaan nya pada Ian . Sejak saat itu sampai sekarang mereka belum bertemu lagi , lebih tepatnya lifah masih enggan untuk bertemu dengan nya takut jika perasaan nya melukainya sendiri . Sepanjang tahun lifah terus melarikan diri dari hal yang berbau Ian .
***
-
-
-
^^^ jangan lupa like vote dan komenya ☺️ 🌻^^^
__ADS_1