
Sesampai di rumah sakit jiwa, Mereka segera turun dari mobil dan berjalan beriringan menuju kamar dimana Vita di rawat.
Di sana, Andi dan Alexa gak boleh masuk apalagi mendekat ke arah Vita karena itu akan membuat Vita berteriak histeris dan itu akan membuat kejiwaannya semakin terganggu.
Sehingga Victor, Victoria, Andi dan Alexa hanya bisa melihat mereka dari jendela kaca.
Di sana mereka melihat, Vita yang hanya duduk diam dengan tatapan kosong. Sesekali Vita meneteskan air mata, entah apa yang sedang dia fikirkan tapi Vita memang terlihat seperti menanggung beban yang sangat berat.
Andi tak menyangka, Vita seorang dokter yang sangat cantik dan pintar berubah menjadi pasien gila seperti ini.
Fisik yang tak lagi sempurna, masa depan yang buram, dan sekarang kejiwaannya pun juga terganggu.
Andi benar-benar merasa sangat kasihan melihat Vita seperti itu. Seharusnya Vita masih ada di dekatnya, membantu para pasien untuk sembuh dari sakitnya, membantunya untuk menangani pasien yang sakit parah. Berjuang bersama-sama untuk menyelamatkan nyawa orang lain.
__ADS_1
Andai saja dulu Vita gak melakukan kesalahan besar, tak mungkin Vita kecelakaan dan akibatnya ia jadi lumpuh seumur hidupnya dan juga kehilangan salah satu tangannya. Tangan yang dulu lengkap, kini hanya tinggal sebelah karena tangan kanannya harus di amputasi. Dan itu juga karena ide konyolnya yang menyuruh orang untuk menabrak dirinya dan setelah itu, Vita datang menolongnya. Bukankah itu adalah ide yang sangat konyol.
Tapi nasi sudah jadi bubur, semuanya sudah terjadi dan kini hanya ada penyesalan.
Alexa sendiri juga menangis melihat kondisi Vita yang begitu mengenaskan. Dulu Vita adalah teman terdekatnya bahkan sudah seperti sahabat. Saat masih kerja bersama, mereka selalu kemana-mana berdua, Vita juga menjadi teman yang sangat mengasyikkan sehingga Alex senang berlama-lama ada di dekat Vita.
Namun siapa sangka jika Vita diam-diam mencintai Andi di saat Andi sudah berhubungan dengannya. Andai Vita jujur dari awal, mungkin Alexa tak mungkin memberikan kesempatan buat Andi untuk lebih dekat dengannya ataupun menjalin hubungan dengannya.
Vita juga sudah berusaha merebut Andi yang sudah berstatus tunangannya. Namun apapun yang akan di lakukan oleh Vita, jika Tuhan tidak berkehendak, maka sampai kapanpun Vita dan Andi tak kan bisa bersatu.
Beda dengan Alexa dan Andi. Walaupun ujian datang menerpa, cobaan datang bertubi-tubi, tapi jika memang Alexa dan Andi berjodoh. Apapun halangannya, mereka tetap akan bersatu di pelaminan.
Karena jodoh itu sudah ada yang mengatur dan tak mungkin tertukar.
__ADS_1
Alexa berdoa, semoga Vita bisa sembuh walaupun kemungkinannya itu sangat kecil sekali. Tapi Alexa yakin kelak Vita pasti akan sembuh. Alexa akan selalu mendoakan kesembuhan Vita agar mereka bisa bersama seperti dulu lagi, ngobrol dan cerita apa aja yang membuat mereka tertawa bahkan sampai sakit perut karena terus tertawa tiada henti.
Alexa kangen dengan kebersamaan mereka seperti dulu, saat Vita masih jadi dokter.
Victor dan Victoria sendiri hanya bisa menyesali kesalahan mereka karena Vita seperti ini juga tak lepas karena keegoisan mereka.
Vita selama ini butuh teman curhat untuk meluapkan isi hatinya, namun mereka selalu saja sibuk dan tak ada waktu buat Vita. Hingga Vita hanya bisa menahan semua masalahnya di dalam dada.
Namun apa yang di rasakan oleh Vita seperti bom yang kapan saja bisa meledak. Di saat ia tak mampu menghadapi ujian hidup, maka itu akan mempengaruhi kejiwaannya seperti sekarang.
Andai Victor dan Victoria ada waktu buat Vita, mungkin keadaan Vita gak akan sampai seperti ini.
Namun nasi sudah jadi bubur, kini mereka semua hanya bisa mendoakan untuk kesembuhan Vita.
__ADS_1