Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
menggerus pahit


__ADS_3

Sementara Saat ini qayla tengah di rawat di apartemen seorang perempuan yang menolong nya tadi , perempuan itu tampak tak tega melihat kondisi tubuh qayla yang begitu lemah . ia bahkan melihat bekas luka jahitan di bagian perut qayla karena ia menggantikan baju qayla , dan sempat terbesit pertanyaan di pikiran nya , " sebenarnya hidup macam apa yang di jalaninya " . Ketika merawatnya


Sedang Melda tengah menunggu di dalam apartemen dengan begitu harap-harap cemas , ia mundar-mandir di sofa menunggu kabar dari ahyar yang tak kunjung ia terima sampai Selarut ini . Ia bahkan sudah tak lagi menghiraukan pesan balasan lifah ..


Lama mereka menelusuri jalan tapi tak sekalipun menemukan keberadaan qayla


" Raii , sebaliknya kita kembali" Ucap ahyar melihat raii yang tampak pucat dengan baju dari basah hingga akan kembali kering ..


" lu kembalilah duluan . Gua akan mencari sendiri " ucap raii


" pikirkan tubuh lu , ia juga perlu jeda . Paling tidak lu juga perlu mengganti pakaian lu " seru ahyar


Raii menatap datar Ahyar , seolah ia tak peduli karena yang ada di pikirannya saat ini adalah hanyalah menemukan qayla


Lalu sebuah mobil pun berhenti di depan mereka , keluarlah rehan yang juga habis mencari qayla


" Yang ahyar bilang benar , kita akan mencari qayla kembali nanti . Lihat diri lu ! Apa lu mau mencari qayla seperti ini ! " Seru rehan yang sebenarnya sama cemasnya dengan raii


raii masih tampak tak peduli ,


Dan setelah campur tangan usen pula akhirnya mereka pun kembali ke apartment ,


Ahyar melihat raii berjalan dengan begitu terpukul dan tatapan kosong memasuki apartement , hingga ia masuk ke apartemen nya . Begitu masuk Ahyar melihat Melda tengah terduduk tidur di sofa , menghampirinya ..


" Kau pasti begitu cemas " gumam ahyar mengelus pelan wajah Melda


Tanpa sadar Hal itu sontak menyadarkan Melda , " astaga , aku tertidur . Ah ya bagaimana , di mana qayla ? Mana qayla ? kalian menemukan qayla kan ? " seru Melda


Ahyar menggeleng ..


" Yaallah , di mana kamu qay . Bagaimana yang lain . Apa mereka tak melihat qayla ? "


" Masih belum ." jawab ahyar

__ADS_1


Sekembalinya ke apartment tepatnya pukul 6 pagi saat ini , setelah mengganti pakaiannya raii lalu kembali pergi sendiri mencari qayla dengan mobilnya .


Kemudian ahyar dan Melda pun keluar berjalan ke samping apartment raii untuk mencari qayla bersama tapi mereka mendapati apartment itu kosong , ahyar menelpon raii tapi tak di jawab .


Mereka pun pergi , di sela-sela pencaharian lifah di Jakarta memutuskan untuk menghubungi Melda karena tak kunjung ada kabar baik dari Melda maupun qayla dari sehabis saat melda mengirimkan pesan pada lifah ..


Melda yang kala itu cemas sedang mencari qayla melihat setiap jalan pun hanya mengirimkan pesan yang bertuliskan ,


" maaf tidak dapat membalas pesan dan menjawab telepon mu saat ini , sesuatu terjadi . Qayla sudah mengetahui tentang kondisi nya dan Sekarang ia pergi entah kemana . nanti ku hubungi setelah kondisi nya sudah lebih baik " kirim Melda


Di sebrang sana qayla masih belum sadarkan diri . Semalam ini ia di rawat dengan obat-obatan tradisional yang di racik sendiri oleh perempuan yang menolongnya itu , pelan-pelan juga ia memberikan sesendok demi sesendok obat yang ia buat dari akar-akar an berbagai pohon herbal tersebut .


Kini sinar matahari telah berganti dengan bulan yang menerangi malam dan dengan raii yang masih tak kunjung menemukan qayla .


Begitu pula dengan ahyar dan Melda , Melda tak dapat lagi menyembunyikan kekhawatirannya perasaannya begitu campur aduk seharian ini ia mencari tapi tak juga menemukan qayla bahkan lelah tak lagi ia rasakan .


Mereka bertemu di sebuah tempat di mana sudah terdapat banyak anak buah kepercayaan ahyar dan beberapa pengikutnya ,


" Bagaimana ? " Tanya ahyar yang berharap jika anak buah suruhan mendapatkan dan menemukan informasi tentang qayla .


Membuat Melda menarik nafas panjang tak tenang yang berada di samping ahyar ,


" Kalian sebanyak ini tapi tidak satupun bisa menemukan istri saya juga ! , sebenarnya apa yang kalian kerjakan !! " Ucap raii setibanya


" Maaf tuan , bahkan kami juga sudah menelusuri semua kota di Seoul dan melakukan pencarian di seluruh RS Seoul tapi .. "


" Cari sampai ketemu !! " Ucap raii penuh penekanan yang begitu kalut , Yar perintahkan lebih banyak lagi anak buah lu untuk mencari qayla . " Serunya kemudian berjalan pergi


Baik ahyar , Melda dan juga Usen lalu rehan yang baru tiba hanya menatap kepergian raii yang begitu terlihat dingin dalam artian begitu tak baik-baik saja ..


" Han , kau pergilah berbicara dengan nya . " seru Usen pada rehan agar untuk menghibur raii


" Ehm , kabarin gua kalau butuh apapun " ucap rehan pergi menyusul raii adiknya itu

__ADS_1


Sebenarnya Usen sama kalutnya dengan raii tapi ia mencoba untuk tetap tenang agar bisa berpikir jernih dalam setiap mengambil tindakan .


Di dalam mobil saat hendak kembali ke apartment , dengan Melda mengalami pusing yang cukup mengganggu sedari tadi yang ia tahan sampai membuat nya setengah tak sadarkan diri ..


Ahyar yang panik pun melajukan mobilnya menuju RS ,


Ahyar berada di samping Melda cemas menatapnya . selesai di periksa dokter . Kini pandangan ahyar tertuju pada sang dokter yang sudah berada di depannya seakan tak sabar ingin menanyakan keadaan Melda ..


" Masnya tidak perlu cemas karena istri mas nya hanya kecapean saja di karenakan istri masnya sekarang tengah hamil muda " jelas sang dokter


" Ha .. hamil ? " Gumam ahyar menanyakan lagi


" Iyah , selamat ya untuk mas dan mba nya . Untuk Usia kandungan mbanya sudah memasuki usia 4 Minggu dan tolong lebih di perhatikan lagi agar tidak terlalu capek kedepan nya " seru sang dokter tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka


Ahyar tersenyum bahagia mendengar kabar yang membahagiakan ini untuk mereka begitu juga Melda tapi di balik itu mereka juga tak dapat menyembunyikan kesedihan yang menimpa sahabatnya .


Tiba-tiba saja Melda menitikkan air mata , " aku tidak tahu harus bagaimana dengan situasi ini di lain sisi aku senang mendengar kabar kehamilan ku tapi di lain sisi aku juga sedih mengingat qayla . Kita bahkan tidak tahu sekarang bagaimana kabar dan kondisi qayla ia pasti sangat terpukul dengan kebenaran yang harus ia terima , dan raii kita juga dapat melihat nya begitu tak berdaya . Kenapa rasanya tidak ada usai-usai nya masalah yang datang pada mereka "


" Kau benar , Untuk sementara waktu ini biarkan kabar ini kita simpan untuk kita saja "


" He'um " angguk Melda lalu mereka pun kembali ke apartment


Malam masih terus menggerus kepahitan raii , ia tampak begitu kosong menatap nanar tak berdaya , hampa , merasa separuh hidupnya tak berarti apa-apa bagai seseorang yang kehilangan arah menyelimuti kepiluan nya , Ia bahkan tak bisa tidur barang sedikitpun . dengan isi kepala yang selalu menanyakan tentang keberadaan belahan jiwanya , teman hidupnya yang bahkan menjadi hidupnya ...



***


-


-


-

__ADS_1


... jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻...


__ADS_2