
Malam harinya saat Edwin mengantar Alexa pulang. Diam-diam Andi menghampiri Edwin setelah Alexa masuk ke dalam kamarnya.
"Edwin?" panggil Andi
"Andi? Kamu koh bisa ada di sini?" tanya Edwin kaget.
"Nanti aku jelaskan. Tapi aku ingin ngomong sesuatu sama kamu," ujar Andi.
"Mau ngomong apa?" tanya Edwin.
"Jangan di sini. Gimana di kafe sebelah," ujar Andi.
__ADS_1
"Boleh,"
Akhirnya mereka pun berjalan menuju kafe yang ada di sebelah hotel karena jika ngomong di situ takutnya Alexa keluar kamar dan mengetahui keberadaan Andi.
Setelah sampai di kafe, mereka berdua langsung memesan minuman. Tak butuh waktu lama hanya dalam hitungan 5 menit, minuman pun sudah ada di depan meja mereka.
"Maksud kamu deketin Alexa itu apa? Bukannya kamu sudah tunangan? Kamu gak bilang ke Alexa tentang status kamu yang sekarang?" tanya Andi beruntun.
"Memangnya kenapa kalau aku deket sama Alexa? Bukankah kamu dan Alexa itu sudah putus tunangan dan ya aku memang sudah punya tunangan di kampung dan Alexa gak tau status aku karena aku bilang padanya kalau aku ini masih single," ujar Edwin ketus.
"Karena aku mencintai Alexa dan aku janji akan membahagiakannya. Dan masalah tunangan aku yang ada di kampung, kamu jangan hawatir. Secepatnya aku akan mutusin pertunangan itu, toh aku gak mencintai tunangan ku. Aku mencintai Alexa apalagi saat di Surabaya, aku dan Alexa sering jalan bareng. Maaf untuk kali ini aku gak bisa ngalah lagi. Dulu aku sudah mengalah dengan membiarkan kalian bersatu, nyatanya kamu sendiri yang melepaskan Alexa untuk pergi dan sekarang aku akan membuat Alexa jadi milikku," ujar Edwin.
__ADS_1
"Aku melepaskan Alexa karena ada alasannya," ujar Andi.
"Apapun alasannya, kamu dan Alexa sudah gak ada hubungan apa-apa lagi dan aku bebas untuk mendekati Alexa dan menjadikan dia milikku seutuhnya," jawab Edwin.
"Baiklah jika memang itu maumu, aku yang akan mengalah sekarang tapi aku mohon tolong jaga Alexa baik-baik, jangan sakiti dia seperti aku yang menyakitinya. Dan aku harap kamu segera menyelesaikan masalah kamu dengan tunangan kamu itu, sebelum Alexa tau status kamu yang sekarang," ujar Andi.
"Kamu jangan hawatir, aku akan segera memutuskan pertunangan aku dengannya. Dan aku harap, kamu jangan deketin Alexa lagi. Biarkan aku bahagia bersama Alexa," ujar Edwin yang berubah egois mungkin karena Edwin gak mau kehilangan Alexa lagi untuk kedua kalinya. Apalagi sudah 3 Minggu ini, Edwin merasa nyaman ada di dekat Alexa. Alexa sangat menyenangkan dan enak di ajak ngobrol. Alexa juga sangat baik dan juga sangat cantik sekali beda dengan tunangannya yang kumuh dan gak bisa di andalkan.
"Baiklah, aku akan kembali ke kota. Aku nitip Alexa ya," ujar Andi tersenyum. Ia menghabiskan minumannya dan menaruh uang 20 rb di atas meja untuk bayar minuman yang ia pesan. Setelah itu ia pun pergi meninggalkan kafe, meninggalkan Edwin yang masih duduk manis menikmati minumannya.
Dulu Andi merebut Alexa dari Edwin dan mungkin saatnya Andi mengembalikan Alexa kepada Edwin karena bagaimanapun mereka saling mencintai.
__ADS_1
Andi akan berusaha ikhlas menerima semuanya.
Sesampai di hotel, Alexa segera siap-siap untuk pulang ke Jakarta. Ia akan kembali ke kontrakannya dan bekerja seperti biasa.