
Joan datang tergesa menyusuri lorong rumah sakit. ia mendapat kabar dari Wisnu kalau Ariani tertusuk orang. dengan kepedualiannya pada gadis itu ia bergegas untuk memastikan keadaan Ariani. ia sampai di kamar rawat Ariani. saat itu Ariani sedang menikmati makan siangnya.
"Joan?",
*U*ntuk apa dia kesini?
"Aku bertemu Wisnu dia bilang kau di rawat disini", Joan memandangi Ariani dan fokus pada lengan gadis itu yang di balut perban.
Ariani sudah selesai dengan makan siangnya. petugas mengambil nampan tempat makan siannya.
"Aku tidak apa-apa" Ucapnya datar. ia tidak suka Joan datang. ini hanya akan memancing keributan kalau Bram tau.
"Aku hanya ingin memastikan keadaan mu saja, Ariani aku masih peduli dengan mu",
Cih, perduli buat apa apa? kenapa kau kemarin memutuskan ku sepihak. dan sekarang setelah aku menjadi milik sahabat mu kau bilang kau masih perduli.
"Aku baik, hanya luka sedikit. kau tau kalau Bram melihat mu disini mungkin dia bisa murka terhadap ku",
"Kau mengusir ku?",
"Benar",
__ADS_1
"Tapi aku hanya ingin melihat kondisimu saja",
"Untuk apa?",
"Untuk apa? Ar sesungguhnya aku masih sayang padamu. aku menyesal telah meninngalkan mu dan membatalkan pertunangan kita".
Terlihat sesal di sorot mata Joan. tapi itu tidak penting lagi buat Ariani. nasi sudah menjadi bubur. kalaupun Bram melepaskannya ia tidak ada keinginan kembali pada si brengsek Joan.
"Kau tau hubungan Bram dan Lisa?",
Ariani memasang wajah sebiasa dan sedatar mungkin ketika nama Lisa disebut.
"Dia mantan kekasih Bram, dan aku yakin dia akan berbuat apapun untuk mengambil Bram dari mu",
"Benarkah?, kalau begitu aku akan berjuang mempertahankan suamiku",.
Bram yang menunggu di balik pintu, mendengar semua percakapan Ariani dengan Joan. mendengar Ariani akan mempertahankannya membuat hatinya tersanjung. Bram bahkan tersenyum salah tingkah.
"Itu artinya dia juga mencintaiku kan?",
"Benar tuan", Hyuk terlihat ikut senang dengan situasi ini. untuk Lisa ia akan memikirkan cara agar tak mendekati tuan Bram lagi.
__ADS_1
Bram membuka pintu kamar perawatan Ariani. disana Joan duduk dan menghadap.Ariani. tangannya hampir mengusap wajah Ariani. tapi Bram datang dan membuat gerakannya canggung.
"Singkirkan tanganmu!", Bram tidak suka bila ada lelaki lain mencoba menyentuh Ariani. Joan menyeringai. ia menarik kembali tangannya. akan ada banyak resiko jika ia menentang Bram sekarang.
"Kau bisa pergi sekarang, Hyuk! bawa Joan keluar",
"Baik tuan",
"Ayo tuan Joan kita keluar". Hyuk mempersilahkan masih dengan nada sopan.
Ariani menggenggam tangan Bram agar suaminya tidak terpancing suasana.
"Maaf sayang, aku tidak tau kalau Joan akan kemari", Ariani menatap iba agar Bram tak marah padanya.
"Kali ini aku maafkan, ini terakhir aku melihat dia berani menemuimu", Sorot mata Bram tak main-main.
"Kalau untuk mempertahan kan mu di sisiku aku harus bersaing dengannya, akan kulakukan. dan kupastikan aku yang menang".
Karena kau sudah bilang akan mempertahankanku sebagai suamimu, aku juga akan berjuang melakukan hal sama dengan mu Ariani.
Bram mengecup ringan bibir istrinya. memandanginya dengan penuh cinta. enatah sejak kapan ia menggilai gadis mungil.di depannya. bahkan bersama Lisa ia tidak pernah merasakan hal yang ia rasakan pada Ariani. dan ia tidak akan membiarkan siapapun memisahkan cinta mereka.
__ADS_1