Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Andi dan Alexa Mulai Dekat


__ADS_3

Setelah Aulia sadar, Adzriel dan Zahra langsung membawanya pulang ke rumah. Ayunda juga ikut pulang sedangkan Alexa pulang belakangan karena ia masih ada jadwal operasi sampai jam setengah lima sore.


Setelah selesai operasi, Andi datang ke ruangan Alexa.


"Al?" panggil Andi


"Mas Andi, ada apa ke sini?" tanya Alexa


"Maafkan aku atas kejadian tadi siang ya," ucap Andi merasa bersalah.


"Gak papa mas, lagian itu kan gak di sengaja," ujar Alexa tersenyum walaupun hatinya dah dih dug takut kena Omelan aby nya jika sudah pulang ke rumah.


"Walaupun gak gak di sengaja, tetap aja aku merasa bersalah. Aku akan bertanggung jawab. Oh ya, aku sudah nelvon ayah dan ibu aku. insyaAllah besok mereka sudah sampai di Jakarta. Dan malam harinya, aku akan melamar kamu bareng ayah dan ibu aku," ucap Andi


"Itu terserah mas aja deh. Jika memang Mas besok mau melamar aku. Aku akan bilang sama aby dan Umy, biar mereka gak kaget saat mas datang untuk melamar aku," kata Alexa walaupun hatinya masih belum yakin untuk menerima lamaran Andi karena bagaimanapun hatinya masih tertuju pada Edwin.


"Iya. Ya udah aku pulang dulu ya, soalnya aku masih ada urusan," ujar Andi. Yah dia harus beres-beres kontrakannya agar besok saat ayah dan ibunya datang, kontrakan Andi sudah bersih dan nyaman untuk di tempati. Andi juga harus membeli banyak buah dan sayur untuk di taruh di kulkas serta mengisi air galon yang sisa sedikit. Andi juga harus membeli cemilan untuk menjamu kedatangan kedua orang tuanya serta membeli gorden baru, sprei baru sekaligus sarung bantal dan sarung golengnya. Andi juga harus membersihkan kamar mandi yang lantainya sedikit menguning Karen sudah 2 Minggu gak di bersihkan.


"Iya, aku juga ntar lagi pulang," ucap Alexa.


"Kamu hati-hati di jalan," ujar Andi tersenyum.


"Iya," jawab Alexa


Setelah itu Andi langsung keluar dari ruangan Alexa setelah mengucap salam. Sedangkan Alexa juga langsung beres beres lalu iapun juga pulang ke rumahnya.


Sepanjang jalan, Alexa tak henti-hentinya berdoa semoga abunya gak marah sama Alexa atas apa yang terjadi tadi siang. Alexa terus berdzikir hingga tak terasa ia sudah sampai di depan rumahnya.


Alexa segera memasukkan mobilnya di garasi lalu, dengan jantung yang berdebar-debar, ia masuk ke dalam rumahnya.


Ternyata di ruang tamu sudah ada aby dan Umy nya yang menunggu.


"Assalamualaikum aby, Umy." ucap Alexa tersenyum sambil mencium tangan aby dan umynya.


"Waalaikumsalam, sini duduk." ucap Adzriel dengan suara datar. Padahal tadinya Alexa langsung mau masuk ke dalam kamarnya tapi apalah daya, jika sang ayah tercinta menyuruhnya untuk duduk di ruang tamu yang rasanya sangat menegangkan sekali.


Alexa duduk dengan keringat yang mulai keluar padahal ruangan itu berarti AC.


"Kenapa pulangnya lama?" tanya Adzriel

__ADS_1


"Tadi masih ada jadwal operasi," jawab Alexa.


"Sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan rekan kerjamu itu?" tanya Adzriel walaupun ia sudah tau apa yang terjadi tapi ia ingin denger sendiri jawaban itu dari Alexa.


"Gak ada hubungan apa-apa aby, hanya saja aku akhir-akhir ini mulai dekat tapi kami gak ada hubungan apapun." jawab Alexa.


"Aby ingin, kamu menikah dengannya. Aby gak mau ada gosip yang enggak-enggak, lagian kamu sudah dewasa dan rekan kerjamu itu juga sudah dewasa. Aby takut kamu melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di lakukan," ujar Adzriel (Maksud dari ucapan Adzriel adalah seperti, pegangan tangan, pelukan, ciuman kayak pacaran zaman modern seperti sekarang ini)


"Iya aby. insyaAllah, besok malam Mas Andi dan kedua orangtuanya akan datang ke sini untuk melamar aku," ucap Alexa.


"Apakah kamu mencintai pria itu nak?" tanya Zahra lembut.


Tapi Alexa tak menjawabnya.


"Umy tau, kamu mencintai orang lain dan orang itu gurunya Ayunda," ucap Zahra namun Alexa sudah gak kaget karena ia yakin apapun yang ia lakukan, aby dan Umy nya pasti tau.


"Tapi orang itu sudah pergi ke kampungnya Umy, mungkin memang aku dan Mas Edwin gak berjodoh." jawab Alexa.


"Tapi apakah kamu akan menerima lamaran Andi, rekan kerjamu itu?" tanya Zahra, yang berusaha ngomong dari hati ke hati.


"Iya Umy, karena aku sendiri yang menyuruhnya untuk melamar aku," jawab Alexa.


"Karena Mas Andi sangat menyayangi dan mencintai aku. Walaupun sudah aku tolak berkali-kali, Mas Andi tetap berjuang untuk mendapatkan aku. Aku bisa merasakan bahwa Mas Andi tulus sayang sama aku. Memang saat ini aku mencintai orang lain tapi aku percaya, cepat atau lambat. insyaAllah, aku juga akan membalas perasaan Mas Andi. Bukankah cinta itu datang karena terbiasa menjalani hari-hari bersama. Aku yakin, dengan seiring berjalannya waktu, aku bisa mencintai Mas Andi seperti Mas Andi yang juga mencintaiku selama ini," ucap Alexa.


"Aby ingin besok sekalian nikah sirri," ujar Adzriel


"Tapi aby..."


"Kamu gak boleh bantah. Walaupun nikah Sirri, kalian gak harus tidur berdua. Maksud aby menyuruh kalian nikah Sirri agar saat kalian saling bertatapan, pegangan tangan. Tak dosa lagi." ucap Adzriel


"Aku mengerti aby, baiklah. Besok aku bersedia menikah Sirri dengan Mas Andi. Tapi aku akan buat kesepakatan dengan Mas Andi bahwa aku gak akan melakukan kewajiban aku sebagai istri sampai aku dan Mas Andi resmi nikah di KUA," ujar Alexa.


"Baiklah itu terserah kamu, enaknya gimana." ucap Adzriel


"Iya aby, kalau gitu. Aku ke kamar dulu mau mandi," ujar Alexa yang hanya di jawab dengan anggukan kepala.


Alexa pun segera masuk ke kamarnya, karena takut jika aby dan Umy nya akan nanya yang macam-macam.


Di dalam kamar, Alexa mengambil hpnya dan mengirim pesan kepada Andi.

__ADS_1


"Assalamualaikum mas," (Alexa).


Tak lama kemudian, ada pesan masuk


"Waalaikumsalam," (Andi)


"Mas, ada yang ingin aku omongin," (Alexa)


"Mau aku telpon sekarang, atau aku ke rumah kamu?" (Andi)


"Gak usah, ngomong nya lewat chat aja," (Alexa)


"Oh gitu, iya udah gak papa. Bay the way, kamu ngomong apa?" (Andi)


"Aby pengen besok mas datang, kita langsung lamaran dan nikah Sirri," (Alexa)


"Kamu serius?" (Andi)


"Iya, Mas gak keberatan kan?" (Alexa)


"Enggak, Mas sih malah seneng banget," (Andi)


"Tapi mas walaupun aku dan mas sudah nikah Sirri, aku gak mau tidur satu kamar sama mas. Maksud aby, kita di suruh nikah Sirri agar jika berpegangan tangan, saling tatapan dan jalan berdua, gak dosa karena sudah sah di mata agama," (Alexa)


"Baiklah aku setuju, gimana baiknya kamu aja. Aku pasti nurut selagi itu bisa membuatmu bahagia. Aku juga tidak akan meminta hak ku walaupun nanti kita sudah nikah Sirri. Aku akan melakukannya jika kamu ridho dan tentunya jika pernikahan ini juga sudah resmi tercatat di KUA." (Andi)


"Makasih ya mas, terimakasih karena selama inias selalu aja mengalah untuk aku. Terimakasih karena mas selalu pengertian dan juga sangat sabar menghadapi sifat aku," (Alexa)


"Karena mas sangat menyayangi dan mencintai kamu," (Andi)


"Hehe, iya aku percaya. Iya sudah, aku mau mandi dulu ya," (Alexa)


"Iya, Assalamualaikum." (Andi)


"Waalaikumsalam," (Alexa)


Setelah itu, Alexa segera menaruh hpnya kembali dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Walaupun Alexa gak mencintai Andi tapi dengan sikap Andi yang seperti itu, membuat Alexa merasa nyaman.

__ADS_1


__ADS_2