Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
status sosial


__ADS_3

di dalam mobil . " Apa zaman sekarang perbedaan status sosial masih terus melekat , " Ucap lifah


" nyatanya hal itu tak ikut tergerus waktu bagi sebagian orang yang masih menganut nya " seru Ian


" Cih , tak masuk akal . Lalu bagaimana dengan nasibnya si miskin " ucap lifah


" Ucapan ibel , tak usah kau anggap serius "


" Ouh dia memang sedikit menyebalkan . Tapi aku tahu pasti dia punya alasan melakukan itu , " ujar lifah " ah aku laper , mana aku juga belum sedikitpun menyentuh steak nya " lirih lifah yang begitu tergiur melihat steak tadi


" Akan ku beli kan nanti " ucap Ian


" Oh Benar ya ? , Janji . Kau sudah bilang akan membelikan nya ! " Sahut lifah antusias


" He'um " angguk Ian tersenyum


" Mau ku kasih tahu makanan yang tak kalah enak ? , Kau laper juga kan .. " ucap lifah


Kali ini ian memang juga laper , " di mana ? " Tanya Ian


" Ikuti arah yang ku bilang saja .. " ujar lifah menunjukkan arahnya.


Tak jauh dari perjalanan mereka pun sampai , di sebuah tempat seperti pasar malam kiranya di sana terdapat street food sepanjang jalan dan juga stand - stand permainan tak lupa juga biang Lala ikut menghiasi hiburan di sana .


" kau bisa lihat . tempat ini berada di tengah-tengah antara bangunan-bangunan tinggi menjulang dan juga perumahan - perumahan kecil . Lihat para pengunjung nya mereka tampak begitu senang bersama keluarga mereka bermain menikmati hiburan di sini , Bagi mereka para penduduk perumahan kecil mungkin ini bisa di bilang sebagai mall , tapi kau juga bisa lihat orang-orang di jendela bangunan tinggi sana mungkin mereka hanya dapat melihat nya tanpa bisa pergi ke sini , karena apa ? Karena status sosial pasti nya . Apa kau pernah ke tempat seperti ini sebelumnya ? " Seru lifah


" Kau salah kalau mengira aku baru ke tempat seperti ini , di Korea juga ada tempat semacam ini . Persis "


" Kalau begitu , disana . Kita akan makan mie ayam di sana . Mie ayam di sana enak sekali tak kalah enaknya dengan mie ayam di restoran , dan es teh nya juga Beuh seger " seru lifah mengangkat alisnya menuju tukang gerobak mie ayam


" oke , kita lihat " Ucap Ian


" Bang , mie ayam 2 . sama es teh manis nya juga " pesan lifah , tak lama pesanan mereka datang


" Tumben mba baru kesini lagi , gak sama yang lain juga ? " seru sang penjual mie ayam


" Iyah nih bang , biasa . sok sibuk hehe " ucap lifah yang sudah akrab dengan bapak-bapak penjual mie ayam


" Kau sering ke sini ? " Tanya Ian


" Ya , dengan qayla dan juga Melda . ini adalah mie ayam favorit kita . Cobalah ! " ujar lifah menyeruput mie ayam , " emm lama sekali rasanya aku tidak sebahagia ini " gumam lifah terus menyantap mie ayamnya .


Ian pun memakannya , dan setelah satu kunyahan " wah , luar biasa rasanya .. " ucap Ian


" Aku benar bukan , rasanya enak ! "


" Bangetttt , wah aku rasa ini akan jadi mie ayam favorit ku juga " ucap Ian terkesima dengan rasa dari mie ayam nya , padahal secara tampilan mie ayam ini super duper biasa aja sama kaya pada umumnya mie ayam . tapi soal rasa best banget . ian bahkan menghabisi semua nya tanpa tersisa .


Setelah selesai , " bagaimana kita melihat-lihat nya dulu ? " Ucap Ian . Yang tentunya di anggukan lifah


" seperti nya mereka menyewakan sepeda , kita naik itu saja untuk berkeliling melihat-lihat " ujar Ian menyewa nya

__ADS_1


" Hei ! Kita jalan kaki saja .. " seru lifah


" Lebih efesien menggunakan sepeda , ini naiklah " ucap Ian


" Aku tidak mau .. " sahut lifah menolak nya


" Hiyaa , tidak mungkin kau tidak bisa menaikinya . "


" Kalau iya kenapa ? , Lagi pula emang ada larangannya Kalau tidak boleh tidak bisa menggunakan nya ! "


" Wahh , semua orang bahkan bisa menggunakan sepeda bahkan orang bodoh sekali pun " yang membuat lifah melihat nya sinis


" Oke , naiklah . Aku akan mengajari mu cara menggunakannya . "


" Percuma saja , qayla dan Melda saja menyerah mengajariku ! . Karena aku memang tidak bisa "


" Bisa , Kau hanya perlu keseimbangan dan mengayuh pedal sepeda nya saja , jangan khawatir ada aku di belakang mu . aku akan memegangi nya terus dari belakang , " ucap Ian meyakinkan lifah


Kata-kata Ian membuat lifah terdiam lalu segera sadar " Benar ya , pegangin dari belakang . Jangan berani-berani melepaskan nya " sahut lifah mulai mengayuh ,


" Ini mudah , kalau kamu bisa naik motor itu berarti kamu juga bisa menaiki sepeda . Mereka hampir sama " jelas Ian memegangi sepeda dari belakang


Percobaan pertama gagal , kedua dan ketiga juga gagal bahkan lifah juga benar-benar putus asa . Dan saat percobaan keempat , Ia dengan tekat sepenuhnya mengayuh gerakan pedal sepeda . " Oh , oh ya benar seperti itu terus kayuh " ucap Ian


" Wahh , aku bisa .. ian jangan di lepas pegangan nya ya . Jangan kau lepas " ujar lifah , yang tahunya ternyata sudah di Ian lepas sedari tadi .


" Sudah ku bilang kan pasti bisa " seru Ian tersenyum , yang tentunya di balas senyuman bahagia lifah karena ia bisa menaiki sepeda


" Tidak , aku cukup melihat mu saja " sahut Ian , " hei , kau harus terus memutar nya " ucap Ian


" Aku tahu ! " Sanggah lifah yang tahu dia salah , " oh , kenapa seperti ini " gumam lifah


" Eih benar-benar , seperti ini . Lakukan begini " ujar Ian membantu tangan lifah . Ian cukup pegal melihat lifah yang sudah tertinggal jauh dengan yang lain


Spontan membuat lifah gugup , karena posisinya Ian tepat di belakangnya dan tangan nya juga di pegang Ian , " kau harus lakukan seperti ini . Agar bentuk permukaan cengkung nya sempurna " seru Ian cuek tak seperti lifah yang canggung


" Aku tahu ! , Aku bilang aku tahu " ujar lifah menghentikan ian dan menepis rasa canggungnya


Saat bagian menghias , lifah menyerah karena ia tahu kreasi menggambar nya tak terlalu bagus . Lalu ia menyerahkan nya pada Ian dan pergi membersikan tangan nya


Tak lama setelah lifah kembali , Ian tersenyum menunjukkan hasil hiasannya , yang membuat lifah tercengang tawa melihatnya karena . wah hiasannya benar-benar hanya abstrak garis-garis dan juga berupa bulat-bulat .



Kemudian mereka keluar dengan membawa paper bag hasil karya tadi ,


" Sudah jam segini , aku akan mengantarmu pulang " ucap Ian melihat jam tangannya dan mereka pun berjalan kaki keluar dari pasar malam , di pertengahan jalan . Kami berpapasan dengan seorang anak kecil perempuan di banyak nya para pengunjung yang berlalu lalang dengan dua arah . Anak itu tengah menangis sesenggukan kebingungan bahkan tak dapat lagi menangis karena saking lamanya menangis ,


Ian mendekati nya , " kamu kenapa menangis sayang ? " tanya Ian menghapus air mata anak itu . Anak itu terus-menerus menyebut ibu dan ayahnya


" Apa kau kehilangan ibu dan ayahmu ? " Lirih Ian menggenggam tangan nya , lalu di anggukkan anak itu

__ADS_1


" Baiklah , jangan menangis lagi ya . Kita akan cari ibu dan ayah mu " seru Ian lembut menghapus kembali air mata anak itu yang sudah mulai diam .


Hal ini membuat lifah berdecak kagum dengan apa yang ian lakukan , ia bahkan begitu mengayomi dan lembut menenangkan anak kecil itu .


" Kita cari orang tua anak ini dulu ya ? " Ucap Ian menoleh pada lifah , yang membuat lifah tersadar dari henyakan nya lalu mengangguk setuju .


Ian menggendong anak itu , menuju tempat panitia penyelenggara . Dengan lifah yang berjalan mengikutinya , awalnya mereka terus bareng tapi karena banyaknya orang tiba-tiba pula lifah kehilangan Ian di depannya . Lifah menoleh sana sini mencari tapi tak melihat sosok Ian ,


" Di sini . " Seru ian , " aku bisa kehilangan mu nanti ... " ujar nya menggenggam tangan lifah sambil terus berjalan agar lifah tak tertinggal selama menuju panitia , lifah hanya diam menatap ian yang menggenggam nya sambil menggendong anak kecil itu .


Sesampainya di tempat panitan penyelenggara . seorang ibu-ibu tengah menangis di tenangkan panitia yang sedang mengumumkan kehilangan anaknya . Sementara anaknya di gendongan Ian tersenyum menunjuk kalau itulah ibunya dan anak itu pula teriak memanggil ibunya yang langsung saja di peluk lega sekali senang oleh sang ibu meskipun raut kecemasan masih tertera di wajah ibu itu ,


Jujur saja aku ikut senang melihatnya ..


" Terimakasih banyak , terimakasih.. " ucap sang ibu


" Iya sama-sama Bu " seru Ian . Saat mereka hendak pergi ,


" Ah , sorry .. " ucap Ian yang sadar akan genggaman tangan nya lalu melepaskan .


" aku ini bukan anak kecil , mana mungkin aku akan hilang " ujar lifah


" Aa.. tadi itu terus apa namanya . Kalau aku tidak kembali " sahut Ian tersenyum masuk mobil dan mereka pun pergi



" Ish ! " Gumam lifah melirik sebal sebelum masuk mobil


🌻🌻🌻


" Jangan lupakan tembikar nya " seru Ian memberikan paper bag . Yang di terima lifah


" Tengkyu .. udah ngebantu di smiling flower , ya meskipun pamrih si yah .. " lirik lifah ,


" tengkyu juga udah ngajarin naik sepeda . Itu menyenangkan " seru lifah tersenyum membuka pintu mobil keluar


" Hei , aku juga ingin berterimakasih karena sudah membantu ku " ucap Ian tersenyum .


Manis sekali ..oh kenapa bisa senyum nya semanis itu .. batin lifah terhenyak lalu segera mungkin menyadarkan diri nya kembali


" Jangan lupa ! Kau harus membelikan ku steak !. " Seru lifah masuk gerbang


Sementara membuat Ian tertawa , melajukan mobilnya pergi ..


Di dalam kamar , lifah tersenyum meletakkan tembikar tanah liat nya di nakas meja koleksi hiasan nya . Bayang-bayang Ian terus saja melekat saat ia melihat tembikar itu ,


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻


__ADS_2