
Setelah Axel selesai rapat, Ia pergi ke resto yang tak jauh dari kantornya. Karena ini sudah waktunya makan siang. Namun saat ia tiba di resto ia melihat Alesha yang lagi duduk santai makan sendirian.
Ia pun menghampirinya, "Alesha," ucap Axel yang membuat wanita itu menoleh ke arahnya.
"Mas Axel, ngapain di sini?" tanya Alesha kaget
"Aku mau makan siang .Kamu di sini sama siapa?" tanya Axel.
"Sama Aby. Tapi Aby ada urusan, jadi dia pulang duluan," jawab Alesha.
"Oh. Aku boleh duduk di sini?" tanya Axel.
"Boleh, silahkan," jawab Alesha tersenyum. Axel pun duduk di kursi yang ada di depannya. Axel juga memesan minuman dan makanan kesukaannya.
Sambil nunggu pesanannya datang, Axel pun mengajak Alesha ngobrol.
"Kamu habis ini ngapain?" tanya Axel.
"Aku kayaknya mau ke toko buku, mau beli novel," jawab Alesha.
__ADS_1
"Kamu suka novel?" tanya Axel.
"Iya aku suka novel islami. Kalau aku gak ada temen dan aku jenuh, aku sering menghabiskan waktuku dengan baca novel," jawab Alesha tersenyum.
"Bolehkah nanti aku temenin kamu, buat beli novel?" tanya Axel.
"Jika Mas Axel gak sibuk, Mas Axel boleh nemenin aku," jawab Alesha ramah. Dengan begitu ia bisa punya teman ngobrol dan gak pergi ke toko buku sendirian.
"Aku gak sibuk," jawab Axel.
Saat mereka lagi asyik ngobrol, pelayan datang dengan membawa makanan dan minuman yang di pesan oleh Axel.
"Aku udah makan, masih kenyang. Nih piring dan gelasnya masih ada di sini. Mas aja yang makan, aku akan nemenin sampai Mas selesai makan,"
"Iya udah, aku makan dulu,"
Setelah itu, Axel pun makan dengan sangat nikmat. Belum pernah sebelumnya, ia makan senikmat ini. Padahal makanan yang ia pesan adalah makanan yang bahkan hampir tiap hari ia makan. Tapi sekarang ia merasa ada yang berbeda, mungkin karena ia makan sambil di temani oleh Alesha.
Selesai makan, Axel membayar semua makanannya termasuk apa yang di makan oleh Alesha dan calon mertuanya yang katanya sudah pulang duluan karena ada urusan.
__ADS_1
Setelah selesai bayar uang makan, Axel dan Alesha segera pergi ke kantor Axel terlebih dahulu karena ada urusan yang harus ia selesaikan. Setelah selesai barulah mereka pergi ke toko buku dengan mobil. Axel mengendarai sendiri sedangkan Alesha ia duduk di kursi depan samping Axel.
Axel entah kenapa merasa grogi dan salah tingkah begitupun dengan Alesha. Ia memilih diam dan melihat keluar jendela sedangkan Axel, ia sesekali mencuri-curi pandang ke arah Alesha.
Axel melihat Alesha begitu cantik dengan gamis berwarna hitam dan juga hijab berwarna hitam yang sangat panjang. Alesha terlihat sangat cantik bahkan lebih cantik dari Afifah.
"Al?" panggil Axel.
"Iya mas?" jawab Alesha sambil menoleh ke arah Axel.
"Aku senang bisa jalan bareng sama kamu kayak gini," ujar Axel mengungkapkan isi hatinya.
"Benarkah? Apakah mas sudah melupakan wanita yang mas cintai?" tanya Alesha
"Iya aku belajar untuk melupakannya dan belajar mencintai kamu. Karena bagaimanapun saat ini kamulah calon istri aku. Jadi hanya kamu yang pantas ada di hati aku, bukan wanita lain," jawab Axel.
"Aku senang mendengarnya. Semoga kelak kita bisa membina keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah tanpa ada pihak orang ketiga di antara kita,"
"Iya semoga aja," ujar Axel tersenyum.
__ADS_1
Gak terasa mereka sudah sampai di depan toko buku. Axel segera memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menuju toko buku.