Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
140. Berita Pagi


__ADS_3

"Aku kerja apa sekarang ?"


"Menjadi wakil papa dan mulai besok Franda menjadi asisten mu!"


"Apa !" Aku melotot mendengarnya dan spontan berteriak.


"Kakakmu Arvin sudah membantu papa, apa kamu tidak ingin membantu papa juga? Kamu bisa belajar dengan menjadi wakil papa kan!"


"Aku tidak sanggup kalau harus berada di posisi itu."


"Kamu belum mencoba kenapa bilang tidak sanggup, kamu hanya membantu papa.


"Aku kan berencana membantu mama mengurus kafe."


"Haha kamu memang tidak punya minat kerja di kantor. Ya udah mulai besok bantu mama ngurus kafe."


"Makasih papa ku sayang." Ucapku sambil memeluk papa.


"Sekarang selesaikan kerjaanmu sana !"


"Siap bos !" Aku bergegas berjalan keluar kearah meja kerjaku ,disana ada Zain dan Lando yang sepertinya masih menungguku.


"Kia aku minta maaf karena kemarin telah membentak mu," ucap Lando.


"Santai aja. Oya karena hari ini aku terahkir kerja jadi mari kita selesaikan serah terima pekerjaan ini secepatnya."


"Habis ini kamu mau ngisi posisi apa,?" tanya Zain.


"Aku mau bantuin mama mengurus kafe aja, yang lebih santai. Tidak menjadi wanita karier yang terikat dengan peraturan kantor."


"Aku berharap kamu berhenti bukan karena kejadian yang menimpa mu selama kerja di sini," ucap Zain.


"Tidak, pada dasarnya aku tidak mau ambil pusing ucapan orang terhadap ku. Kemarin aku tersulut emosi karena mas Lando sempat membentak ku."


"Maaf,"ucap Lando.


"Tida apa-apa aku maklum namanya juga lagi emosi."


"Kami belum mendapatkan pengganti Lando yang cocok. Sementara Lando mencari pengganti dan menyelesaikan pekerjaannya, bisa tidak supaya Kia tetap bekerja."


"Berapa lama ?"


"Mungkin sekitar 3 hari."


"Oke 3 hari tidak kurang dari itu."


"Terima kasih Kia," ucap mereka berdua kompak. Setelahnya mereka kembali ke ruangannya masing-masing dan meneruskan pekerjaan mereka.


Karena terlalu serius aku sampai tidak sadar jam pulang kantor sudah lewat 30 menit.

__ADS_1


"Papa pulang saja aku mau naik taxi online saja nanti. Oya pak mas Lando minta aku waktu 3 hari untuk menyelesaikan pekerjaannya, sebelum mengambil alih!"


"Terserah asalkan kamu tidak keberatan. Nanti pulang mau di jemput Arvin ."


"Tidak usah pa, aku sudah cukup dewasa untuk naik ojek online."


"Ya udah hati-hati papa pulang duluan."


Pukul 8 malam pekerjaanku baru selesai, aku tidak menyangka Raka juga pulang malam.


"Lembur jam segini baru pulang?"


"Tidak cuma menyelesaikan pekerjaan sebelum berhenti." Jawabku,karena aku tidak pernah pulang setelah adzan Maghrib. Jadi hari ini termasuk kepulangan ku paling malam.


"Ayo aku antar !" Ucap Raka sambil menarikku untuk mengikutinya menuju parkiran motor.


"Aku kan belum setuju kenapa langsung ditarik saja sih,"gerutuku.


"Karena aku tidak terima penolakan !"


"Dasar pemaksaan."


Sudah dasarnya aku pulang dengan Raka karena terpaksa, eh di tengah jalan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Karena kebetulan ada hotel melati, Raka menghentikan motornya di hotel melati.


"Ko berhenti di sini?"


"Hujan deras, jalannya gak kelihatan aku pesan taksi online saja ya buat kamu !"


"Aku ya menunggu hujannya reda lah."


"Ya udah gw temani,tapi gw telpon orang rumah dulu biar mereka tidak cemas. Lagian jika pesan taxi online juga susah kalau cuacanya begini."


Setelah menghubungin papa, hujan semakin lebat. Sampai pukul 10 malam hujan belum ada tanda-tanda mau reda. Malahan di beberapa titik menuju kearah rumahku, jalanan di tutup karena banjir.


"Bagaimana kalau kita istirahat saja di sini!" Usul Raka melihat hujan yang semakin deras .


"Ya udah tapi pesan 2 kamar ya!"


Raka hanya mengaguk, tapi apes karena kamar hanya tersisa satu. Karena sebagai kamar sudah di boking buat acara anak-anak SMP yang sedang liburan di Jakarta.


"Maaf cuma ada satu kamar, jika kamu keberatan. Bagaimana kalau kamu istirahat di kamar aku istirahat di lobi."


"Aku rasa tidak masalah selama kamu tidak macam-macam."


"Mau di gorok papa mu aku berani macam-macam sama kamu," canda Raka. Ahkirnya kami menunggu hujan reda, sekalian banjir di beberapa jalan menuju rumahku surut dengan istirahat di hotel melati. Tidak terjadi apa-apa diantara kami, kami murni tidur hingga pukul 3 pagi aku membangunkan Raka.


"Ada apa?" Tanya Raka setelah aku membangunkan tidurnya.


"Hujan sudah reda dari tadi , dari radio juga di informasikan banjir sudah mulai surut. Jadi aku pamit pulang duluan, kamu teruskan saja istirahat mu di kasur."

__ADS_1


"Aku antar pulang ini."


"Tidak usah aku bisa pulang sendirian!"


"Ini pukul 03.00 pagi Kia, bukan pukul 03.00 sore. Tunggu aku cuma mau mencuci muka dulu!"


Aku tidak bisa menolak Raka, setelah mencuci muka Raka mengantarku aku pulang.


"Kamu pakai jaketku, habis hujan cuacanya sangat dingin !" Ucap Raka sambil melepaskan jaketnya.


"Tidak usah, kamu di depan lebih membutuhkan dari pada aku."


"Jika kamu menolak ,aku akan gedong kamu dan aku kurang didalam kamar hotel lagi mau!"


"Tidak,"ucapku sambil menggelengkan kepalaku.


"Bagus sekarang sini pakai ini biar tidak kedinginan !" Ucap Raka sambil memakaikan jaketnya padaku.


Meski sudah surut tapi beberapa ruas jalan masih di genangi air, membuat motor Raka tidak bisa melaju cepat .


"Terima kasih !"


"Aku senang melakukannya,"ucap Raka sambil memakai kembali jaket yang baru aku pakai.


Aku sampai rumah langsung sholat subuh dan tidur lagi , hingga aku kesiangan pukul 8 pagi baru bangun.


"Ma , papa dah berangkat ya?"


"Sudah 5 menit lalu, katanya ada urusan penting."


Karena kesiangan aku putuskan ke kantor memakai motor , biar tidak telat.


"Kia kamu tau tidak ternyata Raka itu anak orang kaya?" Tanya Safitri menghampiriku yang baru duduk.


"Kia sudah tahu dari dulu, Kia pernah cerita padaku. Tapi aku tidak percaya,jadi aku pikir Kia asal ngomong ." Ucap mbak Franda yang juga ikut bergabung. Aku yang masih bingung dengan pertanyaan mereka berdua, yang pagi-pagi bahas Raka hanya diam. Sampai Raka datang bersama papa, membuat mereka yang menggosipkan Raka membubarkan diri.


"Kia ke ruangan papa sekarang nak."


"Iya pa." Aku masuk di ikut Raka di belakang ku, aku hanya mengagap papa akan membahas pekerjaan sebab ada Raka juga Dudu di sampingku.


"Kia suda tahu berita ini." Ucap papa sambil menyerahkan iPad nya padaku.


📷📷📷


Nampak ada 3 fotoku dengan Raka. Foto pertama Raka menggadeng ku keluar dari hotel. Foto kedua Raka Sedang memaksaku memakai jaketnya dan foto ketiga, Raka sedang memakaikan jaketnya padaku. Di ketiga foto itu wajah ku tak nampak jelas, di foto pertama aku menundukkan. Di foto kedua dan ketiga hanya punggungku yang terlihat.


Berita Pagi


Caraka Tirta Rudyatmo, putra kedua Rudyatmo pemimpin Rudy group. Tertangkap keluar dari kamar di hotel melati pukul 3 pagi bersama seorang wanita.

__ADS_1


Sampai saat ini belum jelas siapa wanita tersebut, wanita malam atau pacar nya pangeran Rudy group.


__ADS_2