
Keesokan harinya, Adzriel dan Zahra menyetak undangan. Sebenarnya kemarin mereka sudah menyetak undangan banyak bahkan ribuan, hanya saja undangan yang mereka cetak atas nama Afifah.
Dan mereka ingin mengganti nama Afifah dengan nama Alesha.
Sedangkan Axel, ia pergi ke kantornya untuk memimpin rapat dengan beberapa orang yang dari luar negeri. Karena memang ini rapat yang sangat penting yang gak bisa di gantikan oleh orang lain. Axel harus hadir sendiri karena ini menyangkut bisnisnya. Axel ingin melebarkan sayapnya agar bisa menjadi raja bisnis yang bisa menaklukkan banyak bisnis dari dalam negeri maupun luar negeri.
Sedangkan Ayunda, ia pergi ke sekolah setelah beberapa hari, ia libur sekolah. Dan Aulia, ia memilih tetap diam di rumah, untuk menemani keluarga Andi.
Alexa dan Andi sendiri, mereka pergi ke rumah sakit, karena banyak korban kecelakaan sehingga tadi mereka berdua di telfon untuk segera datang dan membantu dokter lainnya yang sudah kewalahan karena terlalu banyak pasien yang datang.
Memang beberapa jam yang lalu ada kecelakaan beruntun yang menyebabkan beberapa orang meninggal di tempat, ada yang meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit, ada yang kritis dan juga ada yang patah tulang, namun ada juga yang hanya pingsan.
Andi dan Alexa sibuk banget, mereka istirahat sejenak untuk makan siang dan sholat dhuhur sebentar lalu lanjut lagi kerja sampai jam 4 sore.
Setelah jam 4, barulah mereka bisa bernafas lega.
Alexa mengajak Andi pergi ke kafe sebelum pulang ke rumahnya untuk melepas rasa lelah dan juga Alexa ingin menceritakan sesuatu agar Andi tak kaget saat mengetahuinya.
"Mas?" panggil Alexa.
"Iya sayang," jawab Andi tersenyum ramah.
"Sebelum pulang kita ke kafe dulu ya," pinta Alexa.
__ADS_1
"Boleh. Kafe mana?" tanya Andi yang memang selalu mengiyakan apa yang di minta kekasihnya itu.
"Di ujung sana aja," ujar Alexa sambil menunjuk kafe yang ada di sebrang jalan.
"Iya udah, ayo." ujar Andi.
Mereka pun berjalan menuju kafe yang ada di sebrang jalan sedangkan mobilnya masih terparkir di parkiran rumah sakit.
Mereka duduk di dekat jendela dan memesan Taro Milk Tea dan Es Timun Nata de Coco.
Sambil nunggu minuman datang, Alexa pun mulai membuka suara.
"Mas ada yang ingin aku omongin sama kamu," ujar Alexa.
"Apa sayang?" tanya Andi.
"Alesha?"
"Iya mas. Alesha adalah wanita yang di jodohkan dengan Kak Axel karena dia gak bisa nikah dengan Afifah karena sesuatu,"
"Hemm gitu. Aku gak akan tanya sesuatu itu apa, aku cuma berdoa semoga Axel bisa bahagia dengan pasangannya. Aku percaya jodoh itu sudah ada yang mengatur. Mungkin memang jodohnya Axel itu adalah Alesha,"
"Alesha wanita yang sangat cantik. Apakah mas akan menyukai dia?" tanya Alexa, dia memang takut Andi akan menyukai Alesha mengingat wajahnya yang super cantik bahkan lebih cantik dari dirinya.
__ADS_1
"Bagi aku wanita tercantik di dunia ini cuma ada dua," jawab Andi tersenyum.
"Dua?" tanya Alexa heran.
"Iya ibuku dan kamu," jawab Andi yang membuat Alexa jadi tersipu malu.
"Ih mas bisa gombal juga ya,"
"Aku gak gombal sayang, aku bicara sesuai fakta. Kamu memang cantik, sangat cantik makanya aku jatuh hati sama kamu," ujar Andi.
"Kalau aku sudah gak cantik lagi, apakah mas tetap akan mencintaiku?" tanya Alexa.
"Tentu karena kamu sudah ada di hati aku dan aku akan selalu memperjuangkan kamu agar bisa memiliki kamu seutuhnya. Walaupun kamu berubah jelek sekalipun, aku tetap akan mencintai kamu. Kemarin, saat ini dan seterusnya, hanya kamu wanita yang aku cintai setelah ibuku," jawab Andi.
"Makasih ya mas, karena sudah mencintaiku dan mau menjadi suamiku,"
"Bukan suami tapi masih calon hehe. Aku yang terimakasih sayang, kamu sudah mau milih aku, pria kampungan, sederhana dan hanya dengan wajah yang pas Pasan. Sedangkan kamu, kamu sangat cantik, kaya, pintar, sholehah, baik, ramah dan keluarga mu juga sangat terpandang. Bahkan kadang aku merasa aku dan kamu seperti langit dan bumi, kadang aku merasa gak pantas buat kamu, mengingat aku ini hanya laki-laki biasa yang tak ada istimewanya,"
"Kata siapa Mas Andi gak istimewa. Mas Andi itu sangat-sangat istimewa. Aku bersyukur Allah mempertemukan kita, apalagi bentar lagi kita akan jadi pasangan yang halal. Aku bahagia mempunyai calon suami seperti Mas Andi," ucap Alexa tersenyum.
"Oh ya apakah kita akan mengundang Vita dan Edwin untuk hadir di pernikahan kita?" tanya Andi.
"Tentu mas, aku ingin mengundang semua orang agar mereka tau, bahwa laki-laki tampan yang kini ada di hadapanku akan segera menjadi milikku dan orang lain tak boleh mengambilkan karena aku tak akan membiarkan semua itu terjadi," ujar Alexa tersenyum yang membuat Andi terharu dengan. kata-katanya.
__ADS_1
Saat mereka asyik ngobrol, tiba-tiba pelayan datang membawa minuman pesanan mereka. Mereka pun menikmati minuman yang ada di hadapan mereka dan setelah itu mereka lanjut ngobrol. Setelah minumannya habis, mereka pun segera pulang.
Namun di tengah perjalanan, mereka berhenti di masjid karena mereka belum sholat ashar sedangkan ini sudah hampir jam 5. Mereka tak mau melewatkan sholat apapun alasannya.