
Joan mengingkari jika anak dalam kandungan Lisa adalah anaknya. ia menolak bertanggung jawab, bahkan setelah ia melihat bukti bukti yang di berikan Hyuk. Lisa akan menuntut Joan jika ia tidak segera bertanggung jawab. karena keributan ini di ketahui media, Joan di turunkan dari posisinya sebagai direktur di perusahaan Winata. ia sekarang hilang bak di telan bumi entah kemana.sementara Lisa, ia berniat keluar negeri dan hidup menetap disana.
***
Ariani lama sekali di dalam kamar mandi. Bram terpaksa mengenakan dasinya sendiri. beberapa kali ia mengetuk pintu kamar mandi hanya ada jawaban yang menyuruh nya menunggu.
"Ariani", panggil Bram lagi. pintu kamar mandi di kunci jadi Bram tak bisa langsung masuk.
"Sebentar sayang". terdengar suara muntah dari dalam kamar mandi.
"Kau sakit?", Bram mulai khawatir.
"Tidak sayang, hanya masuk angin",
"Baik keluarlah sekarang atau aku dobrak pintu ini!", tak lama Ariani keluar dari kamar mandi. wajahnya pucat. ia memegangi perutnya. terasa mual. Bram yang melihat kondisi Ariani segera memanggil bibi Nam.
"Panggilkan dokter keluarga", perintah Bram
"Baik tuan",
"Tidak perlu sayang, aku hanya....", Ariani jatuh pingsan. untung Bram sigap menangkap tubuh Ariani sehingga tidak membentur lantai. Bram berteriak dan membangunkan seisi rumah. Petra bergegas menaiki tangga menuju kamar Bram. Petra terkejut melihat Ariani di atas tempat tidur. Bram dan bibi Nam panik.
__ADS_1
"Ada apa kak?"
"Nona pingsan", jawab bibi Nam
"Kenapa bisa pingsan",
"Keluar!", bentak Bram. adiknya itu malah membuat kepalanya pusing dengan pertanyaan bodohnya.
"Baik aku akan diam",
tak lama dokter datang di anatar Hyuk menuju kamar Bram.
"Semua boleh keluar kecuali tuan Bram", begitu kata dokter.
"Ada apa dokter?, jangan membuatku takut",
"Selamat tuan",
"Selamat apanya dokter?".
"Anda akan jadi ayah, nyonya Ariani hamil. kehamilannya belum samapai 2 minggu. silahkan periksakan ke dokter kandungan agar lebih tepat",
__ADS_1
Bram tertegun. ia mencubit pipinya. benarkah ia akan jadi ayah. wajahnya sumringah. ia menghujani Ariani dengan ciuman ketika istrinya tiu mulai sadar.
"Sayang kau akan jadi ibu dan aku jadi ayah. kita akan punya anak", kata Bram penuh bahagia. Ariani pun terkejut tapi ia bahagia sekali. Kedua nya sedang menikmati kebahagiaan karena akan memiliki bayi. sementara Hyuk yang menunggu di dekat pintu kamar juga ikut merasakan kebahagiaan itu. ia memutuskan berangkat ke kantor sendiri dan membiarkan tuannya hari ini libur untuk merayakan kegembiraannya. Hyuk menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. di perjalanan tanpa sengaja mobilnya menabrak seseorang. Hyuk berhenti dan turun dari mobilnya. dibawah mobil sudah terjatuh seorang gadis. dengan kemeja kotak-kotak, celana jeans belel dan rambut yang di ikat ke atas. gadis itu membawa perlengkapan foto. Hyuk menggaruk dagunya. mengamati gadis itu memastikan dia tidak sempat tertabrak tadi karena Hyuk segera menginjak rem mobilnya.
"Kau tidak apa-apa?", tanya Hyuk datar.
"Tuan kau ini bagaimana, kaki ku terluka",
"Benarkah?, kenapa kau tidak hati-hati saat menyebrang. apa ku bawa saja ke kantor polisi urusan ini?",
"Eh tidak perlua tuan aku baik tidak ada masalah. kaki ku juga masih bisa berjalan", gadis itu menciut takut. ia segera berdiri dan berjalan terpincang-pincang menjauh dari Hyuk. Hyuk kembali masuk kedalam mobil. ia menjalankan mobilnya pelan sambil melihat ke arah gadis tadi berjalan. Hyuk tidak tega juga. ia membunyikan klakson mobilnya. gadis itu menoleh dengan ragu mendekati mobil Hyuk. Hyuk membuka kaca jendela dan menyuruh gadis itu masuk. ia berniat membawa ke dokter. sesampainya di klinik terdekat luka gadis itu segera di obati. hanya luka ringan dan tidak berbahaya.
"Terimakasih tuan",
Hyuk diam ia hanya mengikuti gadis itu berjalan menuju pintu keluar klinik.
"Melihat mobil yang kau kendarai serta pakaian yang kau kenakan sepertinya kau bukan orang biasa-biasa tuan",
Hyuk masih diam.
"Baiklah tuan, terimakasih banyak kau sudah mengantar ku berobat. nama ku Keara, jika kita tak sengaja bertemu kau bisa meneriaki ku. akan kutraktir makanan yang kau belum pernah mencobanya", ucap gadis yang ternyata bernama Keara itu. gadis itu berjinjit menepuk bahu Hyuk lalu berjalan pergi dengan senyum manisnya. Hyuk masih memandangnya dari tempatnya berdiri sampai gadis itu menghilang.
__ADS_1
wooow apa ini awal hidup baru sang asisten. kita lihat saja nanti.