Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Pergi Ke Apartemen


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit. Alexa mengajak Andi untuk bertemu Edwin di apartemennya karena kebetulan Edwin mengajak dirinya ketemuan di apartemen.


"Mas ikut aku yuk," ajak Alexa.


"Kemana?" tanya Andi


"Ke apartemen ku," jawab Alexa.


"Ngapain?"


"Ada hal yang ingin aku lakukan di sana," jawab Alexa.


"Baiklah, aku ikut."


Mereka pun berangkat ke apartemen.


"Kamu tumben mau ke apartemen. Ada barang yang ingin kamu ambil?" tanya Andi saat di perjalanan.


"Enggak mas. Tapi aku pengen ketemu seseorang di sana," jawab Alexa.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Andi penasaran.


"Mas Edwin," jawab Alexa.


"Edwin?" ulang Andi karena Andi memang gak tau kalau Edwin ada di Jakarta bahkan ada di apartemen Alexa.


"Iya mas," jawab Alexa.


"Kenapa Edwin bisa ada di apartemen kamu?"


"Maaf ya mas aku gak bilang sama kamu. Sebenarnya tadi malam aku pulang ke Jakarta sama Mas Edwin dan aku menyuruhnya untuk tinggal di apartemen ku. Maaf ...


Aku memberikan dia tempat tinggal karena waktu itu aku belum tau, kalau ternyata dia sudah punya tunangan dan aku juga gak tau kalau Mas Edwin ternyata pembohong,"


"Iya mas, karena bagaimanapun dia harus pulang ke kampungnya. Di sana ada tunangannya yang menunggunya. Aku gak mau memberikan Mas Edwin harapan yang pada akhirnya akan merusak hubungan dia sama tunangannya. Aku mau di kira merebut tunangan orang ataupun merusak hubungan orang lain,"


"Aku gak tau harus jawab apa. Tapi aku akan mendukung setiap keputusan mu. Aku tau, apa yang kamu lakukan, sudah kamu pikirkan dan kamu gak mungkin gegabah dalam melakukan sesuatu,"


"Makasih ya mas. Terimakasih mas selalu ngertiin aku dan selalu mendukung apa yang aku lakukan,"

__ADS_1


"Selama apa yang kamu lakukan itu benar, aku aku akan mendukungmu. Jika kamu melakukan kesalahan, aku akan menasehati kamu,"


"Aku bahagia mas. Kamu begitu sabar menghadapi aku, selalu mengalah dan selalu memaafkan aku walaupun aku sudah membuat hati kamu terluka. Kamu selalu ada buat aku,"


"Karena aku sangat menyayangi dan mencintai kamu. Walaupun kamu menorehkan luka sedalam apapun. Aku akan selalu memaafkan kamu dan aku akan selalu menjadi tempat kamu untuk kembali,"


"Aku wanita bodoh mas. Aku menyia-nyiakan laki-laki seperti kamu hanya demi laki-laki pembohong seperti Mas Edwin,"


"Sudahlah yang terjadi adalah takdir. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi tapi jadikan itu pelajaran untuk ke depannya agar kita lebih hati-hati lagi termasuk aku. Aku juga harus lebih hati-hati karena akan selalu ada orang yang gak menyukai hubungan kita dan menginginkan kita berakhir.


Kita berdoa aja sama Allah agar hubungan kita selalu langgeng sampai maut memisahkan. Aku juga minta maaf karena sudah memutuskan pertunangan kita secara sepihak. Di sini bukan hanya kamu yang salah tapi aku juga.


Tapi sekarang kita sudah bersatu kembali. Masalah berat sudah kita lalui. Tapi kita harus tetap waspada dan hati-hati. Karena bahaya akan selalu mengintai kita.


Entah kenapa aku merasa akan ada bahaya di depan yang akan membuat hubungan kita retak. Aku gak tau apa itu. Aku cuma bisa memohon pertolongan Allah.


Kamu jangan lupa, kamu juga harus sering-sering berdoa. Minta perlindungan sama Allah agar di jauhi dari segala marabahaya dan semoga kita semua selalu ada dalam lindungannya," ujar Andi menasehati panjang lebar.


"Iya mas aku mengerti. Terimakasih karena kamu sudah selalu menasehati aku dan mengingatkan aku ketika aku salah,"

__ADS_1


"Iya," ucap Andi tersenyum.


Tak terasa mereka pun sudah sampai di depan apartemen. Andi segera memarkirkan mobilnya lalu mereka turun dari mobil dan berjalan menuju apartemen Alexa. Yang ada di lantai 7.


__ADS_2