Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Menjajal Makanan di Pinggir jalan


__ADS_3


Jam 3 sore setelah sholat ashar, Aksa pun mengajak Balqis jalan jalan menaiki mobil, mobil yang pernah di pakai oleh Balqis beberapa tahun sebelum berangkat ke luar negeri.


Walau mereka mempunyai sopir namun Aksa memilih untuk menyetir sendiri.


"Kita mau kemana yank?" tanya Aksa.


"Gak tau, pokok jalan aja deh. Muter muter siapa tau nanti ada yang membuat kita tertarik." Jawab Balqis.


"Iya deh." Aksa pun menytir menyelurusi jalan tanpa tau tujuan.


Setelah sekitar 20 menit, tiba tiba Balqis melihat ada bakso di pinggir jalan.


"Yank, kamu berhenti di warung bakso itu ya." Ucap Balqis sambil menunjuk ke warung Bakso Pak Solo.


"Oke."


Aksa pun menghentikan mobil di samping warung itu. Setelah itu mereka pun keluar dari mobil lalu berjalan menuju warung bakso.


"Mau pesan apa mbak, mas?" tanya bapak bapak yang namanya Bapak Solo.


"Saya pesan bakso beranak satu sama es teh satu." ucap Balqis sambil duduk di kursi kayu.


"Saya bakso biasa yang kecil kecil aja pak sama es jeruk satu." Ujar Aksa sambil duduk di samping Balqis.


"Baik, bentar ya." Ucap Pak Solo sambil meracik bakso pesanan pelanggan.


Tak lama kemudian, bakso yang di pesanpun sudah datang.


"Ini mas, mbak." Ucap Pak Solo sambil membawa Bakso dua mangkog beserta Es jeruk dan juga Es teh dan menaruh nya di meja.


"Makasih ya pak." Ujar Aksa. Pak Solo hanya tersenyum dan menganggukkan kepala lalu pergi untuk melayani pelanggan yang lain.


"Wau kayaknya enak nih kalau di kasih cabe banyak." Ujar Aksa sambil mengambil botol kecap dan menuangkannnya di bakso miliknya, setelah kecap, ia juga mengambil saos dan menaruhnya di bakso. Terakhir ia mengambil baskom kecil yang berisi cabe. Ia mengambil sekitar 5 sendok cabe ke dalam mangko dan mengaduk aduknya hingga tercampur jadi satu.


 



"Mas jangan banyak cabenya nanti sakit perut." Ujar Balqis menasehati.


"Gak papa sayang, aku yakin gak mungkin sampai sakit perut. Aku tau takarannya." Jawab Aksa sambil mencoba makan bakso yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Gimana enak?" tanya Balqis.


"Enak banget, rasanya emput ada serat seratnya gitu. Terus dagingnya kerasa banget kayaknya ini pakek daging ayam deh." ujar Aksa sambil terus makan baksonya.


Balqis pun tersenyum sambil mengaduk ngaduk baksonya sendiri yang sudah di kasih saos, kecap dan juga 2 sendok cabe.


 



Aksa dan Balqis menikmati baksonya, hingga tiba tiba ada pengemis yang meminta minta.


Balqis tak tega, ia pun menyuruh pengemis itu untuk duduk. Ada 3 orang kayaknya mereka kakak adik dan bajunya pun sudah robek sana sini.


"Sini duduk." Ujar Balqis dan mereka pun duduk berjejer di kursi kayu.


"Pak pesen bakso Mangkognya ya 2 dan bakos bintangnya satu  sama es tehnya juga 3." Ujar Balqis.


"Iya mbak, bentar." Ucap Pak Solo. Dia pun segera meracik baksonya dan segera mengantarkannya ke 3 anak remaja itu.



"Ini dua bakso mangkog sama bakso satu bintang dan ini bonus ada kuah jadi kalau kurang kuahnya bisa ambil yang ini. Es tehnya bentar lagi ya." Ucap Pak Solo ramah.


Mereka pun makan bakos itu dengan lahap yang bintang untuk adik kecil yang ada di antara mereka sedangkan yang dua untuk dua kakak yang ada di samping kanan kirinya.


Saat mereka makan 2 suapan, Pak Solo datang lagi dan membawa 3 es teh.


Setelah mereka semua selesai makan, Aksa pun membayarnya.


"Berapa semua pak?" tanya Aksa.


"Bakso kecil  1= 12.000


 Bakso beranak 1 = 14.000


 Bakso Mangkog 2 = 30.000


 Bakso Bintang 1 = 12.000


 Es Teh 4 = 10.000


 Es Jeruk 1 = 3.000

__ADS_1


Total = 81.000." Ujar Pak Solo


"Oke, ini." Ucap Aksa sambil memberikan uang lima puluh ribuan 2.


"Ini mas kembaliannya." Ujar Pak Solo sambil memberikan kembaliannya.


"Ambil bapak aja." Ucap Aksa tersenyum.


"Makasih ya mas." Ujar Pak solo tersenyum senang.


"Sama sama." Ucap Aksa.


Setelah itu Aksa dan Balqis serta ketiga anak itupun keluar dari warung bakso.


"Adik adik ini mau ke mana?" tanya Aksa.


"Mau ngemis lagi mas." Jawab Anak laki laki yang lebih dewasa.


"Kenapa harus ngemis, emang ayah dan ibu kalian kemana?" tanya Aksa.


"Mereka sudah gak ada sejak 3 tahun yang lalu." Jawab Anak laki laki itu dengan nada yang begitu sedih.


"Terus kalian gak sekolah?" tanya Aksa lagi.


Dan mereka bertiga hanya menggelengkan kepala.


"Oke, ini uang untuk kalian." Ucap Aksa sambil memberikan uang dua juta lima ratus yang ia ambil dari dompetnya.


"Tapi.........."


"Gak papa ambil aja, siapa tau kalian mau buka usaha atau apa itu. Biar gak ngemis lagi." Ucap Aksa ramah.


"Makasih mas. Semoga kelak kita bisa bertemu kembali dan saya bisa membalas semua kebaikan mas." Ucap Anak laki laki itu terharu dan menangis.


"Gak perlu di balas, mas ikhlas. Iya udah mas pergi dulu ya. Jaga diri baik baik." Ujar Aksa sambil menggandeng tangan istrinya menuju mobil.


 


 



 

__ADS_1



__ADS_2