
Setelah habis sholat Maghrib. Andi menitipkan Vita kepada kedua orangtuanya.
"Om, Tante. Aku nitip Vita ya bentar," ujar Andi
"Emang kamu mau kemana nak?" tanya Victor
"Aku ada urusan dan mungkin aku pulang jam 7 malam atau bisa lebih. Tapi aku pastikan jam 8 malam sudah ada di sini," jawab Andi ramah
"Baiklah nak, kamu hati-hati di jalan," ujar Victor
"Apa kamu sudah pamitan sama Vita?" tanya Victoria
"Belum tahte," jawab Andi
"Lebih baik kamu pamitan dulu, biar nanti Vita gak pusing nyariin kamu," ujar Victoria
"Iya tante, kalau gitu aku ke kamar Vita dulu," ucap Andi.
Andi pun segera pergi ke ruangan Vita untuk pamit bahwa dirinya akan keluar malam ini.
__ADS_1
"Vita?" panggil Vita yang lagi asyik nonton YouTube di hp nya. Tadi Andi mengajaknya untuk sholat Maghrib tapi Vita gak mau dan hanya bilang capek begitupun dengan Victor dan Victoria yang di ajak sholat berjamaah tapi gak mau karena mereka juga capek setelah seharian bekerja. Akhirnya Andi pun memilih untuk sholat sendirian di kamarnya.
"Iya mas, ada apa?" tanya Vita yang langsung menaruh hpnya.
"Aku mau keluar ya sebentar," jawab Andi
"Kemana?" tanya Vita
"Ke suatu tempat," jawab Andi
"Aku ikut ya," pinta Vita
"Tapi aku ingin ikut kamu keluar sekarang,"
"Aku mau ketemu seseorang, jadi kamu gak boleh ikut," ucap Andi sabar karena memang sejak Vita sakit, dia sedikit manja. Semuanya harus di siapkan, apa-apa harus di turuti dan Andi gak boleh membantah. Andi harus ekstra sabar walaupun dirinya sedikit jenuh. Sejak Vita sakit, Andi gak pernah kemana-mana dan harus ngurus Vita 24 jama apalagi sejak dirinya menginap di rumah Vita. Dirinya cuma sibuk ngurus Vita dan bersih-bersih rumah layaknya pembantu. Bahkan Andi sangat heran kenapa rumah sebesar ini gak ada pembantunya. Padahal orang tua Vita adalah orang yang sangat mampu. Mereka gak akan rugi walaupun menyewa jasa asisten rumah tangga walaupun hanya satu orang.
Andi rasanya sangat lelah. Lelah fisik dan juga lelah batin. Bersama Vita beberapa hari aja, Andi sudah tau sifat aslinya Vita. Gak suka sholat, pemalas, egois, pengen di manja terus, kerjanya setiap hari cuma di kamar min game, youtuban, nonton tivi. Paling keluar cuma ke ruang makan atau ruang keluarga. Bahkan kalau males, Andi harus membawa makanannya ke kamarnya dan menyuapi Vita sedangkan Vita sibuk main game dengan tangan kirinya.
Bahkan Andi merasa dirinya sebagai pembantu. Andi hanya bisa istirahat sejenak. Jikapun orang tuanya pulang mereka cuma taunya makan dan tidur, gak ada yang mau bantu Andi mengurus rumah atau sekedar bantu masak. Bahkan mereka juga gak mau ikutan mengurus Vita sehingga Andi sendiri yang mengurus semuanya. Andi juga sudah 5 hari gak masuk kerja.
__ADS_1
"Siapa orang itu?" tanya Vita
"Kamu gak perlu tau," jawab Andi
"Kenapa aku gak boleh tau? Apakah orang yang kamu temui adalah orang yang spesial sehingga aku gak boleh ikut?" tanya Vita kesal
"Aku mau ketemu Alexa," jawab Andi akhirnya jujur karena males debat
"Buat apa kamu ketemu dia lagi. Bukankah kamu janji akan memutuskan pertunangan kamu dengannya. Kamu janji akan terus ada di samping aku, lalu buat apa ketemu dia?" tanya Vita sinis yang membuat Andi harus mengelus dada dan mengucap istighfar berulang-ulang.
"Aku ke sana untuk mutusin Alexa," jawab Andi dengan suara pelan karena ia berusaha agar tak terpancing emosinya. Bagaimanapun Vita adalah orang yang telah menolong dirinya.
Namun kadang Andi juga merasa jenuh, baru 5 hari aja rasanya sudah bertahun-tahun. Vita seakan gak menghargai dirinya sama sekali. Kadang baik, kadang sangat menjengkelkan. Bahkan dia seperti seorang ratu yang tinggal merintah ini dan itu.
"Iya sudah kalau gitu, tapi jangan lama-lama ya. Dari rumah Alexa langsung pulang, gak boleh kemana-mana karena aku pasti butuh Mas Andi,"
"Iya. Kalau gitu, aku pamit dulu. Assalamualaikum," ucap Andi ramah.
Tapi Vita tak menjawab salamnya, Andi pun hanya mengelus dada dan langsung pergi ke garasi. Karena mobilnya ada di sana.
__ADS_1