Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
sedikit kesepakatan


__ADS_3

" Yang lain mana ? " Seru ian yang melihat Melda sendirian duduk di sofa kasir smiling flower .


" qayla sedang pergi mengurus pekerjaan dan lifah ada di dalam , Ah kebetulan sekali kau ke sini . emm ian aku boleh minta bantuan ? " Seru Melda


" Tentu , kalau aku bisa membantu nya "


" begini boleh tidak bantuin lifah , aku tidak bisa membiarkan nya melakukan pekerjaan rangkaian buket sendirian . Tapi Ia melarang ku untuk bekerja karena tadi perut ku sempat keram padahal sekarang perut ku juga sudah redaan keram nya "


" Ah itu , kau tenang saja aku akan membantu nya . Kau istirahatlah , " ucap Ian menyunggingkan senyum


" Tengkyu , kau mau apa ? Biar ku pesankan " sahut Melda juga tersenyum


" Emm bagaimana kalau aku pinjam lifah setelah selesai ini ? , Boleh ya "


" Ya boleh , kau mau ambil dia juga boleh . Lifah selalu free ko " ucap Melda menyengir , kemudian ian hanya senyum menggerakkan tangannya memberi isyarat kedalam . Meninggalkan Melda


" Shttt , ada sesuatu di antara mereka bukan . Pasti ada hal lain .. wah lifah , ini menegangkan dan berbeda " gumam Melda merasa sesuatu di antara mereka. Sambil ketawa ,


Sementara lifah tengah keribetan membawa puluhan tangkai bunga mawar yang ada di lengannya ,


" Hiya kau tidak bisa membawa sebanyak ini hanya menggunakan lengan mu " ujar ian mengambil separuh tangkaian mawar tersebut ,


" Aku bisa sendiri ! " Seru lifah


" Bisa apanya jelas-jelas kau memerlukan bantuan " ucap Ian


" Meskipun aku butuh bantuan lebih baik aku kerjakan sendiri dari pada di bantu oleh mu yang selalu pamrih " sahut lifah dengan penekanan


" Kau sudah berpikiran yang tidak-tidak . Rupanya kau senang membuat diri mu lelah ? Kenapa kau bekerja sendirian hah kalau ada yang menawarkan bantuan " ucap Ian


" ya . lebih baik begitu dari pada kau membantuku . Aku tidak akan terbodohi lagi " ujar lifah mengambil tangkai-tangkai bunga di tangan ian setelah ia meletakkan tangkai di lengannya


" tapi aku sudah membantu mu , lagi pula aku sudah buat kesepakatan juga dengan Melda setelah ini kau harus ikut dengan ku . Jadi ya kalau kau yang tidak mau aku bantu , Aku tidak rugi "


" Apaa ?! , Wah yang benar saja ! "


" Apa ? , Kesepakatan itu sama saja dengan perjanjian . Jadi mau tidak nya kau di bantu oleh ku , kau tetep akan menepati isi kesepakatan "


" Wahh ! tidak mungkin . Omong kosong ini , " Ujar lifah , " meldaa , apa-apa ini . Kau melakukan kesepakatan apa hah dengan nya ? " Seru lifah protes mendatangi Melda


" Oh itu , tadi aku meminta bantuan dengan ian untuk membantu mu lalu Ian menyetujuinya dan ia ingin meminjam mu setelah selesai .. " jelas Melda yang tentunya membuat lifah tercengang kesal


" Apa yang membuat mu begitu kesal hah , Apa yang salah . lagian kau juga free kann " sambung Melda


" Wah , kau membuat ku gila .. " umpat lifah


" Aku tidak bisa membiarkan mu bekerja sendirian , apalagi kau juga melarang ku membantu mu . Lagi juga apa salahnya pergi dengan ian " ujar Melda tak bersalah


" Auwohh !! Benar-benar ! " Ucap lifah yang sudah tak tahan lagi


" Apa kau akan terus di sana , buketnya tidak akan selesai kalau kau masih berdebat ! " Seru ian tersenyum yang di buru tatapan runcing lifah


Lalu dengan berat hati dan kekesalan yang sudah muncak di ubun-ubun , lifah kembali ..


" Jadi bagaimana ? "


" Dasar licik , lihat saja " gumam lifah melirik Ian merancang sesuatu ,


" Apa ?.."


" Oke , ini lakukan seperti ini dan itu nanti di letakan di sana . lalu itu semuanya tumpuk dengan rapih dan jangan lupa beri kartu ucapan dan juga berikan pula logo Smiling flower nya semuanya " ucap lifah


" Hei , kau mengerjai ku ! "


" Apa ? Katanya tadi kau akan membantu kan ! Jadi cepat kerjakan " seru lifah merangkai kembali sisa buket sambil tertawa senang tanpa suara dengan puas .




saat ini sudah pukul 5 sore kurang sedikit . Lifah menengok Melda yang tak ada suaranya , jelas karena ia tengah terlelap .



" Mel .. " panggil lifah membangun kan nya



" Oh , aku ketiduran . Apa buketnya sudah selesai lif ? "



" Dikit lagi , tapi sebaiknya kamu pulang ajah deh udah jam segini juga "



" duh Bareng-bareng ajah pulang nya "



" Mel , tinggal sedikit lagi ko udah mending kamu pulang ajah duluan . lagi juga gak baik bumil tiduran dengan posisi kaya tadi , pak Wawan udah nunggu di luar tuh . aku udah minta tolong pak Wawan untuk mengantar mu " pinta lifah



pak Wawan sendiri juga sudah begitu dekat dengan kami bertiga , ia adalah sopir jasa yang standby berkerja di smiling flower , bukan hanya itu dia juga yang bekerja membersihkan smiling flower .



" Tapi bagaimana dengan buketnya ? , "



" Bentar lagi selesai , udah gak usah di risau kan lagi juga udah ada yang bantu-bantu "



" Serius nih ? "



" Iyahh .. " sahut lifah


__ADS_1


Melda pun pamitan dengan Ian kalau dia pulang duluan ,



" Baik-baik lah dengan ian , " seru Melda sebelum akhirnya pergi



Lifah pun pergi keledai sebrang , membeli minuman yang bisa sedikit menghilangkan penat dan segar . Lalu kembali ke smiling flower , sesampainya di sana ia melihat ian tengah meregangkan tangannya sambil memegang bahu .



" Apa sudah selesai ? " Ucap lifah memberikan segelas minuman



" Beres semua , kau tidak perlu meragukannya ! . " Seru nya menenggak minuman



" Emm , oke kalau gitu kita antar buket ini . Pak Wawan sedang mengantar Melda " Ujar lifah mengambil tasnya pergi , tak lupa ia juga membawa buket-buket bunga nya



" Bagaimana dengan ini semua ? " Ucap Ian menunjuk pekerjaan yang dia sudah kerjakan tadi



" Tidak perlu , kita tidak memerlukan itu"



" Apa ! Wah Jadi kau benar mengerjai ku hah?"



" Ngga , itu semua aku juga memang butuh bantuan ko mengerjakan nya buat stoke hari-hari . Tengkyu " seru lifah tersenyum keluar . Lalu di susul ian ,



Mereka pun meninggalkan smiling flower , pukul 6 lebih kiranya . mereka rapih mengantar buket dan juga menunaikan shalat magrib .



" Jadi , kemana kau mau membawa ku ? " Ucap lifah



" Nanti kau juga tahu .. "



" Jangan bilang , kau akan menolak wanita lagi ? " Ujar lifah yang tak di jawab ian



" Auhh , benar begitu kan " sambung lifah , " apa susah nya si langsung bilang saja jika kau tidak ingin ada pertemuan "




Ya mereka telah tiba di sebuah restoran mewah bintang 5 punya . Dengan vibes bergaya Eropa ,



" ah . Tapi untuk apa , jika ujung-ujungnya hanya tetep akan kau tolak " ujar lifah melirik Ian kemudian menutup pintu mobil dan berjalan mengikuti ian .



" Tunggu , tunggu .. " seru lifah mampir sebentar di kaca mobil orang untuk melihat wajahnya



" apa yang sedang kau lakukan hah ? "



" Melihat wajah ku , memastikannya agar tak memalukan diri ku nanti nya "



" cantik . Jadi tidak akan memalukan " ucap ian melangkah kembali



***Apa ? Cantik , Barusan dia bilang aku cantik .. bantin lifah terdiam mematung*** ,



" Kau sedang apa lagi "



" Ah , yaa .. " sahut lifah Menghampiri Ian . " duh ada apa dengan mu lif " gumam nya menggelengkan kepalanya untuk lebih fokus



Sesampainya di dalam , " iannn .. " panggil seorang wanita tersenyum , manis sekali . Dengan potongan rambut segi pendek sebahu dan wajah putih mungil begitu tampak fresh dengan balutan blus berwarna biru muda terlihat jelas terpancar keramahan di wajahnya ,



Ian yang sedikit terkejut lalu mendatangi mereka ..



Lifah berjalan mengikuti nya , yang masih heran dengan sosok pria dan wanita yang tampak terlihat modis di seumur mereka . tengah terduduk di meja sana juga , mungkin kira-kira usia mereka 50 an . Di buat Bertanya-tanya sendiri ,



***Apakah yang di sana orang tua wanita itu ? , apa sudah sampai seserius itu tahap mereka ? bagaimana kalau acara ini serius . pernyataan yang memenuhi Kepala lifah saat ini*** ,


__ADS_1


" Ayoo .. " ucap ian



" Wah cantik sekali , " ujar ku di belakang ian ,


" kau akan menolak wanita secantik nya ? " Sambung lifah berbisik sambil berjalan .



" Kau terlambat ! Jam berapa ini ? " Ujar wanita modis ,



" Macet , mom tau sendiri Jakarta kan " seru Ian



Lifah menatatap Ian segera setelah mendengar kata " mom " , yang ia sendiri tak tahu apa maksud nya .



" Ah ya , kenalkan ini lifah . Kekasih Ian " ucap Ian , yang tentunya membuat enam pasangan mata di hadapkan kami membulat . Entah karena terkejut atau tak suka ,



Lifah dengan sopan membungkuk kan kepala menyapa mereka tentu dengan senyum juga memperkenalkan nama nya . Situasi nya lebih canggung dari terakhir kali saat lifah membantu Ian kala itu ,



" Duduklah , " seru ian tersenyum menarikan kursi untuk lifah . lifah pun duduk tapi jujur saja mereka masih melihat lifah begitu intens ,



" Silahkan .. " ujar wanita yang di sebut mom itu oleh ian



" Terimakasih , " seru lifah tersenyum



" Siapa tadi , lifah ya ? . Sudah berada lama hubungan kalian ? " Pertanyaan yang membuat lifah sedikit terkejut



" 2 th mom ." Jawab ian



" kenapa tidak pernah memperkenalkan nya pada mom , Ian ? . Mom tidak enak dengan ibel kan " seru nya memegang tangan wanita yang ternyata bernama ibel itu



" Tak apa ko Tante " sahut wanita itu



***Tante ? , Apa ! Jadi mereka adalah orang tua dari Ian ... Batin lifah***



" Ian kan sudah bilang kalau ian punya kekasih dan tidak ingin di pertemuan dengan anak-anak teman mom dan dad " ucap ian



Pelayanan pun sudah membawa makanan ke meja kami ..



" Silahkan di makan , " ujar ramah pria yang tak lain adalah dad nya ian yang tentunya lifah balas anggukkan dan senyuman



" Kau berkerja di devisi mana ? " Ucap ibel



" Di sebuah toko bunga " sahut lifah akan memotong steak daging yang kelihatannya sudah sangat mengiurkan



" Apa ! Toko bunga ? Yang benar saja .. " seru ibel tertawa



" Kenapa ? Ada yang salah ?! " Ujar lifah



" Astaga . Kau percaya diri sekali ya , jelas status mu seperti apa ! . Seharusnya kau tau lah yaa ! " Ucap ibel penuh penekanan , " Ian sepertinya kau salah pilih ? " Tanya nya



Membuat ian melirik nya , " tidak . Dia jelas 100 kali lebih baik daripada mu ! , Dan Jaga ucapan mu . Ah percuma saja kita di sini , ayokk .. " ucap Ian menggenggam tangan lifah dan pergi



" Hei ! , Iann .. kita belum pamitan dengan orang tua mu .. " sahut lifah yang tak di hiraukan Ian . Lalu lifah pun berbalik membungkukkan kepalanya meskipun dengan Ian yang terus menarik nya pergi



Kita pun meninggalkan restoran itu ,



\-


\-


\-


***jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻***

__ADS_1


__ADS_2