
Di perjalanan , qayla yang mendapat telepon dari lifah dan mengangkat nya .
" Halo qay .." seru lifah
" Iyah lif ? "
" Qay , Melda mengabari mu kalau dia kemana gitu ? "
" Engga lif , ada apa ? "
" Aduhh qay , Melda dari pas nganterin pesanan buket sampai sekarang belum kembali gimana dong " ucap lifah yang makin panik
Qayla yang mendengar nya pun seketika juga khawatir , " sudah di telpon lif ? , Kenapa kamu gak telpon aku dari tadi si lif ? "
" Telponya Gak aktif .. " seru lifah
" Lif , aku akan coba telpon juga " ucap qayla menelpon Melda yang tak ada jawaban , membuat nya semakin khawatir
" Ada apa sayang ? " Tanya raii
" Melda , lifah bilang melda dari waktu nganter pesanan buket siang tadi belum kembali " ujar qayla
" Kau tenanglah dulu sayang , " ujar raii menengah qayla
Lalu menelpon ahyar meminta bantuan untuk mencari keberadaan Melda ,
Di sebrang sana ...
" Melda bersama gua saat ini , kita sedang di RS . Pria yang sering ke toko ia mengalami kecelakaan " ucap Ahyar
" Ah syukur kalau dia sama lu , terus sekarang lu di RS mana . Gua sama qayla ke sana "
" RS pelita harapan .. "
" Oke " Tutup raii
Qayla menatap raii ..
" Melda baik-baik saja ia sedang bersama Ahyar , dan mereka sedang di RS . Bocah itu mengalami kecelakaan "
" Hah ? " Gumam qayla
" kita kesana ya .. " seru raii memegang tangan qayla
Raii pun memutar balik mobilnya dan mereka pergi ke Rumah sakit pelita harapan ,
~ di RS , wanita cantik sahabat Devan itu keluar dari ruangan Devan . " Kenapa kau masih di sini lebih baik kau pulangg ! . Ouh memuakkan sekali melihat mu ! . Pergilah !! " seru wanita itu marah-marah
" Tolong biarkan aku melihatnya .. " ucap Melda
" Untuk apa ? Sebaiknya kau pergiii , " ujarnya Mengusir
Melda menatap dingin ke arahnya ,
" Sebaiknya kita pergi sudah malam juga biarkan ia istirahat . Besok kau bisa mengunjungi nya lagi " ucap ahyar berdiri di hadapan Melda . yuk ,
Melda melirik nya tanpa kata berjalan menyetujui perkataan Ahyar , Mereka berjalan keluar RS , lalu ketika di lobby RS bertemu dengan qayla dan raii .
" Mel .. " seru qayla berjalan menghampiri nya dengan segera Melda memeluk qayla ia terlihat begitu sedih
" Qay , aku menyakiti seseorang lagi . Bahkan kali ini bukan hanya hatinya , " gumam Melda
" Jangan bicara seperti itu , aku tahu kamu hanya tidak mau menjadi orang jahat " ujar qayla mengelus lembut peluk Melda
lalu menceritakan semuanya ...
__ADS_1
" Apa yang terjadi ? " Tanya raii dengan ahyar
" Entahlah , saat gua melintas ia (Devan) sudah tergeletak di jalan dengan Melda yang menangis " ucap ahyar
Kini Melda sudah sedikit lebih baik setelah berbicara berdua dengan qayla , lalu mereka pun pergi dengan Ahyar yang mengantar nya .
***
Pagi ini tepatnya pukul 7:00 kurang sedikit , di kamar melda terduduk .
" Halo assalamualaikum , " ucapannya
" Waalaikummusallam , " jawab qayla
" Maaf ya qay aku ganggu kamu pagi-pagi gini "
" Sama sekali gak ganggu ko Mel , ada apa ? " Tanya qayla
" Emm , gini qay pagi ini aku mau ke rumah sakit lihat Devan setelahnya baru bisa ketoko bunga boleh tidak ya ? "
" Yaallah Melda tentu saja boleh , kamu seperti sama siapa ajah . "
" Terimakasih qay " lirih Melda
" Sama-sama , Mel tolong jangan terlalu menyalahkan diri mu karena kamu tidak salah sepenuhnya . "
" Uhff aku hanya merasa buruk saja .. " ujar Melda
" apa mau ku temani ? , " Tanya qayla
" Gak usah gapapa aku sendiri saja , " ujar Melda tak ingin merepotkan qayla
" Serius gapapa ? , Kalau mau di temani juga gapapa loh Mel aku temani "
" Terimakasih loh udah mengajukan diri untuk menemani ku tapi gapapa aku sendiri saja deh lagi juga kasihan lifah nanti sendirian , "
" He'um , kau juga ya . Bye qay .. " tutup Melda
Raii menghampiri qayla setelah keluar dari ruangan ganti pakaian nya dan memeluknya ,
" siapa sayang ? , Dan menemani siapa ? " Tanya raii
" Dari Melda , pagi ini ia mau ke RS mengunjungi Devan , " jawab qayla
" Ehmm .. " gumam raii mempererat pelukannya
" Ayo kita turun sarapan , tidak enak nanti Ahyar menunggu lama "
" Tidak akan , aku menyuruhnya lebih dulu ke cabang kingdom IT . Jadi .. "
" Jadii ayo cepat kita turun sarapan , " seru qayla tersenyum manis
Raii tertesenyum , " baiklah istri ku , " sahut raii lalu mereka pun berjalan menuju ruang makan untuk sarapan .
Di sebrang sana Melda sudah sampai di ruangan Devan , iya mengetuk pintu ragu ..
" Masuk .. " sahut orang di dalam yaitu Devan
Melda pun masuk dengan Sedikit canggung ,
" Oh akhirnya Kaka datang juga , " toleh Devan tersenyum
" Bagaimana keadaan mu ? " Tanya Melda sambil menaruh buah tangan yang ia bawa
" Sejauh ini baikan , terimakasih sudah mengkhawatirkan ku . Aku hampir kecewa karena tak melihat Kaka "
__ADS_1
" Maafkan aku ya , kamu seperti ini karena aku " gumam Melda
" Eayy , tidak aku seperti ini karena aku ceroboh jangan menyalakan diri Kaka .. "
" Ku mohon jangan melukai diri mu , karena aku , aku bukan lah orang yang tepat untuk mu . Tapi bukan berarti kamu tidak baik hanya saja kita tidak bisa bersama , tolong jangan tanya kenapa ? . mari kita temanan saja , Kau bisa menganggap ku Kaka mu dan sebaliknya aku akan menganggap mu sebagai adik ku " ucap Melda
Devan tertawa karena ia sudah mengetahui jelas kenapa tidak bisa ,
" Hidup ku sebelum mengenal mu itu bagaikan tubuh yang tak beraga , aku hidup tapi seperti tak hidup , harapan menurut ku adalah sebuah omong kosong , berharap adalah hal yang sangat ku benci. kau tahu ka , menurut ku kau itu benar-benar keajaiban karena mengenal dan bertemu dengan mu itu membuat hari-hari ku berwarna , membuat ku berharap pada Tuhan agar ia tak buru-buru mengambil nyawa ku . "
" Kau tidak boleh bicara seperti itu , masa depan mu masih panjang , "
" Uhff dokter bilang hidup ku tak akan lama lagi ka , karena penyakit yang ku derita . Salah sedikit mungkin hidup ku seperti bom waktu yang akan meledak kapan pun . Aku senang mengenal Kaka karena hidup ku menjadi tak sia-sia setiap hari aku seperti mempunyai keinginan aku merasa seperti hidup "
Melda menatap Devan " maafkan aku , tolong Jangan berhenti berharap dan berdoa pada Allah , jangan pernah berharap lebih dengan manusia karena akan mengecewakan . kapanpun ia bisa saja berubah tapi tidak dengan Allah , kau harus semangat untuk sehat ! " lirih Melda sedih mengetahui kebenaran yang tersembunyi di balik sifat kepedean dan nekatnya bocah itu
~ ceklek , masuklah wanita cantik kemarin sahabatnya Devan bersama dua orang yang terlihat seperti suami istri . tidak muda tapi juga tidak tua .
Devan terkejut , " ibu , ayah ! " Serunya
Sementara sahabatnya Devan itu menatap sinis Melda , Melda pun akhirnya pamit undur diri tanpa sekata kata pun melihat situasi yang canggung tergambar jelas . Dan ketika hendak pergi ,
" Gak tahu malu ya ! " Seru sahabat Devan itu
Melda menatapnya , " kau memiliki masalah dengan ku ? " Ucap Melda
" Jelas ! , Devan seperti ini itu karena mu . Devan tuh kurang apa si hah ? , seharusnya kau itu beruntung di sukai ia cih sok jual mahal . "
" Sudah selesai ? , Kalau begitu aku permisi ! " Ujar Melda pergi
" Cih , wanita seperti itu yang Devan sukai ! " Oceh sahabatnya penuh penekanan ,
~ di smiling flowers ..
Setelah raii melambaikan tangan dengan qayla di depan smiling flowers kemudian pergi ,
Qayla masuk toko , " assalamualaikum .." ucap qayla
" Waalaikummusallam , qay Melda bagaimana ? " Tanya lifah
" sore kemarin aku dan raii menyusul mereka di RS dan Melda terlihat bersalah sekali , karena saat mobil menabrak Devan . itu waktu ia sedang mengejar Melda yang meminta agar Devan tak lagi menemuinya , Sekarang ia sedang di RS melihat Devan . "
" Dia itu benar-benar ya , kau tahu aku menelponnya tidak di jawab tapi mengirim pesan pada ku dan hanya bilang ' kalau dia baik-baik saja , jangan khawatir ' . Aku di sini gelisah sepanjang malam , ingin menanyakan mu tapi aku takut ganggu pasutri pacaran . ahhh jadi ingin segera menikah biar Ahmad kaya raii yang gak bisa lepas dari kamu "
" Kenapa aku tidak menjawab mu , karena aku pusing mendengar pertanyaan yang akan keluar dari mu ! . Dan aku mulai bosan mendengar Isi kepala mu selalu saja tentang menikah tapi gak nikah-nikah " Sahut Melda yang baru saja masuk toko
"Ish kau baik-baik saja " tanya lifah menghampiri kemudian membulak balikan tubuh Melda
" Aku baik-baik saja , tapi tidak dengan Devan .. "
" Bukankah ia hanya mengalami luka ringan dan shock saja , nanti juga bocah itu akan comeback . Dan ngomong-ngomong tentang pernikahan , aku sama Ahmad berkomitmen kita sudah setuju untuk menikah setelah 10 tahun pacaran . " Seru lifah yakin
" apa gak kelamaan ? , iya kan qay hehe . " ucap Melda menyenggol qayla becanda
" ya gak lah itu tuh jangka waktu yang pas " jawab lifah
" eh bagaimana nanti siang ini kita jenguk Devan , sekalian pergi makan siang " usul qayla
" Bolehh .. " sahut lifah yang di anggukkan Melda
Kini mereka pun harus kembali bersibuk bekerja karena pesanan dan juga pembeli yang terus-menerus datang untuk membeli , toko bunga mereka semakin maju bersama toko bunga ka Hana menjadi senter toko bunga yang di minati pembeli paling banyak di kalangan toko bunga lainnya ..
***
-
__ADS_1
-
...jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...