
Setelah satu minggu kepergian Dedi, Ezra dan juga Ayu Andana ke negaranya. Suasana di rumah Balqispun seperti sedia kala. Hanya saja akhir akhir ini, Inez tidak lagi datang dan menganggu rumah tangga Balqis.
Balqis pun bisa menghirup udara bebas dan tak lagi merasa takut dan tertekan. Ia bisa hidup normal seperti dulu sebelum kedatangan Inez yang mendadak jadi tetangga barunya. Kini Balqis bisa berjalan jalan di depan rumahnya sambil olah raga kecil kecilan agak anak yang ada di dalam kandungannya bisa sehat dan bisa bertahan sampai ia lahir. Balqis sudah gak sabar untuk segera menggendong dan menyusuinya seperti seorang wanita kebanyakan.
Sedangkan Aksa sendiri merasa sangat bahagia melihat istrinya yang kembali tersenyum lebar. Ia tak lagi merasa sakit sakitan, mungkin dulu ia sering di kamar dan tak mau keluar rumah karena ia takut bertemu dengan Inez hingga menyebabkan ia selalu gak enak badan apalagi ia sedang dalam keadaan hamil muda. Tapi kini Aksa sudah bisa tenang, ia berharap Inez tak lagi datang dan menggannggu rumah tanggannya. Aksa tak peduli ada di mana Inez sekarang, bahkan ia tak mau lagi ikut campur. Bertatap muka aja, rasanya ia sudah malas dan muak.
Axel dan Alexa kini ada di hotel punya Adzriel. Kemaren Adzriel menjemput kedua buah hatinya untuk berkunjung ke hotel miliknya. Adzriel ingin Axel dan Alexa belajar bisnis mulai sekarang. Walau mereka mungkin gak terlalu faham, tapi paling tidak mereka sudah mulai di perkenalkan dengan dunia bisnis.
Saat mereka berada di hotel, Axel dan Alexa sedang berjalan jalan melihat lihat bagaimana hotel yang di bangun oleh ayahnya dengan susah payah. Hotel yang kini mulai banyak di datangi pengunjung bahkan mulai bersaing dengan beberapa hotel ternama di kota itu. Walau ini terbilang baru namun hotel ini cukup maju dan berkembang pesat. Mungkin karena fasilitasnya lengkap, harganya murah dan juga pelayanannya sangat baik. Bahkan semua karyawan di sana sangat ramah.
Saat Axel dan Alexa sedang berjalan jalan, tiba tiba mereka melihat Inez dengan seorang pria yang sedang memasuki kamar nomer 36. Pria itu sekitar umur 40 an.
"Ka, ngapain tante itu masuk kamar bersama pria itu ya? Emang pria itu siapa?" tanya Alexa heran.
"Entahlah aku juga tidak tau." Jawab Axel sambil mengangkat bahunya.
"Ayo kita selidiki." Ujar Alexa semangat.
"Buat apa?" tanya Axel.
"Buat kita jadikan barang bukti kak." Jawab Alexa.
"Maksudmu?" tanya Axel tak mengerti.
"Jika kita tau apa yang di lakukan tante itu di kamar bersama laki laki barusan. Dan jika sampai mereka melakukan hubungan suami istri, kita bisa buat kesempatan itu untuk mengancamnya. Ya, kita bisa ancam tante itu dengan foto foto tak senonoh dan bilang kita akan menyebar luaskan foto itu jika tante masih berani datang dan mengganggu rumah tangga tante lagi."
"Tapi kalau kita menyebarluaskan foto itu bisa bisa kita kena pasal penyebaran konten porno lho. Mau masuk penjara?" tanya Axel. Walaupun ia gak tau masalah seperti itu tapi dulu Adzriel pernah menasehatinya agar tidak sembarangan mengupload dan menyebarkannya ke media sosial. Karena semua itu ada pasal pasalnya dan kita bisa kena di tuntut dan bahkan masuk penjara.
"Aku tau kak dan aku juga tak mau masuk penjara. Maksudku foto itu hanya untuk ancaman saja."
"Baiklah, kalau gitu aku setuju." Ujar Axel menganggukkan kepala.
"Iya sudah, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Alexa.
"Kita harus pinjem kamera peningati dari aby."
"Terus nanti kalau aby tanya, buat apa? Kita jawab gimana?" tanya Alexa.
"Gampang itu jadi urusanku. Ayo cepat." Ujar Axel. Alexa pun hanya menurutinya saja.
Sesampai di kantor Adzriel. Axel pun segera masuk bersama dengan Alexa.
"Assalamu'alaikum aby." Ujar Axel.
"Waalaikumsalam. Dari mana aja, tadi aby nyariin lho. Katanya mau belajara bisnis. Kog malah keluyuran." Ucap Adzriel lembut.
"Maafkan aku aby, tadi aku masih melihat lihat hotel yang aby bangun ini.Ternyata luas juga ya."
"Iya sayang, aby emang sengaja bikin yang luas sekalian bisa pengunjung hotel senang dan banyak menyewa kamar hotel milik kita."
"Oh gitu toh. Oh ya aby, aby punya kamera kecil gak?"
"Ada sayang, emang buat apa?" tanya Adzriel tanpa menaruh rasa curiga sama sekali karena ia percaya bahwa putra putrinya itu tak mungkin melakukan hal hal di luar batas.
"Gak ada aby, aku cuma mau pinjem aja. Buat belajar."
"Oh gitu, iya sudah bentar." Adzriel pun mengambil kamera kecil itu dari dalam lemari.
__ADS_1
"Ini sayang. Jangan buat yang aneh aneh ya."
"Iya aby. Makasih ya aby."
"Iya."
"Aku dan Alexa keluar dulu."
"Hati hati di luar. Kalau sudah selesai segera ke ruangan aby."
"Oke."
Setelah itu, mereka berdua pun segera keluar dari ruangan ayahnya.
"Ka, gimana caranya agar kamera ini ada di dalam kamar?" tanya Alexa.
"Tenang aja, kita bisa meminta karyawan sini untuk membantu aksi kita." Jawab Axel tersenyum.
"Oh, oke."
Dan bnar saja tak lama kemudian, ada karyawan perempuan yang membawa makanan dan menuju kamar 36.
"Mbak, itu makanan untuk kamar 36 ya?" tanya Axel ramah.
"Iya, maaf adek ini siapa ya?" tanya karyawan itu yang memang tak tau bahwa mereka berdua adalah anak pemilik hotel tempat ia bekerja.
"Maaf, saya gak tau." ujar karyawan itu merasa bersalah.
"Gak papa, santai aja. Boleh saya minta tolong?" tanya Axel.
"Boleh mau minta tolong apa?" tanya balek karyawan itu.
"Taruh kamera ini di belakang pintu."
"Tapi gimana caranya bahkan saya hanya mengantarkannya sampai depan pintu saja." Jawab karyawan itu.
"Mbak langsung taruh aja di belakang pintu itu pas dia lagi gak konsen. Aku yakin mbak bisa."
"Baiklah akan saya coba." Ujar karyawan itu ramah.
Axel memberikan kamera yang sangat kecil itu kepada karyawan yang membawa makanan. Dan setelah itu Axel dan Alexa bersembunyi di balek tembok.
Karyawan itu mengetok pintu 3x dan tak lama kemudian seseorang membuka pintunya.
"Ada apa?" tanya Inez ketus.
"Maaf, ini saya bawa makanan yang tadi sempat di pesan."
"Oh." Ujar Inez sambil mengambil makanan itu dari tangan karyawan.
"Ada apa lagi?" tanya Inez melihat karyawan itu yang tetap ada di depan pintu.
"Anu..."
"Apa?" tanya Inez
__ADS_1
"Itu..."Karyawan itu pun ragu dan bingung harus ngomong apa karena ia gak tau cara mengelabui wanita yang ada di depannya itu.
"Kamu butuh tips ya. Bentar ya." Inez pun membalikkan badan menaruh nasi yang ia bawa dan mengambil uang receh dari dalam tasnya. Dan kesempatan itu pun tak di sia siakann oleh karyawan hotel. Ia segera menempelkan kamera kecil itu di bawah gagang pintu. "Semoga gak terlihat." gumam karyawan itu dengan panas dingin karena ini pertama kaliinya ia mendapatkan tugas seperti ini.
"Ini." Ucap Inez sambil memberikan uang lima ribu rupia kepada karyawan itu. Karyawan itu pun tersenyum dan menghampiri Axel dan Alexa.
"Gimana?" tanya Axel.
"Beres."
"Makasih ya mbak dan aku harap masalah ini gak ada yang sampai tau. Cukup kita aja."
"Iya tuan, saya juga senang bisa membantu kalian berdua."
"Gak usah panggil tuan, panggil Alex aja."
"Gak enak, gak sopan rasanya. Panggil adek aja ya, lebih sopan."
"Terserah mbak deh, mau manggil apa yang penting bukan tuan. OH ya ini ada uang buat mbak." Ucap Axel sambil memberikan uang 300 ribu.
"Tapi......."
"Gak papa, ambil aja. Ini sebagai ucapan terima kasih aku buat mbak karena sudah menolong kami berdua."
"Makasih ya."
"Iya."
"Mbak pamit dulu."
"Oke."
Setelah itu, Axel pun pergi bersama Alexa menuju kamar sebelahnya yang kebetulan masih kosong dan belum ada yang menempati. Ini lah enaknya kalau menjadi anak dari pemilik hotel, ia bisa bersikap apa aja dan bisa menempati kamar mana aja selama kamar itu masih kosong.
Axel membuka hp nya dan menghubungkannya dengan kamera yang ada di kamar Balqis.
Uh, Ah, Uh, Ah.......
"Gila, apaan nih." Ucap Axel yang langsung melempar hp nya karena ia merasa jijik melihat vidio itu.
"Ih, aku geli dan jijik liatnya." Ujar Alexa.
"Aku juga." Ucap Axel.
"Iya sudahlah kak, gak perlu di lihat lagi. Dan setelah tante itu keluar bersama prianya. Kita bisa ambil kamera itu dan menghapusnya. Yang penting vidio itu sudah ada di tangan kita. "
"Iya kamu benar."
Setelah hampir 5 jam mereka berada di dalam kamar, akhirnya Inez dan pria itu pun keluar dengan tubuh yang sudah wangi seperti habis mandi.
Axel segera pergi ke kamarnya dan mengambil kamera kecil miliknya. Dan setelah itu langsung menghampus semua file ya ada di dalamnya. Setelah memastikan benar benar bersih, Axel dan Alexa pun segera pergi ke ruangan Adzriel untuk mengembalikan kamera itu.
__ADS_1