Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Nasihat Yang Tak Di Hiraukan


__ADS_3


 


Setelah 30 menit menunggu sendirian di kursi depan rumah sakit, akhirnya sahabatnya pun datang menemui Aksa.


"Assalamu'alaikum. Maaf bro lama." Ujar Brian Brandon Buana, yang akrab di panggil dengan sebutan Brian.


"Waalaikumsalam, Iya gak papa bro. Santai aja." Ucap Aksa tersenyum. Brian duduk di samping Aksa sambil melihat wajah Aksa yang seperti orang kebingungan.


"Kamu kenapa sih bro, kog kusut banget wajahny. Baru kemaren nikah, sekarang udah kusut gitu. Emang gak di kasih jatah ma istrimu bro?" tanya Brian tertawa.


"Bukan bro." Jawab Aksa.


"Lah, terus kenapa dong?" tanya Brian bingung.


"Aku kemaren ninggalin istri gue bro di malam pertamanya." Jawab Aksa sedih.


"What!! Ciyus? Emang kenapa bro, ada apa?" tanya Brian.


"Tadi malem pas gue bawa istri gue ke kamar hotel. Inez chat gue bro dan dia minta di temeani di rumah sakit. Kan loe tau sendiri bro, Inez sakit gara gara denger gue nikah sama pilihan bokap gue." Jawab Aksa.


"Gila loe bro. Loe ninggalin istri loe demi wanita itu." Ujar Brian menggeleng gelengkan kepala.


"Gue gak nyangka bro, loe bener bener sudah di butakan oleh cinta." Lanjut Brian.


"Tapi Inez sakit gara gara gue bro. Gue gak tega membiarkan dia terbaring sendiri di rumah sakit sedangkan gue seneng seneng dengan istri gue." Ujar Aksa.


"Tapi gak gitu juga bro, asal loe tau Inez itu bukan cewek baik baik bro. Percaya deh sama gue, malah gue pernah liat dia gandengan ma kakek kakek dengan mesra." Ucap Brian, ia emang pernah melihat pacar sahabatnya itu merangkul seorang kakek kakek dengan begitu mesranya di sebuah Mall. Sangking waktu itu Brian lupa gak memfotonya, andai ia gak lupa ingin rasanya ia memberikan bukti itu kepada Aksa agar ia sadar bahwa kekasihnya itu bukanlah wanita baik baik seperti yang ia ketahui selama ini.


"Udahlah bro, mungkin loe salah lihat." Ujar Aksa tak percaya.

__ADS_1


"Mana mungkin gue salah liat bro, mata gue masih bagus." Ucap Brian.


"Sudahlah bro, gue percaya sama Inez." Ujar Aksa.


"Iya sudah, kalau loe emang percaya sama Inez ketimbang sahabat loe sendiri. Semoga kelak loe gak nyesel dengan apa yang loe lakukan selama ini. Oh ya terus gimana dengan istri loe sekarang?" tanya Brian.


"Entahlah gue gak tau. Soalnya gue ninggalin dia gitu aja tadi malam." Jawab Aksa.


"Terus loe sempat liat wajahnya gak? Cantik gak dianya bro? Soalnya kan selama ini dia selalu pakek cadar bro." Ujar Brian.


"Cantik bro, cantik banget. Bahkakn lebih cantik dari Inez." Ucap Aksa.


"Kalau istri loe lebih cantik dari Inez lalu kenapa loe ninggalin dia bro?" tanya Brian yang tak mengerti dengan jalan fikiran sahabatnya itu


"Karena gue cintanya sama Inez bro dan gue gak bisa membiarkan Inez sedih." Jawab Aksa.


"Susah emang ngomonog sama loe bro." Ujar Brian.


"Tadi bokap dan nyokap gue datang ke rumah sakit saat gue lagi menyuapi Inez." Ucap Aksa.


"Iya bro, mereka sudah tau bahwa gue ninggalin istri gue gitu aja dan memilih pergi ke rumah sakit untuk jaga Inez. Dan mereka marah banget bahkan mereka bilang bahwa Inez itu wanita murahan. Jujur gue gak terima, jadi gue bentak mereka bro. Jujur, gue nyesel. Seharusnya gue gak boleh bentak bokap dan nyokap gue. Walau bagaimanapun mereka adalah orang tua gue, orang tua yang selalu ada buat gue, walaupun mereka seringkali ngatur kehidupan gue." Jawab Aksa.


"Loe emang bener bener gila bro. Loe sudah nyakitin istri lho dan sekarang lho juga nyakitin nyokap dan bokap loe. Gue gak nyangka sahabat yang begitu gue kagumi sekarang berubah drastis. Loe tidak seperti dulu lagi bro. Sadar gak sih apa yang loe lakuin sekarang itu sudah banyak menyakiti orang. Loe gak pernah tau bagaimana perjuangan dan pengorbanan kedua orang tua lho? Hanya karena seorang perempuan yang sering gonta ganti laki laki, loe rela jadi anak durhaka. Buka mata loe bro, biar loe tau siapa yang selama ini peduli sama loe. Gue yakin bokap dan nyokap loe gak merestui hubungan loe itu karena mereka sudah tau siapa dan bagaimana watas asli dari kekasih loe itu. Gue yakin banget mereka sudah mencari tau lebih dulu siapa wanita yang loe pacari saat ini hingga mereka menentang keras hubungan lho dan Inez. Orang tua mana yang akan membiarkan anaknya menikah wanita murahan? Orang tua mana yang akan diam saja melihat putra semata wayangnya, putra kesayangannya hanya menjadi budak ATM dari wanita murahan yang selama ini selalu manfaatin loe. Jika gue jadi bokap loe, mungkin gue akan melakukan hal yang sama." Ujar Brian panjang lebar. Bagaimanapun ia harus membuka mata hati sahabatnya itu biar dia tau bahwa kekasihnya itu bermuka dua.


"Tapi bro, gue yakin Inez bukan wanita murahan. Dia wanita baik baik dan dia tulus sayang dan cinta sama gue." Ucap Aksa.


"Terserah loe dah bro. Yang penting gue udah ngingetin loe." Ujar Brian pasrah dan menyerah. Bagaimaanpun ia tak akan bisa menang melawan Aksa. Menasehati orang yang lagi jatuh cinta itu sama aja menasehati orang mati, gak mungkin di dengar.


"Oh ya bro, gue mau minjem uang ke loe bro." ucap Aksa.


"Emang kemana uangmu bro?" tanya Brian.

__ADS_1


"Semau fasililtasku di sita ma bokap. Dan selama ini gaji gue sudah gue kasihkan semua ke Inez bahkan uang yang di transfer bokap per bulan juga gue kasihkan ke Inez dan sekarang gue butuh uang buat bayar rumah sakit Inez. Tadi gue minta uang ke dia buat bayar rumah sakit agar dia bisa pulang karena dari tadi dia maksa mau pulang, tapi pas gue mau minta uang, dia bilang dia gak punya uang sama sekali. Padahal selama ini uang yang gue transfer ke dia nominalnya sangatlah fantastis tapi ternyata selama ini uangnya buat beli baju dan barang barang lainnya. Terus gue mau pinjem perhiasannya juga gak boleh bro, padahal kan perhiasannya mau gue jual buat bayar rumah sakit. Tapi dia gak mau sama sekali. Jadi gue bingung bro mau bayar pakek apa sedangkan gue sedikitpun gak megang uang, Inez juga gak mau tau." Ujar Aksa sedih.


"Astaugfirullah, loe sudah tau sifat buruk dia tapi loe masih bertahan sama dia. Bahkan loe yang kebingungan buat bayar tagihan rumah sakit padahal dia bukan siapa siapa loe. Dia cuma pacar loe. Jika memang dia pengen banget keluar rumah sakit, seharusnya dia memberikan perhiasannya untuk loe jual bukan malah membuat loe kebingungan sendiri kayak gini. Loe itu bodoh atau gimana sih bro. Gue kog jadi kesel sendiri punya sahabat kayak loe. Leo di manfaatin masih aja gak sadar. Kalau dia emang tulus sayang dan cinta sama loe, pasti dia akan membiarkan perhiasanya di jual agar loe bisa bayar rumah sakit dan buka usaha dari nol. Seharusnya dia ada di samping loe dan mensupport loe bukan bikin loe kebingungan sendiri. Kenapa loe gak sadar sadar sih bro?" Ucap Brian yang benar benar sudah emosi rasanya mengetahui sahabatnya itu di manfaatkan namun ia gak sadar sadar juga. Entah apa yang harus Brian lakukan biar sahabatnya itu sadar dan tak lagi menjadi orang bodoh.


"Sudahlah bro, loe jangan terus terus menjelek jelekkan Inez bro. Loe sama aja kayak bokap dan nyokap gue." Ujar Aksa


"Iya sudah deh bro serah loe deh. Loe mau pinjem uang berapa?" tanya Brian.


"10 juta." Jawab Aksa.


"Baiklah." Brian mengambil buku kecil yang ada di dalam saku bajunya, ia menulis sesuatu di kertas dan memberikannya kepada Aksa.


"Ini cek sebesar 10 juta, loe bisa mencairkannya di bank terdekat. Ini gue kasih ke lho bukan sebuah pinjeman. Jadi loe gak usah mengembalikannya. Iya sudah gue harus pergi dulu, gue masih ada urusan." Ujar Brian.


"Baiklah, makasih ya bro. Gue gak tau bagaimana nasib gue kalau gak ada loe." Ucap aksa


"Gak papa santai aja, gue cabut dulu ya. Assalamu'alaikum." Ujar Brian


"Waalaikumsalam."


Setelah kepergian Brian, Aksa pun pergi ke rumah sakit terdekat untuk mencairkan uang sekalian bikin ATM baru.


Ia juga harus segera membeli pulsa agar Inez gak marah marah terus karena tadi Aksa sudah memakainya untuk menelvon Brian.


 



 


__ADS_1


 


 


__ADS_2