
Pagi ini indah, langit terlihat cerah. Hyuk menikmati pagi dengan pakaian olahraga. ia berlari-lari kecil di seputaran taman. dari semalam ia tak bisa memejamkan mata. sebuah senyum mengganggunya tak mau menghilang dari pikirannya. di taman ini lah biasanya ia bertemu dengan si pemilik senyum indah itu. hanya dengan menghitung hari ia akan menghancurkan senyum itu. hari dimana kebangkrutan ayahnya akan di mulai. ia tidak tahu nasib gadis itu nanti setelah semua terjadi. Hyuk menerawang menghela nafas berat. ia melihat jam tangnya dan bergegas pulang.
***
Kau hadir disana, apa kau mengingat setiap pertemuan kita di taman ini. apa kau mengingat wajah ku. tahukah kau aku selalu memandang punggung mu. aku selaku berdiri di belakang mu tanpa kau tahu. sejak kita bertemu kau menjadi tujuan ku. aku mencintai mu.
Keara ternyata gadis itu pagi-pagi sekali pergi ke taman. ia berharap bisa melihat seseorang meskipun hanya punggungnya saja. dan semesta mengabulkan pintanya. ia memandang punggung itu dari kejauhan. menikmati dan menghayalkan bisa bersamanya. rasa sakit mengalir pelan dalam hatinya. kenapa kau membuang ku sebelum kau benar-benar tahu perasaanku yang sesungguhnya. Keara.
Keara pulang ke rumahnya. sesampainya di ruang tamu semua sedang duduk terdiam. ibu dan Cecil terlihat menangis.
"Ayah ada apa?". Semua diam tak ada yang menjawab.
"Ibu, Cecil?". Keara kebingungan melihat semua anggota keluarganya bersedih. ia tidak mengerti apa yang membuat mereka bersedih. Keara terduduk di samping ayahnya.
"Kia kemasi barang-barang kamu nak".
__ADS_1
"Apa maksud ayah?".
"Ayah bangkrut nak, rumah kita akan disita dan jadi milik Admaja Group". Keara terdiam.
Jadi ini kenapa ia menyuruh ku menjauh darinya.
"Kenapa bisa begini ayah?".
"Ayah yang salah nak, Tuan Bram tau kalau ayah akan mencuranginya dan sengaja membuat Admaja Group bangkrut. tapi ayah juga di jebak. ayah saking percaya dirinya jadi lupa bahwa Admaja Group dan pemiliknya bukanlah sembarangan. tuan Bram orang besar yang punya banyak anak buah yang hebat".
Ayahnya mengangguk.
"Baiklah ayo kita berkemas. aku akan mencari tempat tinggal sementara untuk kita ber empat". keempatnya berpelukan haru. Keara mengemasi barang-barangnya.
***
__ADS_1
Hyuk datang ke rumah utama. ia menuju ruang kerja Bram.
"Bagaimana Hyuk".
"Dewan Bestari kehilangan semua usahanya tuan. dan mereka juga sudah meninggalkan rumahnya".
"Dia hanya di peralat, cari tahu siapa dalang semua ini. setelah itu aku akan merasa kasihan dan mengembalikan bisnisnya dan rumahnya".
"Baik tuan".
***
Hyuk berjalan menyusuri jalan setapak. keluarga Bestari pindah kesebuah rumah sederhana. Keara menjadi tulang punggung keluarganya ia menjual mobilnya dan diam-diam Hyuk yang membelinya. ia mengikuti gadis itu sampai ke rumahnya. Bahkan malam ini Hyuk menerjang batas yang ia buat sendiri. ia menemui Keara saat Keara tertidur pulas di kamarnya. Hyuk masuk melalui jendela. ia memandang wajah cantik yang sedang terpejam itu. nampak letih, matanya sembab. Hyuk menyentuh rambut Keara. Hyuk membenahi selimut Keara, ia tertegun ternyata Keara memeluk selembar foto. itu foto Hyuk saat sedang duduk sendirian di taman. Hyuk beranjak pergi dan meninggalkan Keara dengan mimpinya. Paginya Keara terbangun. aroma parfum tercium. Keara seperti mengenal aroma itu. ini jenis parfum mahal. ia tidak punya parfum itu jelas bukan Cecil, ibu apa lagi ayahnya. Keara teringat siapa pemilik parfum ini.
"Hyuk".
__ADS_1
Keara berlari membuka jendela melihat keluar. tidak ada siapapun di sana. ia terlihat kecewa dan menutup kembali jendela kamarnya.