
"Lihat ini,!"ucap Arvin sambil menunjukkan ponselnya.
📷 Nampak fotoku dan Raka sedang duduk di kafe.
📷 Fotoku naik motor Raka, kali ini gambar ku terlihat jelas.
Ya Allah gosip apa lagi ini?
" Bagaimana adek masih mau menunda tunangannya,?"tanya papa.
"Masak wajah sudah terpampang jelas begitu masih mau nolak. Lihat saja besok pasti artikel tentang dirimu pasti sudah muncul." Ucap Arvin santai.
"Papa harap kalian tidak tunangan tapi langsung nikah !"
"Papa! Kok gitu sih?"
"Mama juga setuju, kalau kalian terlalu lama tunangan dan tidak jadi menikah kalian yang akan malu. Karena bukan hanya keluarga besar saja yang tahu,tapi seluruh orang bisnis yang di tanah air tahu."
"Bukannya rencana tadi pagi sebulan lagi baru tunangan, kenapa sekarang jadi berubah menikah? Orang pacaran atau tunangan wajar kalau berahkir di tengah jalan jika tidak ada kecocokan ma!" Ucapku sebelum masuk ke dalam kamar, meninggalkan semuanya yang masih di ruang keluarga.
"Sabar ma!" Ucap Fian sambil mengusap tangan Alfi.
"Aku tidak mau Kia malu jadi bahan gosip pa!"
"Papa tahu tapi mama juga tahukan, jiwa muda Kia tidak suka kalau terlalu kita paksakan. Nanti kita akan bicara pelan-pelan."
"Maaf ya Om,saya ceroboh. Karena saya mengikuti Kia dan menyamperin Kia yang lagi sendirian jadi berakibat fatal."
"Tidak apa-apa, lagian kamu juga tidak tahu kalau bakalan di ikut para pencari berita."
"Sepertinya mereka penasaran dengan sosok Kia,"ucap Arvin .
"Kalau kalian masih mau ngobrol silahkan papa dan mama masuk dulu,ayo ma!"
"Iya pa ,ma silahkan !"
"Sorry ya masalahnya jadi tambah runyam. Padahal berita tadi pagi wajib Kia belum terlihat."
"Santai aja mas, anggap saja ini cara tuhan menyatukan kalian. Mas tahu sendiri Kia itu orang yang keras kepala."
__ADS_1
"Haha bener juga katamu, sepertinya aku harus bersyukur dengan kejadian ini."
Arvin dan Raka mengobrol banyak hal, tidak hanya tentang Kia tapi juga tentang pekerjaan mereka masing-masing.
Sedangkan Kia di kamarnya habis mandi, sibuk berkirim pesan dengan Clara. Hingga terdengar suara ketukan pintu,baru Kia bangun dan membukakan pintu.
"Masuk pa ada apa ?"
"Cuma mau lihat princess papa !"
"Bohong pasti ada yang mau di bicarakan. Tapi jangan bahas masalah pertunangan atau pernikahan dulu!"
"Haha kamu sudah antisipasi saja sih. Papa itu mencintai mama dari kecil , tapi pernikahan kami tidak di mulai dengan kata cinta."
"Ah maksud papa,"tanya Kia yang langsung duduk menghadap Fian .
"Mama di jodohkan dengan anak teman nenekmu. Awalnya mama dan lelaki itu sepakat hanya berteman dan berpura-pura pacaran saja. Tapi tiba-tiba Keluarga laki-laki melamar mamamu dan dengan terpaksa mamamu harus menerima. Kamu tahu calon mamamu itu sahabat papa !"
"Ha yang benar pa, terus gimana ceritanya bisa papa dan mama menikah?"
"Ditengah putus asa mama, mama menghubungi papa dan saat itu kamu tahu apa yang terjadi ?"
"Waktu mamamu cerita kebetulan calon suami mamamu baru saja malaksanakan ijab qobul, dengan mantan kekasihnya. Dan mantan kekasihnya itu juga mantan kekasih Om mu Fino."
"Hah kok jadi kaya benang kusut gitu sih pa muter-muter?"
"Ya namanya cerita hidup."
"Terus gimana ceritanya mama dan papa bisa menikah?"
"Kalau tidak salah pernikahan itu terjadi sebulan sebelum rencana pernikahan mamamu. Dengan bantuan papa ahkirnya mamamu mendapatkan bukti acara ijab qobul, dengan itu ahkirnya pernikahan di batalkan."
"Karena takut mama malu ahkirnya mama terima usulan papa mu untuk menikahi mama." Ucap mama memotong ucapan papa, yang ternyata sudah berdiri di depan pintu kamarku.
"Saat itu mama sudah cinta belum sama papa, karena kata papa sudah cinta mama dari kecil ?"
"Sama kaya papa,tapi mama sebagai perempuan gengsi dong mengukapkan isi hatinya." Jawab papa membuat tertawa diikuti papa.
"Mama malu dan takut jika pernikahan batal , nama baik keluarga akan terbawa. Karena itu mama takut jika kamu pacaran atau tunangan terlalu lama, apalagi banyak orang yang tahu terus tiba-tiba batal. Kia akan di jadikan bahan gunjingan, apalagi Kia yang tahu tidak hanya satu RT atau RW saja." Ucapan mama membuatku jadi paham kenapa mama memaksa aku lebih baik menikah saja.
__ADS_1
"Mama hanya tidak mau Kia terkena gunjingan. Apalagi berita pertama yang tersebar kalian keluar dari hotel pukul 3 pagi."
"Tapi pa, kami tidak ngapa-ngapain meski tidur di hotel!"
"Mama dan papa percaya, tapi bagaimana dengan pandangan orang. Sekarang papa nanya kalau Kia lihat baju papa ada lipstik wanita, apa yang ada di pikiran Kia?"
"Lipstik mama yang nempel,"ucap Kia spontan.
"Padahal belum tentu itu punya mama,"jawab mama.
"Kok gitu?"
"Papa pernah pulang kerja dan kemejanya belakang ada bekas lipstik bentuk bibir dengan parfum wanita."
"Hah, terus mama bagaimana ?"
"Ya naluri perempuan mama marah lah,"ucap mama.
"Tapi meskipun marah mama langsung bertanya ke papa."
"Dan ternyata penyebabnya karena saat pulang kerja lift yang dalam kondisi penuh tiba-tiba mati. Tahu sendiri sebelum mati lift sempat terguncang dan ada wanita yang nubruk papa dari belakang."
Sontak aku tertawa mendengar cerita papa, "Karena itu tidak semua hal sesuai prasangka kita."
"Jadi menurut mama orang yang baca artikel pertama, tidak percaya kalau aku tidak ngapa-ngapain di hotel ?"
"Bisa jadi karena mereka tidak mengenal kepribadian princess papa!"
"Baiklah Kia mau tunangan dan coba menerima Raka untuk jadi pasangan Kia."
"Allhamdullilah semoga kalian berjodoh." Ucap mama membuatku hanya cemberut, apa jadinya jika mama tahu Raka pernah PHP aku.
"Sudah malam istirahat,besok masih ngantor di kantor papa kan ?"
"Iya pa." Papa dan mama pergi meninggalkan aku setelah memberikan kecupan selamat malam. Aku sempat protes karena seperti anak TK saja, tapi mama dan papa malah tertawa sebelum menutup pintu kamarku.
Apa ini cara Allah untuk menyatukan aku dan Raka, jujur hati ini masih menyimpan rasa kepadanya. Mungkin rasanya tidak sebesar seperti dulu, tapi jika dipupuk mungkin akan tumbuh lagi lebih subur.
Bismillah semoga ini keputusan yang terbaik buat masa depanku.
__ADS_1
Hanya harapan dan doa, untuk memantapkan hatiku.