Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Menentukan Tanggal Pernikahan


__ADS_3


 


Saat Aksa lagi asyik asyiknya ngobrol dengan Balqis, Dedi dan kedua orang tua Aksa pun datang menghampiri mereka.


"Bagaimana nak, apakah kalian sudah siap untuk segera menikah?" tanya Ezra.


Aksa pun melihat ke arah Balqis dan setelah itu, Aksapun menjawab pertanyaan papanya.


"Iya pa." Jawab Aksa sedangkan Balqispun hanya bisa pasrah dengan jawaban Aksa walau ia tau bahwa Aksa melakukan ini hanyalah demi menuruti keinginan papanya sedangkan hatinya untuk wanita yang kini masih  berstatus jadi pacarnya. Ada rasa sedih di hati Balqis, karena lagi lagi ia harus menikah dengan laki laki yang tak mencintai dirinya. Dulu ia mencintai Adzriel namun Adzriel mencintai Zahra dan sekarang ia akan menikah dengan Aksa namun Aksa malah mencintai wanita lain. Ingin rasanya Balqis menangis tapi ia berusaha untuk tegar demi papanya yang kini ada di sampingnya.


"Syukurlah papa senang mendengarnya." Ujar Ezra tersenyum.


"Nak, bagaimana denganmu?" tanya Ayu kepada Balqis.


"Jika Mas Aksa setuju maka saya juga setuju." Jawab Balqis.


"Alhamdulillah mama senang mendengarnya." Ujar Ayu tersenyum.


"Papa harap setelah kalian menikah, kalian harus saling mencintai satu sama lain. Jangan saling menyakiti." Ucap Dedi.

__ADS_1


"Iya pa." Ucap Aksa dengan suara beratnya.


"Jadi kapan kalian akan siap untuk melangsungkan pernikahan?" tanya Ezra.


"Aku apa kata papa aja." Jawab Aksa.


"Terus gimana denganmu nak?" tanya Ayu yang merasa calon menantunya ini lagi menahan kesedihan.


"Aku apa kata Mas Aksa aja ma." Jawab Balqis.


"Baiklah kalau begitu pernikahan kalian akn di langsungkan 2 minggu lagi. Dan papa akan membuat pernikahan termewah sepanjang sejarah." Ucap Ezra.


"Baiklah karna tanggal pernikahan sudah di tentukan. Sekarang waktunya kita makan makan. Setelah itu kita bisa bertemu lagi untuk membahas lebih detailnya mengenai bagaimana nanti dekorannya dan lain sebagainya." Ujar Ezra. Sedangkan Ayu terus menatap calon menantunya itu karena ia merasa ada sesuatu yang ingin di ucapkan oleh calon menantunya tapi ia gak bisa dan hanya bisa memendamnya seorang diri. Ayu pun juga gak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa mendoakan dan semoga tuhan memberikan kebahagiaan untuk calon menantunya dan juga untuk putranya.


Ezra segera memanggil pelayan untuk menyiapkan semua makanan yang sudah ia pesan. Dan tak lama kemudian pelayanpun datang dengan membawa berbagai macam makanan yang bikin siapa saja jadi ketagihan dan ingin segera melahapnya.


Selesai makan, Balqis dan Dedi pun pamit pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.


Di sepanjang jalan Balqis selalu diam hingga membuat Dedi pun bingung.


"Kamu kenapa sayang, apakah ada yang mengganggu fikiranmu?" tanya Dedi lembut.

__ADS_1


"Gak ada pa, aku cuma gak nyangka aja akan segera menikah lagi. Aku juga takut kalau pernikahanku tak bisa bertahan lama." Jawab Balqis, ia tak mungkin jawab dengan jujur dan mengatakan bahwa Aksa mencintai wanita lain dan apakah ia bisa membuat Aksa jatuh cinta padanya dan melupakan pacarnya itu. Balqis takut kelak Aksa akan meninggalkan dirinya demi orang yang ia cintai. Balqis gak mau menjadi janda untuk yang kedua kalinya.


"Kamu jangan fikir yang macam macam, papa percaya Aksa itu adalah laki laki baik dan ia gak mungkin menyakitimu apalagi sampai meninggalkanmu." Jawab Dedi.


"Semoga aja pa." Ujar Balqis menangis.


"Apakah kamu mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan Aksa sampai kau merasa tertekan seperti ini?" tanya Dedi melihat putri kesayangannya mengeluarkan air  mata.


"Gak ada pa." Jawab Balqis.


"Jika kamu tau sesuatu, jujurlah nak. Mumpung semuanya masih belum di siapkan dan hanya di rencanakan. Karena jika pernikahanmu sampai terdengan awak media atau Papa Ezka sampai mengumumkan pernikahan kalian maka papa sudah gak bisa berbuat apa apa lagi jadi mumpung semuanya masih belum terlambat, untuk itu jujurlah sama papa dan berusahalah untuk terbuka sama papa. Papa gak mau pernikahan ini malah membuatmu semakin menderita. Walau papa yakin Aksa itu orang baik dan papa yakin ia gak akan menyakitimu tapi semua itu balik lagi ke kamu. Apakah kamu nyaman dengannya atau tidak." Ujar Dedi.


"Aku gak papa pa dan aku akan menerima perjodohan ini." Ucap Balqis lagi lagi ia tak ingin melihat papanya kecewa. Ia tau betul bahwa kini papanya sangat menyukai Aksa dan berharap Aksa segera menjadi menantunya dan Balqis gak bisa jika harus menghancurkan kebahagiaan papanya itu.


"Iya sudah, tapi jika kamu ada masalah. Bicaralah sama papa, papa akan selalu ada buat kamu." Ujar Dedi.


"Makasih ya pa." Ucap Balqis tersenyum, ia sangat bahagia mempunyai seorang ayah yang begitu pengertian



__ADS_1


__ADS_2