Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kemarahan Bram


__ADS_3

Sesampainya di rumah Bram meleoas jasnya dan membantingnya di atas tempat tidur. Ariani gemetar, Hyuk berdiri di sebelah Ariani. diam menunggu tindakan apa yang akan di lakukan Bram. Hyuk hanya khawatir kalau Ariani akan jadi sasaran kemarahan Bram.


"Kenapa kau masih bertemu dengannya?", suara Bram bergetar menahan marah.


"Apa kau sengaja mau mempermalukan aku?, istri tuan Admaja terlihat berbincang dengan mantan calon tunangannya di tempat umum?!",


"Sayang bukan begitu", Ariani mencoba menjelaskan. ia memegang lembut lengan Bram. taoi Bram menghelanya.


"Panggil Petra!",


"Baik tuan", Hyuk berjalan memanggil Petra tak lama mereka datang dan sama halnya dengan Ariani, wajah Petra juga terlihat takut. selama ini Bram memberikan semua fasilitas pada Petra. jangan sampai hal itu di cabut darinya. karena kalau ia harus bekerja di perusahaan yang di pimpin kakaknya itu sangat tidak seru.


"Kenapa kau membiarkan dia berselingkuh?!",


"Berselingkuh??", suara Ariani dan Petra terdengar kompak. karena memang tidak ada perselingkuhan disana. Petra tau kakaknya sedang cemburu kalau di jelaskan sekarang juga akan percuma saja.

__ADS_1


"Sudah lah kak jangan berlebihan, kakak ipar tak sengaja bertemu dengan kak Joan di parkiran. mereka hanya bicara biasa. kakak ipar juga tidak menggubris kak Joan", Bram terdiam. sepertinya ia sedang mencerna penjelasan adiknya.


"Jika kakak begini kasian kakak ipar. kalau kakak ipar minta oulang ke rumah orangtuanya bagainana?, kakak memperlakukannya tidak baik",


"Hyuk seret si bodoh ini keluar".


"Baik tuan",


"Eh eh...mau apa kau tuan Hyuk, aku bisa jalan sendiri", Petra meninggalkan kamar kakaknya dia ntar Hyuk.


Ariani memeluk pinggang Bram dari belakang. ia menyandarkan kepalanya di punggung Bram. Bram hanya terdiam. sepertinya kemarahannya mereda.


***


Lisa mengobati luka di bibir dan pipi Joan yang lebam bekas pukulan Bram. Brenda membawa Joan ke butiknya yang kebetulan disana ada Lisa yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Kenapa Bram bisa semsrah ini?", Brenda membuka suara.


sial!! apa dia mulai mencintai gadis kampungan itu. Bram tidak akan peduli jika ia tidak memiliki rasa apapun pada gadis itu.


"Dia sudah gila", omel Brenda. Joan hanya terdiam. pikirannya sama dengan Lisa. ia menebak Bram memang menyukai Ariani. peluang untuknya kembali dengan Ariani semakin berat. Bram memegani lukanya dan melirik Lisa. ia tau apa yang ada di pikiran gadis itu.


"Apa kau memikirkan hal sama dengan ku?", tanya Joan.


Lisa hanya terdiam.


"Bagaimana kalau kau dan aku bekerja sama", tawaran Lisa membuat Joan tersenyum. tak ada ruginya kalau ia bekerja sama dengan Lisa. mereka akan memiliki keuntungan yang sama.


***


"Sepertinya kakak ku jatuh cinta pada kakak ipar", Petra membuka pintu kamarnya saat Hyuk akan berbalik pergi setelah mengantarkaknya pergi dan memastikan Petra tak akan mengoceh seperti tadi pada tuannya.

__ADS_1


"Itu bukan urusan mu tuan", Hyuk berjalan pergi. semetara Petra tertawa dengan jawaban Hyuk. itu artinya memang benar kakak nya jatuh cinta. bahkan ia belum pernah melihat Bram memperlakukan wanita lain seperti memperlakukan Ariani. dan ia bahkan yakin kakak nya sudah menyentuh Ariani. berbeda dengan Lisa yang hanya di pacari tanpa di pedulikan apa lagi di sentuh.


__ADS_2