Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Hyuk sakit


__ADS_3

"Tidak biasanya sang asisten hebat itu sakit?". celoteh Ariani. Hyuk sedang tidak enak badan. ia minta izin pada Bram tidak masuk kerja satu hari.


"Dia juga manusia biasa sayang", Jawab Bram sekenanya. Ariani tertawa senang. ia hanya heran saja orang seperti Hyuk sakit.


"Apa kita perlu ke rumahnya sayang?". Ariani ingin melihat kondisi Hyuk.


"Tidak perlu. jaga kehamilan mu, lagi pula pasti salah satu dari gadis itu akan menjenguk Hyuk". Bram tersenyum meletakan ponselnya. ia sepertinya punya cadangan selain Petra untuk jadi pengikat bisnis barunya.


***


Keara datang ke rumah Hyuk, membawa bubur ayam untuk sarapan. Keara pikir Hyuk pasti belum makan. Keara membunyikan bel pintu. kamera di depan pintu otomatis merekam wajahnya. Hyuk melihat dari dalam lalu membuka pintu. Hyuk terlihat sedikit pucat. lelaki itu mengenakan kaos oblong putih dan celana panjang santai warna putih. terlihat tetap tampan meski rambutnya acak-acakan.


"Ada apa?".


"Kudengar kau sakit, aku mau masuk". Keara menerobos masuk. ia segera menuju dapur. melihat interior rumah yang mewah Keara sampai berdecak kagum. indah dan rapi. ada unsur klasik dan modern. menggambarkan selera sang pemilik rumah.

__ADS_1


"Indah sekali rumah mu tuan".


"Jika kau menikah dengan tuan Admaja, kemewahan yang lebih dari ini akan kau dapatkan". kata Hyuk sembari mendekat pada Keara. ia meraih tumpukan piring di rak yang jauh lebih tinggi dari Keara. tangan gadis itu tak bisa menjangkaunya.


"Kurasa tuan Petra lebih cocok dengan kak Cecil dan aku lebih serasi dengan mu tuan Hyuk". Keara malu-malu. Hyuk menyeringai melihat tingkah gadis aneh itu. Keara menuang bubur ayam dan membuat dua gelas teh kamomile.


"Apa kau memang suka seenaknya bertamu ke rumah orang tanpa di undang?".


"Tidak juga. aku khawatir kau sakit jadi langsung kemari".


"Dari tuan Bram".


Hyuk tidak melanjutkan bicaranya. ia tau Tuan Bram pasti ada tujuan mengabarkan ia sakit pada keluarga Bestari. Tuan Bram mungkin berharap yang datang menjenguk adalah Cecilia.


Keara mendekati Hyuk yang berdiri menatapnya sembari memegang cangkir teh. gadis itu menyuapkan sesendok bubur ayam pada Hyuk. Hyuk merasa bubur itu enak sekali padahal sepertinya itu hanya bubur ayam biasa. Hyuk memandang Keara yang tinggi badannya hanya sampai sepundak Hyuk. gadis itu terlihat manis dengan kemeja motif bunga dan rambut berponi.

__ADS_1


"Jangan memandangi ku tuan nanti kau jatuh cinta", ia kembali menyuapkan bubur pada Hyuk. Hyuk menyentil kening Keara, agar gadis itu berhenti berhayal.


"Tuan kenapa di rumah ini tidak ada foto keluarga mu?". Kali ini Hyuk terdiam. wajahnya tetap datar.


"Pulanglah, aku mau istirahat".


"kalau begitu akan ku antar ke kamar".


"Tidak perlu". Hyuk makin kesal dengan Keara yang aneh dan sok tau menurutnya. tapi ia merasa senang juga gadis itu mengunjunginya.


"Tuan apa kau menyukai kakak ku?". wajah Keara terlihat sedih. Hyuk jadi gemas melihatnya.


"Ada apa?, apa urusan mu?".


"Tidak ada urusan dengan ku, hanya saja aku ....mencintai mu tuan". Keara memberanikan diri mengungkapkan perasaannya. Hyuk tertegun tapi ia segera menguasai dirinya. kalau ia bisa, rasanya ia ingin mencium bibir mungil yang suka bicara itu. tapi Hyuk belum kehilangan kewarasannya sehingga ia tidak melakukan itu. saking malunya Keara pamit pulang sambil menunduk tanpa memandang wajah tampan yang ia rindukan. Hyuk menahan lengan Keara. gadis itu berhenti dengan jantung berdebar kencang.

__ADS_1


__ADS_2