
Tengah malam Vita sadar, Andi yang memang gak tidur langsung menghampirinya.
"Vita, kamu sudah sadar?" tanya Andi senang
"Mas Andi, aku ada dimana?" tanya Vita sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit.
"Kamu ada di rumah sakit," jawab Andi
"Aku kenapa mas?" tanya Vita yang lupa dengan apa yang terjadi sebelumnya.
"Kamu kecelakaan gara-gara nolong aku,"
"Apakah kamu gak papa mas?" tanya Vita
__ADS_1
"Aku gak papa, terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawaku. Kalau gak ada kamu mungkin aku sudah meninggal," jawab Andi
"Aku melakukan apapun mas demi kamu walaupun kamu gak balas cinta aku," ujar Vita yang belum menyadari bahwa kini dirinya lumpuh.
"Mulai sekarang, aku akan selalu ada buat kamu. Aku akan selalu ada di samping kamu," ucap Andi tersenyum. Andi sudah membuat keputusan, ia akan meninggalkan Alexa untuk Vita. Walaupun keputusan ini sangatlah berat, tapi ini semua Andi lakukan karena dirinya punya hutang nyawa kepada Vita. Apalagi dengan keadaan Vita yang sekarang, Vita sudah kehilangan masa depannya dan itu karena Andi. Lalu bagaimana mungkin, Andi tega meninggalkannya setelah apa yang Vita lakukan untuknya.
Andi rela mengorbankan cintanya, Andi percaya jika memang Alexa adalah jodohnya. Allah pasti akan mempersatukan dirinya dan Alexa dengan ikatan yang sah. Namun jika Alexa bukanlah jodohnya, walaupun Andi berusaha mempertahankannya, pasti akan ada sesuatu yang membuat Andi dan Alexa tak bisa bersatu.
"Terimakasih ... Mas kenapa kakiku gak bisa di gerakan ya? dan kenapa tanganku ... ?!" Vita langsung melihat ke arah tangan kanannya yang sudah gak ada dan hanya sampai siku aja.
"Maafin aku, ini semua karena aku.. Gara-gara nolong aku, tangan kananmu di amputasi dan kamu lumpuh seumur hidup," ujar Andi yang juga menitikkan air mata, ia memeluk Vita dengan sangat tulus.
"Enggak ... Aku gak mau lumpuh. Kembalikan tanganku, aku gak mau lumpuh kayak gini. hiks ... hiks ... kenapa ini semua terjadi sama aku? kenapa?!" Vita terus saja berontak dan menangis sedangkan Andi terus mendekapnya dan membawa Vita dalam pelukannya.
__ADS_1
"Mas ... jika aku lumpuh seperti ini. Bagaimana dengan masa depanku. Aku gak bisa kerja lagi bahkan gak akan ada orang yang mau menikahi ku," Vita menangis, menangis dan terus menangis. Ia gak nyangka bahwa apa yang ia lakukan sangat berakibat fatal untuk masa depannya.
"Hiks ... hiks .... " Vita menangis, ia benci dengan keadaannya yang sekarang.
"Kamu jangan khawatir, kamu gak akan sendirian. Aku akan selalu ada buat kamu, aku akan selalu ada di samping kamu dan aku juga akan menikahi kamu. Aku akan memutuskan pertunangan ku dengan Alexa, setelah itu aku akan menikahi kamu," ucap Andi berjanji karena bagaimanapun Vita seperti ini juga karena dirinya.
"Tapi aku gak mau seperti ini mas, aku mau normal kembali. Aku ingin tanganku kembali, dan aku juga gak mau lumpuh seumur hidup aku. Aku gak mau menjadi manusia yang tak berguna seperti ini. Aku ingin seperti dulu lagi. Aku gak mau seperti ini," teriak Vita histeris yang membuat Andi semakin gak tega dengan keadaan Vita. Andi benar-benar merasa bersalah banget.
Vita terus saja berontak hingga mau gak mau, Andi menyuntik Vita agar Vita bisa tenang dan istirahat. Karena jika Vita terus seperti ini, akan berakibat fatal untuk kesehatan nya.
Setelah Vita tenang, Andi merebahkan tubuh Vita ke brankar. Biarlah Vita istirahat dulu. Andi memegang tangan Vita, Andi mencium tangan Vita sebelah kiri berulang-ulang. Andi meminta maaf karena sudah membuat hidup Vita hancur seperti ini.
"Maafin aku, maafin aku Vita," ucap Andi menangis sambil terus mencium tangan Vita. Sungguh hati Andi sangat sakit melihat kondisi Vita saat ini. Andai dirinya hati-hati dalam menyebrang jalan, mungkin Vita gak akan mengorbankan dirinya hingga seperti ini dan seharusnya saat ini, Andilah yang kehilangan tangannya, seharusnya Andi lah yang lumpuh bukan Vita.
__ADS_1
Rasa bersalah ini benar-benar membuat Andi sangat terpukul.