
Setelah Aksa dan Balqis kembali bersatu, mereka pun pulang ke rumah dengan menggunakan mobil Aksa sedangkan Axel dan Alexa pulang dengan mobilnya sendiri dengan di antar sang sopir tentunya.
Sesampai di rumah sudah jam setengah 9 malam.
Axel memencet bell rumah dan tak lama kemudian Adzriel pun datang membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum aby." Ujar Axel dan Alexa sambil mencium tangan Adzriel.
"Waalaikumsalam. Kenapa pulang jam segini? Kog gak nginep aja di rumah tante dan om?" tanya Adriel sambil menutup pintunya kemballi. Sedangkan sang sopir langsung memasukkan mobilnya ke garasi dan setelah itu pergi ke kamarnya sendiri yang memang sudah di sediakan oleh Adzriel dan Zahra.
"Tadinya sih pengen nginep aby, tapi karena mereka sedikit ada masalah jadi ya kami gak mau mengganggu mereka dulu."
"Terus bagaimana sekarang?" tanya Adzriel.
__ADS_1
"Apanya yang bagaimana aby?" tanya balek Axel yang tak mengerti dengan pertanyaan ayahnya itu.
"Masalah mereka sudah selesai belum?" tanya Adzriel di perjelas.
"Alhamdulillah sudah selesai aby." Jawab Axel, sedangkan Alexa hanya duduk diam di sova karena rasa ngantuk yang teramat berat.
"Sayang dengarkan baik biak ya, Pertengkaran dalam rumah tangga itu sebenarnya adalah hal biasa, bahkan pertengkaran itu hampir pernah terjadi dalam semua keluarga. Tak terkecuali keluarga yang anggotanya orang baik sekalipun. Tapi kita sebagai laki laki dan sebagai kepala rumah tangga harus bisa menyelesaikan masalah itu dengan cepat agar tidak berlarut larut." Ujar Adzriel menasehati. Mereka duduk di kursi sova di ruang tamu, sedangkan Alexa sudah tidur pulas di sova dekat ayahnya, Adzriel.
"Aby, apa bedanya keluarga baik dan keluarga tidak baik saat mereka sedang bertengkar?" tanya Axel.
"Keluarga yang tidak baik, mereka bertengkar tanpa aturan. Satu sama lain saling menguasi dan saling mendzalimi. Setitikpun tidak ada upaya untuk mencari solusi. Yang penting aku menang, yang penting aku mendapat hakku. Tak jarang pertengkaran semacam ini sampai menuai caci-maki, KDRT, atau bahkan pembunuhan.
"Apakah kesedihan di dalam rumah tangga bisa menambah pahala?" tanya Axel yang memang belum faham betul tentang masalah rumah tangga.
"Apapun kesedihan yang sedang kita alami, perlu kita pahami bahwa itu sejatinya bagian dari ujian hidup. Sebagai orang beriman, jadikan itu kesempatan untuk mendulang pahala." ucap ADzriel menjelaskan kepada buah hatinya itu, sedangkan Axel mendengarkan dengan baik. Agar ilmu yang ia dapat dari ayahnya tak hilang begitu saja.
"Hehe iya by. Oh ya umy dan omma mana?" tanya Axel melihat Zahra dan Aulia yang dari tadi gak keluar keluar.
__ADS_1
"Mereka sudah tidur dari tadi. Nih adik kamu juga sudah tidur. Kamu juga cepetan tidur, besok masih harus sekolah, biar nanti Alexa aby yang gendong ke kamar ny," sahut Adzriel.
"Oke aby." Axel pun langsung masuk ke kamarnya, dia membersihkan dirinya sebelum tidur. Sedangkan Alexa, dia di gendong oleh Adzriel menuju kamarnya sendiri.
__ADS_1