Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
semesta kali ini bercandanya keterlaluan


__ADS_3

Setelah Perempuan yang merawat qayla , kembali memberikan sedikit demi sedikit obat racikan nya pada qayla , ia memandangi nya dan berpikir kalau ia perlu menghubungi keluarga wanita yang saat ini berbaring di apartment nya . karena alih-alih takut khawatir mencari keberadaan qayla yang tengah berbaring di apartment nya dengan kondisi tubuh yang begitu lemah tapi yang sedang ia bingung kan adalah tidak adanya identitas apapun seperti ponsel dan juga tas kala ia menemukan nya .


sampai pada ia bergegas kebelakang untuk memeriksa pakaian nya berharap ada sesuatu yang dapat ia temui .


Saat ia tengah memeriksa saku baju , ia menemukan selembar kartu nama yang tertera dengan tulisan Smiling flower ..


Tanpa pikir panjang ia langsung menghubungi nomor telepon yang terdapat pada kartu nama tersebut karena hanya itu yang ada di saku baju milik qayla sambil kembali melihat qayla dan berharap jika orang yang mengangkat merupakan kenalan qayla ,


Di apartment , Melda yang sedang duduk bersama ahyar mendapat telpon di nomor khusus bisnis smiling flower . awalnya sempat tak ingin menerimanya tapi telpon tersebut terus berdering hingga akhirnya ia angkat . Dari seorang perempuan ia berbicara jika menemukan kartu nama ini di seorang wanita yang ia temui di jalan yang sedang berada di apartment nya saat ini dan menjelaskan ciri-ciri nya ...


Lalu Melda dan ahyar pun tanpa banyak bicara mereka langsung meminta alamat perempuan tersebut kemudian bergegas memberitahu raii ,


Raii yang mendengar hal tersebut dengan cepat langsung beranjak pergi dengan seribu kecemasan nya . dan mereka pun pergi menuju alamat yang sudah di dapatkan ..



Sementara sekembalinya menelpon , sang perempuan yang menolong ini kembali kekamar yang di mana terdapat qayla . Ia membawa nampan berisi segelas obat tradisional yang ia buat kembali , ia dengan cepat menaruh nampan tersebut di nakas setelah melihat qayla sadar .


Ya , saat itu pula qayla perlahan membuka matanya dengan masih begitu lemah ia memegang kepalanya perlahan mencoba duduk .


" Hei , tiduranlah saja . Kau masih begitu lemah " ujar sang perempuan membantu qayla


" Ah , d-di mana aku ? " Gumam qayla begitu pucat


" Kamu di apartment ku , aku melihat mu tak sadarkan diri di jalan jadi aku membawa mu ke sini . Ini minumlah " seru nya membantu


Qayla meminumnya sambil menahan getir ,


" terimakasih " gumam nya pelan kembali mengingat kali terakhir yang terjadi . dengan perlahan air matanya berhasil membasahi pipinya begitu saja ..


" oh kau baik-baik saja ? , Apa rasanya begitu pahit ? "


Tingtung.. tingtung .. tingtung


Lalu sang perempuan itu menoleh ke arah pintu apartemennya ,


Tingtung.. tingtung .. tingtung .. tingtung


Raii terus menerus menekan bel nya , begitu tergesa . berharap segera di bukakan dengan Melda dan ahyar yang berada berdiri di sampingnya .


" Ouh siapa si . kenapa tidak sabar sekali , sebentar yah " seru sang perempuan itu Pergi membukakan pintu


Saat raii hendak menekan lagi , pintu apartment tersebut pun terbuka ..


Tanpa menanyakan apapun raii langsung masuk begitu saja menerobos melewati sang pemilik rumah mencari keberadaan qayla , kala itu sang perempuan menatap datar raii .


" Ah Saya Melda , orang yang anda telpon tadi . Di mana qayla ? " Seru Melda menyusul raii masuk . sebenarnya ia juga ingin menerobos masuk tapi ia juga tahu adab ketika masuk ke rumah seseorang


" Ah , Ia baru saja sadar " sahut sang perempuan tak bergeming


Sementara ahyar sedikit menundukkan kepalanya seraya menghormati sang perempuan pemilik rumah tersebut dan juga masuk ,


Raii langsung menuju ke ruang kamar dan ya ia mendapati qayla tengah terduduk sambil memegangi kepalanya yang masih terasa begitu pusing . Raii menghampiri qayla Dan memeluknya


Saat itu juga qayla melepaskan pelukan raii ,


" pergi ! . Aku tidak ingin bertemu dan melihat mu ! " Ucap qayla


Itu membuat raii menatap qayla begitu sedih ,


" Tidak , aku tidak akan pergi sayang " seru raii menggeleng


" Qay , kita sangat mengkhawatirkan mu . Kau baik-baik saja ? " Timpah Melda bersama ahyar yang berada di belakangnya


Ia melihat qayla begitu pucat dengan luka di kedua telapak kakinya , jelas kondisi qayla terlihat memang begitu lemah ,


" Pergi , aku tidak ingin bertemu dengan kalian ! Pergiii !! " Ucap qayla menangis


" Gak , aku gak akan pergi qayla " ucap Melda


" Pergiii .. aku mohon pergii . Aku gak mau melihat kalian , pergiiii ! " seru qayla dengan emosi ia sangat marah dan kesal sambil menangis bercampur aduk dirinya tak lagi bisa menahannya


" Maaf , tapi sebaiknya kalian pergilah dulu . ia baru saja sadar setelah tak sadarkan diri , kondisi nya pun belum stabil " pinta sang perempuan itu melihat qayla dan menggiring mereka pergi

__ADS_1


" Tidak , aku harus bersama nya ! . " Ucap raii memberontak memaksa di sana


" Tapi ia meminta kalian pergi " seru sang perempuan


" sayang .. qayla , sayangg " teriak raii


" Raii , tenanglah " ujar ahyar membawa raii keluar dan menenangkan


" Qay .. Qaylaa .. " panggil Melda


Hiksssss .. hikss .. hikss


" Maaf , " ucap sang perempuan akan menutup pintu apartment nya


" Aku tidak akan pergi , aku akan bersama nya , Tolong biarkan aku bicara dengan nya , aku mohon . Tolong , aku mohon. " Lirih Melda Membuat sang perempuan menatap manik mata Melda yang di dalamnya terdapat kesedihan lalu akhirnya mengizinkan nya


" tenangkan diri lu , kita biarkan Melda bicara dengan qayla . Qayla butuh waktu , ini gak mudah untuk nya menerima kenyataan ini . Kita tahu itu bahkan " gumam ahyar melihat raii


Yang berhasil membuat raii terdiam dengan ekspresi kesedihan yang begitu terlihat jelas , kala ia mencerna semua perkataan ahyar


Melda pun menghampiri Qayla kembali .


" Tolong jangan meminta ku untuk pergi , karena aku tidak akan pernah meninggalkan mu qay " gumam Melda menangis


" Pergilah Mel hiks , tinggalkan aku hiks hiks . " Seru qayla memegang kepalanya yang pusing


" qay , kepala mu sakit ya ? " gumam Melda melihat qayla


" I'm ok , i'm oke . Aku baik-baik saja Mel kau bisa pergi " ujar qayla


" Kamu sedang tidak baik qay " seru Melda memeluk qayla yang tengah sesegukan menangis .


" Kenapa harus aku , kenapa aku harus yang mengalami ini Mell . Kenapa ! Hiks hiks hiks , Pantas saja aku tidak hamil-hamil itu karena aku memang tidak akan pernah bisa Hamill kan mell . Sekarang hidup ku tidak ada gunanya lagi . Apa yang bisa di harapkan dari wanita seperti aku ini yang tidak bisa memiliki keturunan . Aku benar-benar sangat membenci diriku . Kenapa semesta tak pernah adil dengan ku . Apa tidak cukup ia merenggut kebahagiaan ku . Kenapa tidak sekalian saja hidup ku hiks hiks hiks , harus nya aku juga tahu jika raii bersama ku itu hanya karena rasa bersalah nya , rasa kasihan nya tapi bodohnya aku tak menyadarinya " Ujar Qayla marah yang bercerita betapa hancurnya diri nya tak berdaya . Qayla pun menangis dari sakit hatinya yang terdalam


" Aku boleh marah dan membenci keadaan ini kan Mel ! , Hiks hiks , aku boleh terlihat tidak baik-baik saja kan Mel ! , "


" He'um , Iyah qay , Iyah " gumam Melda menangis memeluk nya


Melda yang mendengar pun begitu pilu di rasa , untuk pertama kalinya ia melihat qayla Begitu marah dengan keadaan dan kenyataan . Melda hanya bisa memeluk nya menenangkan nya


" Maaf kan aku qay , maaf . tidak seharusnya aku ikut menyembunyikan hal ini dari mu . Lirih Melda , Kau harus tahu kalau Raii itu sangat begitu mencintaimu qay , kau tahu ia bahkan mengerahkan seluruh orang terbaik di Seoul untuk mencari keberadaan mu dan ia juga mencari mu di bawah guyuran hujan bahkan ia tak tidur barang sedikitpun . Ia sangat mengkhawatirkan mu " gumam Melda


" Aku tidak ingin bertemu dengan nya , "


" Baiklah , tapi tolong jangan meminta ku untuk pergi yah "


" Mel , Terimakasih . untuk tidak meninggalkan ku ketika aku meminta mu untuk pergi karena di saat seperti ini logika ku ingin sendiri tapi hati terdalam ingin ada seseorang yang mampu mengerti . karena di saat itu aku hanya mampu menepuk pelan pundak ku sendiri , dan ketika ada tangan lain rasanya aku ingin menangis tanpa berkata apa-apa . Aku ingin sendiri tapi lemah ku butuh seseorang , terimakasih masih tetap di sini " gumam qayla menghapus genangan sisa air matanya


" Tidak perlu berterimakasih , harus kau ingat apapun yang terjadi dengan mu aku akan tetap menjadi sahabat mu , keluarga mu . Kau istirahat lah " seru Melda tersenyum menatap qayla


" Eung , " gumam qayla .


Raii berdiri menyenderkan tubuhnya di tembok samping pintu apartment Dengan pandangan kosong menatap ke lantai , sementara ahyar berdiri di sisi sebrang nya melihat raii yang begitu lesu dan rapuh .



Melda pun membantu menyelimutinya , setelah kiranya qayla tertidur . Kemudian ia pergi keluar ..


~ Ceklek .. titt . Pintu apartment terbuka dan raii langsung melihat kearah Melda , begitu pula ahyar


" Bagaimana ? , Bagaimana keadaannya Mel ? aku ingin menemui nya " ujar raii melihat sekeluarnya Melda .


" Tak terlalu baik , qayla sedang istirahat . dan sepertinya untuk saat ini qayla tidak ingin bertemu dengan mu , ku harap kau bisa mengerti " seru Melda tak tega menyampaikan nya


Membuat raii menundukkan wajahnya yang begitu sedih Pergi mendudukkan dirinya di sebuah kursi di lorong apartment ..


Melda hanya melihat nya , dan menata ahyar sang suami . lalu ia menghampiri sang perempuan pemilik apartment yang tengah duduk di ujung lorong . Melda mengucapkan banyak rasa terimakasih nya karena sudah menolong dan merawat qayla bahkan . dan tentunya permintaan maaf juga , ia berbincang banyak dan menceritakan sedikit tentang apa yang terjadi . Melda meminta izin jika ia dan qayla mungkin akan bermalam di rumah nya lalu ia juga berterus terang jika kemungkinan besar mereka akan terus bulak-balik datang ke sini sampai qayla lebih baik ,


sang perempuan pemilik apartment tak terlalu keberatan , justru ia begitu tertegun yang hanya sekilas mendengar cerita Melda .


Ahyar duduk bergabung dengan nya ,


" gua , gua gak peduli tidak akan memiliki anak sekalipun . Gua bahkan gak peduli dengan kenyataan itu , gua sangat mencintai qayla . Gua bahkan gak bisa hidup tanpanya , ngebayangin nya ajah gua gak sanggup . Tapi Ia sepertinya sangat membenci gua , ia bahkan tak ingin bertemu dan melihat gua . " Ucap raii membuka pembicaraan

__ADS_1


" Gua tahu itu , tahu kalau lu memang sangat mencintai qayla dan lu , kita semua punya alasan akan hal ini , dia butuh waktu . gak mudah untuk nya " seru ahyar


Mereka bermalam di sana dengan raii dan ahyar yang bermalam di lorong luar apartment ..


***


Malam hari yang panjang kini sudah menjelma pagi hari . dini hari tepatnya ,


Melda merasa perutnya begitu laper di rasa , ia tak tahu jika seseorang saat tengah berbadan dua itu akan lebih sering merasakan laper .


" Sayang , sabar yah nanti kita akan makannya " gumam Melda mengelus perutnya


" Kasian dedenya , masa di suruh makannya nanti " seru sang perempuan pemilik apartment tersenyum


" Ah ? " Gumam Melda terkejut tak tahu jika ternyata sang pemilik Apartemen sudah bangun


" Ikutlah denganku ke dapur yuk , " ujar nya ramah tersenyum menggandeng Melda


Melda pun mengikutinya ,


" Duduklah , ini . kau bisa memakan ini dulu sambil menunggu ku selesai memasak "


" Oh tidak , jangan . Biar aku membantu mu "


" Isilah paling tidak lebih dulu perutmu , ingat di dalam sini ada si Dede "


" Tapi jika begini aku merasa tidak enak "


" Heyy , jangan merasa begitu . Oke sekarang duduklah " serunya tersenyum


Lalu sang pemilik apartment pun mengambil beberapa bahan dari kulkas lemari dan mulai memasak ,


Saat tengah sibuk , Melda pun bergabung ..


" Wahh , kau sangat mahir " ucap Melda menghampiri tersenyum . Biar aku bantu , "


" Boleh , Kalau kau memang mau . "


" hiyahh Aku selalu iri melihat seseorang begitu tenang di dapur saat memasak . Itu Sangat keren "


" Kenapa ? , Kau juga pasti keren "


" Bukannya keren tapi aku sangat begitu buruk . Saat di dapur , dapur mungkin akan sangat berbahaya di pegang oleh ku , udah begitu tapi hasil masakannya juga gak enak pula . "


" Pada awalnya semua orang juga begitu , gak ada seseorang yang mahir tanpa adanya pelajaran . Aku pun seperti itu "


" Ahh kau dan qayla membuat ku bersemangat untuk terus mencoba "


" Apa ini kehamilan pertama mu ? saat ini berapa usia kandungan mu ?


" Iyah , memasuki emp... "


" Mashaallah Kamu hamil Mel ? " ujar qayla tersenyum mendengar kabar yang menggembirakan itu . tapi ia juga tidak bisa bohong kalau terselip kesedihan di rasa oleh dirinya , qayla menghampiri dan memeluk Melda , " selamat ya " serunya dengan masih tersenyum


" A-ah , kau sudah bangun .. " seru Melda tak terlalu nyaman dengan situasi ini


" Kenapa tidak membangunkan aku , aku kan juga mau membantu " seru qayla


" Lihat wajah mu masih pucat begitu , kenapa harus membantu . Iyah kan ? " Ucap Melda melihat sang pemilik apartemen


" Setuju , "


" Aku baik-baik saja , sini apa ada yang bisa aku bantu "


" Tidak ada , semua sudah selesai . "


" Yuk kita ke meja makan , sarapan "


Mereka pun duduk ...


-


-

__ADS_1


...jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻...


__ADS_2