
Jam 22.30 atau jam 10.30 malam.
Alexa mengecek semua penghuni rumah, namun ternyata sudah tidur semua kecuali Inez yang masih bolak balek ke toilet.
"Gimana, aman gak?" tanya Axel.
"Aman kak." Jawab Alexa sambil mengacungkan jempol.
"Oke, ayo ikut aku." Ujar Axel.
Axel dan Alexa pergi keluar rumah dimana seseorang sudah menunggu kedatangan dirinya.
"Assalamu'alaikum." Ujar Axel.
"Waalaikumsalam."
"Maaf ya pak, lama."
"Iya gak papa den." Jawab bapak itu tersenyum, ia sengaja memanggil aden karena ia tau bahwa Axel bukan anak kalangan biasa.
"Bawa ularnya?" tanya Axel.
"Bawa. Ini di dalam tas." Jawab bapak itu ramah.
"Tapi ular ini gak berbahaya kan. Soalnya saya gak mau menimbulkan korban. Saya cuma ingin memberikan pelajaran kepada seseorang." Ujar Axel.
"Iya den, saya pastikan ular ini gak berbisa dan tak akan menyakiti siapapun." Ucap bapak itu.
"Baiklah, ayo ikut saya." Ujar Axel.
Mereka pun pergi dan masuk kedalam rumah Balqis. Mereka berjalan pelan dan masuk ke dalam kamar Axel.
"Tunggu di sini ya pak, saya mau lihat ke luar dulu aman apa gak." Ujar Axel.
"Iya den."
Bapak itu pun menunggu di kamar tamu, kamar yang akhir akhir ini di tempati oleh Axel dan Alexa. Alexa gak mau menunggu di kamar bersama laki laki yang tak ia kenal. Alexa pun ikut Axel keluar kamar.
Setelah memastikan aman, Axel dan Alexa kembali ke dalam kamar.
"Pak, boleh aku bertanya?" tanya Axel, sambil menunggu di luar semakin aman. Memang tadi terlihat sepi tapi entah kenapa ia mempunyai firasat ada seseorang yang belum tidur. Jadi Axel akan menunggu setengah jam lagi sambil ngobrol dengan pawang ular, yang kebetulan dia adalah ayah dari temannya itu.
__ADS_1
"Boleh." Jawab bapak itu tersenyum ramah.
"Bagaimana cara membedakan ular berbisa dengan ular yang gak berbisa?" tanya Axel.
"Ular berbisa itu seperti ular sendok, ular tanah, ular hijau, ular laut, ular pohon, ular welang, hingga ular kobra. Nah, Jika digigit ular itu ada bekas gigitan berupa luka halus yang berbentuk lengkungan. Ciri lainnya, ular berbisa memiliki warna yang terang dan mencolok, serta memiliki mata lebih lonjong dengan pupil berbentuk elips.
Sementara ular tidak berbisa memiliki ciri di antaranya memiliki dua gigi taring besar di bagian rahang atas. Tapi, jika digigit ular tidak berbisa maka akan ada bekas gigitan berupa dua lubang gigitan utama yang disebabkan oleh gigi taring." Jawab bapak itu menjelaskan secara detail.
"Terus yang bapak bawa itu ular apa?" tanya Axel.
"Oh yang di bawa bapak ini ular sanca."
"Tapi ular sanca yang di bawa bapak ini gak akan membunuh seseorang kan pak?" tanya Axel takut karena ia gak mau rencanany ini malah memakan korban.
"Tenang aja kog, ular ini sudah lunak. InsyaAllah dia gak akan sampai memakan korban."
"Syukurlah." Ucap Axel lega. Sedangkan Alexa cuma diam mendengarkan karena ia kurang faham masalah ular.
"Pak ayo ikut aku dan bawa ular bapak itu." Ujar Axel melihat semuanya aman. Sedangkan Inez masih ada di toilet dari tadi dan entah sudah keberapa kalinya, ia bolak balek ke toilet.
"Pak hati hati ya biar gak membangunkan orang - orang yang sudah tidur."
"Iya den." Jawab bapak itu dengan suara yang sangat pelan.
"Nanti ikuti intruksiku ya, pak."
"Oke den."
"Ini kak." Ucap Alexa sambil mengambil kunci dari saku bajunya dan memperlihatkan kepada Axel.
"Oke, bagus." Ujar Axel tersenyum.
Setelah sampai di depan kamar Inez, Axel melihat CCTV di hpnya. Untunglah dia bisa membobol CCTV hingga bisa tersambung di hpnya. Axel mempunyai dua hp dan dua duanya itu sudah terhubung semua termasuk bahkan di hp Alexa juga.
"Pak, aman." Ujar Axel tersenyum. Alexa segera membuka kunci pintu kamar Inez dan bapak itu (Pawang Ular) segera mengeluarkan ular yang ia bawa dan memasukkannya ke dalam kamar Inez.
"Alexa kamu ambil kunci yang ada di dalam kamar agar Inez gak bisa keluar." Ucap Axel.
"Iya kak." Alexa mengambil kunci yang di gantung di dinding belakang pintu, setelah mendapatkannya. Ia pun segera mengunci pintu itu dari luar.
"Oke, kita liar dari CCTV." Ujar Axel. Axel memberikan salah satu hp nya kepada pawang ular itu agar ia bisa melihat bagaimana ularnya itu bekerja. Sedangkan Alexa melihat menggunakan hp nya sendiri.
Sudah 10 menit, mereka menunggu tapi Inez tak keluar juga dari toilet.
"Apakah wanita itu perutnya sakit banget sampai sampai gak keluar dari toilet?" tanya Axel.
"Entahlah. Tunggu aja beberapa menit lagi." Jawab Alexa sambil terus memperhatikan ular itu.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian, Inez keluar dari toilet namun saat ia mau merebahkan tubuhnya di atas kasur. Inez melihat ada ular yang sangat besar. Inez pun menjerit. Untunglah lagi lagi kamar yang di pakai Inez itu kedap suara.
"TOLOOONG. ADA ULAR DI KAMAR." ucap Inez ketakutan. Sedangkan Axel dan Alexa hanya tertawa melihatnya.
"TOLONG, SIAPAPUN YANG ADA DILUAR, TOLONG AKU." Ujar Inez dengan wajah yang sudah pucat.
Inez mencari kunci kamarnya tapi gak ketemu, Inez hanya bisa mengedor pintu berharap ada orang yang mau menolongnya.
"Bagaimana ini? Aku gak mau mati sia sia." gumam Inez ketakutan.
Saat ular itu mencoba menghampirinya, Inez pun mejerit hingga akhirnya ia pingsan untuk yang kedua kalinya. Setelah memastikan Inez benar benar pingsan, Axel segera membuka pintu kamar Inez.
"Pak, tolong segera masukkan ular itu ke dalam tas bapak yang barusan." Perintah Axel. Bapak itupun segera menangkap ular itu dan memasukkan kembali ke dalam tas besar yang ia bawa.
"Al, taruh kembali kunci itu di tempat yang tadi. Setelah itu kunci kamar ini dari luar." Ucap Axel.
"Oke ka."
Setelah semua beres, Axel pun langsung mengantarkan bapak itu sampai depan rumah karena jika terlalu lama berada di dalam rumah, bisa bisa ada orang yang melihatnya.
"Makasih ya pak. Dan ini bayarannya." Ujar Axel sambil memberikan uang sebesar 500 ribu.
"Makasih ya den. Jika butuh bapak lagi, segera hubungi bapak."
"Oke. Hati hati di jalan. Soalnya ini sudah tengah malam."
"Iya den. Bapak pamit dulu. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah bapak itu pergi, Axel dan Alexa pun segera masuk ke dalam rumah. Dan pergi menuju kamar tamu.
"Ka, ayo cepetan di edit vidio CCTV nya." Ujar Alexa.
"Iya sabar." Axel pun memodivikasi vidio yang tadi dan menghilankan jejaknya. Ia tak ingin apa yang dia lakukan itu ketahuan oleh orang rumah. Untunglah Axel faham dan pernah mempelajarinnya hingga ia pun bisa memanfaatkan ilmu yang ia punya. Mempunyai kedua orang tua yang cukup pintar membuat dirinya sangat bangga karena ia bisa melakukan sesuatu yang belum tentu bisa orang lain lakukan.
Setelah selesai dan berhasil. Kini waktunya Axel dan Alexa tidur.
__ADS_1