Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Dia Lagi Dia Lagi


__ADS_3


Saat malam hari sekitar jam satu malam, Alexa bangun karena ia merasa sangat haus. Selesai minum, ia pun tak bisa tidur kembali. Karena melihat jam masih menunjukkan pukul satu dini hari. Ia pun mengambil wudhu untuk sholat malam dan mengaji sekitar dua lembar. Dan setelah itu, ia pergi ke ruang tamu untuk bermain game. Namun saat ia mau duduk di kursi dan mau menyalakan hp nya, tiba tiba ia mendengar seperti ada langkah orang. Ia liat kesana kemari tak ada orang.


"Masak sih suara itu dari luar?" tanya Alexa pada dirinya sendiri. Kalau malam hari, suara pelan pun bisa terdengar mungkin karena sunyi dan semua orang pada tidur.


"Aku harus liat keluar nih dari pada penasaran kayak gini tapi aku takut, gimana ya?" Alexa pun bingung gak tau harus berbuat apa, karena sebenarnya ia kadang merasa takut jika harus keluar rumah seorang diri saat di malam hari walaupun itu hanya keluar di depan rumah saja.


"Ah ya, aku bisa mengintipnya lewat jendela." Ujar Alexa yang tiba tiba punya ide, ia menaruh hpnya di saku bajunya. Tak lupa hp itu ia silent karena takut mengganggu dirinya saat lagi fokus mencari sesuatu.  Alexa membuka jendela yang menghadap ke depan tapi tak ada orang sama sekali, ia pun pergi ke samping rumah. Di sana ada jendela yang cukup lebar. Dan jendela itu sedikti tebal dan hitam. Jadi kalau lampu di dalam di matikan, sedangkan di luar hidup maka yang di dalam bisa liat orang yang ada di luar dengan leluasa sedangkan orang yang di luar tak akan bisa melihat orang yang ada di dalam. Tapi jika di balik, yang luar lampunya di matikan dan lampu yang di dalam di hidupkan, maka orang yang di luar bisa melihat orang yang ada di dalam sedangkan yang di dalam tak kan bisa melihat orang yang ada di luar karena terhalang gelap.


Dan sekarang ia pun bisa melihat seseorang yang lagi mengendap  layaknya seperti maling.


"Siapa dia? Dan kenapa jalannya seperti itu?" tanya Alexa sambil terus memperhatikan gerak gerik orang itu.


"Sangat mencurigakan sekali. Haruskah aku membangunkan om dan tante?" Alexa terus berbicara pada dirinya sendiri.


"Ah kayaknya gak perlu. Aku harus memastikan dulu siapa dia dan setelah itu aku akan membangunkan kak Axel." Ujar Alexa.


Alexa terus memperhatikan orang itu dan setelah agak dekat, barulah ia tau siapa orang itu.


"Astaugfirullah, wanita itu pelakor." Ucap Alexa menutup mulutnya takut jika suaranya akan terdengar. Alexa pun segera berjalan ke arah kamarnya dan membangunkan Axel.


"Ka, bangun ka." Ujar Alexa sambil menggoyang goyangkan tubuh Axel.


"Ada sih Al?" tanya Axel dengan mata yang masih tertutup.


"Ada penyusup." Jawab Alesa tepat di telinga Axel.


"Apa?" Teriak Axel yang langsung bangun seketika.


"Jangan keras keras kak, nanti orang rumah pada bangun."


"Maaf. Kamu beneran ada penyusup?" tanya Axel yang sudah tak lagi merasa ngantuk. Ngantuknya hilang seketika saat saudara kembarnya itu bilang ada penyusup.


"Benar ka. Dan penyusupnya itu adalah pelakor yang tadi sore."


"Astaugfirullah. Dia masih berani ya datang ke sini setelah apa yang terjadi tadi sore. Kayaknya kita harus bikin strategi yang lebih deh biar dia kapok."


"Strategi apa kak?"


"Kamu bisa make u kan?"


"Bisa kak, aku aku sempat les make up walau cuma 3 bulan saja. Tapi aku ngerti dan faham walau aku gak pernah menggunakan keahlianku."


"Syukurlah. Sekarang kamu pakai baju putih dan pakai hijab warna putih, nanti hijabnya kamu kasih tali kayak pocong gitu. Terus kamu make over tuh wajahmu, buat yang bagus ya biar terlihat beneran."


"Aku akan membuat sesuatu dulu. Iya udah sekarang kamu cepetan ganti baju, aku harus keluar dulu." Ucap Axel, ia segera keluar sedangkan Alexa segera ganti baju terusan berwarna putih dan juga hijab berwarna putih dan memberikan tali di atas kepala. Ia juga menggunakan make up yang selama ini belum pernah ia pakai dan hanya ia simpan di dalam tas. Dan sekarang ke ahliannya itu bisa ia gunakan.


Setengah 10 menit Alexa pun berhasil membuat dirinya seperti pocong beneran. Dan tak lama kemudian  Axel juga datang dan membawa 3 botol.


"Astaugfirullah." Ucap Axel memegang dadanya karena kaget melihat pocong yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Ka, ini aku Alexa." Ujar Alexa tersenyum.


"Ya Allah Al, aku kaget. Ya sudah, kamu sudah siap kan?"


"Sudah ka, itu apa kak?" tanya Alexa melihat Axel membawa botol.


"Ini asap buatan, tadi kakak bikin biar semakin meyakinkan."


"Okelah. Ayo."


"Eh bentar, hp ku mana?"


"Buat apa lagi?" tanya Alexa.


"Hp itu penting, nanti kamu akan tau sendiri."


"Ya udah, itu hp nya di samping tas aku."


"Iya udah aku ambil dulu." Axel mengambil hp nya dan setelah itu, ia dan Alexa pergi ke tempat di mana Inez sekarang berada dan ternyata Inez sedang berusaha untuk membuka salah satu jendela yang ada di samping rumah.


"Kamu sudah siap?" tanya Axel.


"Sudah kak. Oke kita keluar lewat pintu belakang. Nanti kamu berdiri di dekat pohon itu."


"Tapi di sana gelap, ka. Dan jika ada ular gimana?"


"Kamu tenang aja, kakak akan melindungi kamu. Ayo cepetan."


"Oke."



Sedangkan Axel mulai membuka tutup botol itu dan melemparkannya ke Alexa sehingga kepulan asap pun mulai sedikit menyebar dan setelah itu, ia memutar audio yang sangat menyeramkan dan membuat siapa aja jadi merinding.


Dan benar saja, saat Axel memutar audio itu. Inez yang tadinya fokus untuk membuka jendela, tiba tiba melihat ke sana ke mari dan betapa kagetnya dia melihat ada kepulan asap, ia pun mengarahkan senter yang ia bawa ke arah kepulan asap. Dan setelah kepulan asap itu menghilang, ia melihat ada pocong yang melihat ke arah dirinya. Inez pun menjadi merinding apalagi suara yang bikin ia takut membuat kakinya gemeteran.


"Se....Se.....Setaaannnnnn." Teriak Inez dan ia pun langsung lari terbirit birit menuju rumahnya. Namun teriakan Inez tadi mampu membuat semua penghuni rumah yang tadinya tidur langsung bangun semua dann langsung pergi ke samping rumah.


"Ada apa Axel?" tanya Aksa melihat ada Axel yang lagi megang hp. Untunglah kepulan asap tadi benar benar menghilang. Dan Axel langsung mematikan audionya saat Inez kabur sedangkan Alexa segera bersembunyi di balik pohon.


"Gak ada apa apa om." Jawab Axel tersenyum karena tak mungkin ia bilang kalau tadi Inez ke sini dan berusaha untuk masuk ke dalam rumah.


"Tapi tadi tante mendengar ada suara orang yang berteriak." Ucap Balqis sedangkan semua asistennya cuma diam mendengarkan karena mereka tak berani untuk buka suara.


"Masak sih tan? Tapi aku gak denger apa apa tuh. Mungkin dari rumah depan atau rumah samping yang sedang teriak dan suaranya kedengeran sampai sini.


"Terus kamu ngapain di luar jam segini?" tanya Aksa.


"Gak ada om. Aku gak bisa tidur jadi aku main hp di sini."


"Oh. Ya sudah nanti setelah selesai main game, langsung masuk kamar ya. Jangan kemana mana. Bahaya keluar malam malam."

__ADS_1


"Iya om."


"Tante masuk ke dalam dulu ya, masih  ngantuk."


"Iya tan."


"Ayo semuanya tidur masih tengah malam." Ujar Aksa kepada semua asisten rumahnya itu.


Setelah semuanya masuk, Axel pun menghampiri Alexa yang sembunyi di balik pohon.


"Keluar Al, sudah aman." Ujar Axel sambil mengambil botol yang ia lempar tadi dan  membuangkan ke tempat sampah.


Alexa pun segera keluar dan masuk ke dalam kamarnya bersama Axel.


"Ih, gak enak banget pakek ginian." Ujar Alexa sambil membuka kain putih yang membelenggu tubuhnya dan setelah itu, Alexa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan juga wajah yang penuh dengan make up. Setelah selesai, ia segera memakai baju dan duduk di samping kakaknya.


"Alhamdulillah ya kak, kita bisa mengusir wanita jahat itu."


"Iya, syukur alhamdulillah."


"Tapi kenapa dia ke sini tengah malam ya kak?"


"Mungkin dia punya niat jahat sama keluarga ini."


"Iya mungkin kak."


"Aku mau ambil wudhu dulu, mau sholat. Kamu sudah sholat?" tanya Axel.


"Sudah kak, tadi."


"Iya sudah, kamu tidur lagi gih. Nanti adzan shubuh, aku bangunin."


"Oke.


Alexa pun segera naik ke atas kasur dan tidur sedangkan Axel pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi, cuci muka dan setelah itu ambil wudhu untuk sholat malam.


Untunglah tadi Alexa bangun lebih dulu dan melihat Inez yang berusaha untuk masuk ke dalam rumah lewat jendela. Andai Alexa gak bangun, entah apa yang terjadi.


 


 


 


 



 


 

__ADS_1


 



__ADS_2