Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kamu Terlalu Baik


__ADS_3


 


Dua jam kemudian Zahra bangun dari tidurnya. Adzriel pun segera menghampirinya.


"Sayang, sudah bangun?" tanya Adzriel pelan biar gak menganggau putra dan putrinya yang lagi tidur.


"Iya mas. Kenapa mereka tidur di sini?" tanya Zahra dengan suara pelan.


"Iya mungkin karena mereka kangen kamu jadi pengen tidur bareng kamu." Jawab Adzriel tersenyum.


"Oh. Mas antarkan aku ke kamar mandi ya." Ucap Zahra karena ia merasa kepalanya masih sedikit pusing.


Adzriel mengangguk. Ia  menyingkirkan tangan Axel dan Alexa dari tubuh Zahra dan setelah itu ia membantu Zahra turun dari kasur dan menuntunnya ke kamar mandi.


Setelah selesai dari kamar mandi, Zahra dan Adzriel pun memutuskan untuk pergi ke ruang tamu karena Zahra sudah tak lagi mengantuk dan enggan untuk tidur lagi.


"Sayang, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." Ucap Adzriel.


"Ada apa mas?" tanya Zahra.


"Tak lama lagi Balqis akan kembali ke Indonesia bersama suaminya dan mereka akan tinggal di rumah Papa Dedi." Jawab Adzriel.


"Benarkah? Aku sudah rindu padanya. Walau aku tak pernah deket dengannya tapi aku ingin segera bertemu dengannya dan bisa menjalin silarurahmi dengan baik. Nanti pasti kita akan menjadi dua keluarga yang bahagia. Aku sudah menganggap Balqis seperti saudaraku." Ujar Zahra bersemangat.


"Kamu gak dendam padanya?" tanya Adzriel.


"Enggak dong. Ngapain menaruh dendam. Itu gak baik untuk kesehatan. Lagian itu kan sudah masa lalu. Aku gak mau ada permusuhan di antara kita. Menjalin persaudaraan itu jauh lebih baik dari pada menaruh dendam dan mempunyai banyak musuh sana sini. " Jawab Zahra.


"Syukurlah aku senang mendengarnya." Ujar Adzriel yang begitu bangga mempunyai istri yang begitu baik dan tak suka mendendam.


"Kira kira kapan Balqis akan pulang mas?" tanya Zahra.


"Entahlah belum tau juga. Tapi papa akan segera mengabari aku jika mereka sudah akan berangkat ke sini." Jawab Adzriel.


"Mas, kita harus buat kejutan kecil kecilan untuk mereka mas. Kita kan kemaren gak datang pas pernikahan mereka, gimana jika kita merayakannya di rumah ini. Pasti dia akan senang dapat kejutan dari kita semua." usul Zahra bersemangat.


"Tapi sayang, kamu kan lagi gak enak badan dan kamu juga lagi hamil muda. Kamu gak boleh melakukan aktivitas yang berat berat." Ujar Adzriel


"Aku sudah baik baik saja mas. Aku juga sudah gak mual dan hanya pusing dikit. Nanti juga sembuh. Aku janji, kalau aku lelah, aku akan istirahat. Pokoknya aku ingin memberikan kejutan untuk mereka mas. Kita sudah lama tak bertemu dengan Balqis. Masa ia dia pulang ke sini gak ada sambutan apapun apalagi dia sekarang datang bersama dengan suaminya." ucap Zahra yang sedikit keras kepala.


"Iya sudah terserah kamu aja deh." Ujar Adzriel pasrah


"Nah gitu dong. Oh ya enaknya mau bikin kejutan di rumah ini apa di rumah Dedi aja ya?" tanya Zahra.


"Di sini aja, nanti biar bunda yang nelvon Balqis untuk datang ke sini." Jawab Adzriel.

__ADS_1


"Iya deh. Aku juga akn membuat masakan dan kue buatanku. Pasti Balqis suka deh." Ujar Zahra.


"Terserah kamu baiknya gimana, asal jangan sampai kecapean atau aku akan marah." Ucap Adzriel.


"Emang mas bisa  marah?" tanya Zahra tersenyum


"Bisa." Jawab Adzriel.


"Gimana marahnya? Coba praktekkan? Aku pengen liat." Ujar Zahra tertawa.


"Beneran?" tanya Adzriel.


"Iya." Ujar Zahra.


Adzriel pun menggapai istrinya untuk duduk di dekatnya dan setelah itu langsung menggeliti tubuhnya hingga Zahra tertawa dan minta ampun.


"Ampun mas, ia deh aku nyerah. Udah mas, geli. Aku gak tahan. Berhenti mas. Aku janji gak akan  sampai lelah. Beneran dah. Lepasin, geli......" Ucap Zahra sambil tertawa.


Adzriel yang gak tega akhirnya melepaskan istrinya itu.


"Mau lagi?" tanya Adzriel.


"Enggak deh." Jawab Zahra sambil mengacungkan dua jari.


"Oh ya by the way, mas tau dari mana kalau Balqis mau ke sini?" tanya Zahra.


"Oh terus mas udah bilang belum sama bunda. Pasti bunda seneng banget kalau ia tau kalau Balqis akan pulang ke sini lagi." Ujar Zahra.


"Sudah sayang, tadi setelah selesai von vonan dengan papa, aku langsung von bunda." Ucap Adzriel.


"Bunda senengkan?" tanya Zahra.


"Iya sayang. Oh ya bunda udah sampai belum?" tanya Zahra.


"Belum." Jawab Adzriel.


"Lain kali mas harus ikut kalau bunda keluar kota. Kasihan jika harus bepergian sendirian. Takut ada apa apa." Ujar Zahra.


"Iya sayang, andai tadi kamu gak sakit juga pasti mas yang akan nganterin bunda." Ucap Adzriel.


"Maafin aku ya mas, gara gara aku bunda jadi berangkat sendiri." Ujar Zahra.


"Gak papa, toh bunda kan juga berangkat ma sopir kita. Dia pasti akan menjaga bunda dengan baik." Ucap Adzriel menenangkan istrinya.


"Iya juga sih." Ujar Zahra.


"Oh ya kamu udah lapar belum?" tanya Adzriel.

__ADS_1


"Belum mas, mas sendiri udah lapar belum?" tanya balik Zahra.


"Belum juga. Iya sudah kita nonton tivi yuk." Ujar Adzriel.


"Ayo." Ucap Zahra sambil mengambil remot tivi dan  memencet warna hijau, seketika tivi pun menyala.


Zahra rebahan di sova, sedangkan kepalanya ia taruh di paha suaminya.


"Mau nonton apa mas?" tanya Zahra.


"Terserah, apa aja boleh." Jawab Adzriel.


"Hemm sebenarnya aku sekarang tak terlalu suka nonton tivi. Soalnya bagiku filmnya gak ada yang bagus, gak kayak dulu pas aku masih kecil. Kalau sekarang gimana gitu, bikin bosen." ucap Zahra


"Iya sudah nonton berita aja biar gak kesal." Ujar Adzriel.


"Iya deh." Ucap Zahra. Zahra pun merubah channelnya untuk mencari berita.


"Gak ada berita mas." Ujar Zahra.


"Iya sudah matikan aja deh." Ucap Adzriel. Zahra pun mematikan tivinya dan hanya memenjamkan mata menikmati sentuhan suaminya yang dari tadi mengelus kepalanya dengan lembut.


"Nanti jalan jalan yuk biar gak bosen, ajak anak anak juga. Kita sudah lama gak liburan bareng anak anak." Ujar Adzriel.


"Boleh mas, tapi mau jalan kemana?" tanya Zahra.


"Ke Mall atau ke taman juga boleh." Ucap Adzriel.


"Ke Mall aja mas, aku mau beli sesuatu." Ujar Zahra.


"Oke."


Saat mereka asyik bercerita tiba tiba adzan dhuhur pun berkumandang. Adzriel dan Zahra segera membangunkan kedua buah hatinya untuk mandi lalu sholat dhuhur berjamaah. Dan setelah itu, Adzriel meminta asistennya untuk memasak makan siang. Setelah selesai, mereka pun makan bersama.


 


\====================


Jangan lupa vote nya ya.....


Oh ya bagi kalian yang ingin tau aku sudah up apa belum, bisa lihat di Instagram saya evita_jember. Biasanya setelah saya selesai up, akan saya scrinshot dan di posting di IG.


 



 

__ADS_1



__ADS_2