Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Menangis Di Malam Pertama


__ADS_3


 


Acara pernikahan Aksa dan Balqis selesai jam setengah 12 malam. Setelah itu, Dedi dan Ezra pun menyuruh pengantin baru itu untuk istirahat di salah satu hotel yang sudah di pesan oleh Ezra dari beberpa hari yang lalu. Sedangkan Ayu sibuk menyuruh karyawan dan semua asistennya untuk membersihkan ruangan itu agar bisa kembali seperti semua di mana resepsi belum di gelar. Semua kue dan makanan yng masih tersisa di berikan kepada fakir miskin sepanjang jalan bahkan banyak di antara mereka yang sudah mengantri hanya untuk menerima kue dan makanan yang masih tersisa banyak.


Aksa dan Balqis pun segera pergi ke hotel di lantai 7 nomer 77 dengan ruangan VVIP yang membuat siapa saja jadi betah.


Saat memasuki ruangan, Aksa dan Balqis pun terlihat canggung.


"Bolehkah aku membuka cadarmu?" tanya Aksa dan Balqis pun hanya menganggukkan kepala.


Aksa membuka cadar itu pelan pelan dan penuh ke hati hatian sekan akan takut jika ia membukanya dengan kasar akan melukai wajah cantik itu.


"Kamu sangat cantik." Puji Aksa yang sangat mengagumi kecantikan istrinya itu. Sejak mereka bertemu Aksa masih belum tau wajah istrinya dan kini ia bisa tau betapa cantiknya wanita yang kini telah resmi jadi istrinya itu.


"Terima kasih." Ujar Balqis menunduk.

__ADS_1


"Boleh aku menciummu?" tanya Aksa.


"Silahkan." Ujar Balqis kaku.


Aksa pun mencium dahi Balqis dengan sangat lembut. Namun tiba tiba saja Hp nya berbunyi, Aksa pun segera membuka Hp itu dan membaca pesan yang masuk ke Hpnya dan setelah itu Aksa pun segera membalas pesan tersebut dan menaruh Hp itu ke dalam sakunya.


"Sayang, hari ini aku akan keluar, gak papa kan?" tanya Aksa sambil membuka bajunya dan menggantinya dengan baju siapa. Untunglah papanya itu sudah menyiapkan baju di kamar hotelnya sehingga ia tak perlu menyuruh orang untuk membelikan baju lagi.


"Emang kamu mau kemana?" tanya Balqis.


"Kekasihku lagi sakit dan ia terbaring di rumah sakit seorang diri. Dia anak yatim piatu, aku gak mungkin membiarkan dia sendirian di sana sedangkan ia sakit karena pernikahan kita." Jawab Aksa.


"Entahlah, aku gak tau." Jawaab Aksa tanpa memberikan kepastian kepada istrinya.


"Terus gimana jika mama dan papa nyariin kamu?" tanya Balqis.


"Aku yakin kamu bisa menjawabnya. Kamu bilang aja aku sudah tidur lagian mereka gak mungkin menyakan aku karena ini malam pertama kita." Ujar Aksa.

__ADS_1


"Jika kamu tau ini malam pertama kita, kenapa kamu harus pergi?" tanya Balqis yang sudah mulai meneteskan air mata.


"Sayang, kamu harus mengerti. Saat ini kekasihku lagi sakit." Ujar Aksa, ia menyebut Balqis dengan sebutan sayang agar istrinya itu luluh.


"Tapi aku sekarang adalah istrimu. Aku butuh kamu bukan hanya dia." Ucap Balqis sambil menghapur air mata yang mengalir deras di pipinya.


"Sayang, kamu harus ngerti posisiku. Dia kekasihku dan aku sudah menjalin hubungan dengannya hampir 7 tahun dan aku gak bisa melupakan dia begitu aja. Aku mohon beri aku waktu. Oke. Dan sekarang aku benar benar harus pergi. Maafkan aku." Ujar Aksa lalu pergi meninggalkan Balqis seorang diri.


Balqis hanya bisa menatap kepergian suaminya itu dengan sakit yang tiada tara.


 


 



 

__ADS_1


 



__ADS_2