
Pagi ini setelah selesai sholat shubuh, Aulia, Adzriel dan juga Zahra sudah siap siap mau berangkat ke luar negeri. Semua persiapan sudah mereka siapkan sejak tadi malam. Dan kini mereka akan di antar oleh Axel ke bandara.
"Alexa, Ayunda kalian ini perempuan. Selama aby, umy dan oma pergi ke luar negeri. Kalian harus jaga diri baik baik ya, jangan deket deket sama lawan jenis yang bukan mahromnya. Walaupun aby dan umy gak lihat, tapi inget ada Allah yang akan selalu melihat apa yang kalian lakukan. Kalian jangan takut sama aby dan umy. Tapi takutlah sama Allah."
"Iya aby." Jawab Ayunda dan Alexa.
"Iya sudah, kami berangkat dulu. Assalamu'alaikum." ujar Adzriel.
"Waalaikusalam." jawab Ayunda dan Alexa
Ayunda dan Alexa pun mencium tangan abynya, lalu Adzriel langsung berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Axel.
"Nak, umy berangkat dulu ya. Kalian harus hati hati di rumah. Inget pesan aby tadi." ujar Zahra.
"Iya umy." jawab mereka bersamaaan.
"Umy berangkat dulu, Assalamu'alakum."
"Waalaikum salam." jawab Ayunda dan Alexa sambil mencium tangan umy nya. Dan setelah itu, Zahra pun segera masuk ke mobil di mana suaminya sudah duduk santai di kursi depan.
Dan terakhir Aulia.
"Kalian jangan berfikir aby itu kejam, percayalah aby ngomong panjang lebar seperti itu, demi kebaikan kalian semua." ucap Aulia menaseti dengan lembut.
"Iya, oma. Kami mengerti." ujar Ayunda dan Alexa.
"Iya sudah, oma berangkat dulu. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam." Setelah itu Ayunda dan Alexa pun mencium tangan ommannya.
Setelah Aulia, masuk ke dalam mobil. Axel pun juga masuk, karena dia yang akan mengantarkan mereka bertiga menuju bandara.
Setelah mobil pergi, Ayunda dan Alexa pun bisa bernafas lega. Mereka pagi pagi sudah dapat ceramah panjang kali lebar dari aby nya.
__ADS_1
"Ka, kita olah ragakan?" tanya Ayunda.
"Iya." jawab Alexa. Walaupun keluarganya sedang pergi tapi olah raga tiap pagi gak boleh sampai bolong. Karena itu sudah seperti rutinitas yang gak boleh di tinggalkan.
"Kamu ganti baju dulu gih, kakak juga mau ganti baju. Nanti jika kamu selesai duluan, kamu tunggu kakak di taman belakang." ucap Alexa.
"Siap kak."
Setelah itu, mereka berdua pun masuk kamar masing masing untuk ganti baju.
Saat Alexa masu ke kamarnya untuk ganti baju, tiba tiba melihat ponselnya sedang menyala. Memang nada deringnya di non aktifkan jika malam hari agar gak mengganggu Alexa yang tidur nyenyak.
Alexa melihat ada pesan masuk dari nomer baru. Alexa pun membukannya dan hanya ucapan
"Assalamu'alaikum."
Sebenarnya Alexa males untuk membalasnya tapi ya sudahlah, akhirnya Alexa pun menjawabnya juga.
"Waalaikumsalam." (Alexa)
"Ini aku Edwin. Aku minta nomer kamu sama Andi." (Edwin)
"Oh." (Alexa)
"Aku fikir kamu belum bangun tidur." (Edwin)
"Aku sudah bangun tadi jam 3." (Alexa)
"Sekarang lagi apa?" (Edwin)
"Mau ganti baju, mau siap siap olah raga pagi." (Alexa)
"Kamu ternyata olah raga rajin juga ya?" (Edwin)
__ADS_1
"Iya." (Alexa)
"Iya sudah, selamat olah raga. Maaf ganggu pagi pagi." (Edwin)
"Iya." (Alexa)
Setelah itu, Alexa pun menaruh hp nya kembali dan Alexa pun segera ganti baju. Juju ia bahagia Edwin mau mengirim pesan padanya tapi ia inget dengan pesan aby nya tadi. Jadi Alexa akan berusaha jaga jarak dengan Edwin, walaupun Edwin adalah orang pertama yang berhasil mencuri hatinya.
Alexa percaya jika memang Edwin adalah jodohnya, pasti mereka akan bersatu di pelaminan. Toh bukankah jodoh tak akan ketukar?
Setelah selesai ganti baju, Alexa pun segera pergi ke taman di mana adiknya ternyata sudah menunggu dirinya.
"Lama banget kak, ganti baju?" tanya Ayunda.
"Maaf. Iya sudah ayo kita mulai biar gak siangan." jawab Alexa.
Setelah itu Ayunda dan Alexa pun olah raga kecil kecilan hingga satu jam lamanya. Dan setelah itu mereka pun istirahat melepas rasa lelah.
"Kak, tadi kita sudah dapat ceramah panjang lebar dari aby. Lalu gimana dengan hubungan kakak dan Pak Edwin?" tanya Ayunda.
"Hubungan apa? Kakak gak ada hubungan apapun dengan gurumu itu." ujar Alexa.
"Kakak jangan bohong. Aku tau saat kakak pertama kali ketemu dia, kakak langsung jatuh hati padanya kan? Dan tadi malam, saat kakak ngobrol dengannya, kakak terlihat sangat bahagia walaupun sedikit malu malu. Bahkan sangking bahagianya, kakak dan Pak Edwin sampai melupakan aku. Dan aku lihat Pak Edwin, sepertinya suka juga sama kakak. Aku gak masalah jika guruku sendiri jadi saudara ipar aku alias kakak ipar aku. Pak Edwin itu baik, sangat baik. Andai aku sudah dewasa seperti kakak, mungkin aku juga akan jatuh cinta padanya. Selain dia tampan, dia juga baik, ramah, gak suka marah dan telaten dengan anak kecil. Apa lagi yang kurang, memang dia gak sekaya kita tapi dia adalah seorang guru. Yah walaupun gajinya gak sebesar kakak sih." ucap Ayunda. Gara gara Ayunda suka lihat film orang dewasa, fikirannya jadi dewasa juga tapi anehnya dalam hal pelajaran, Ayunda sulit nerima penjelasan gurunya hingga sulit untuk meraih juara satu.
"Kamu ngomong apa sih dek? Kayak orang dewasa aja. Yuk masuk, Kita masak." ucap Alexa.
"Kakak ngajak aku masak? Aku mah ogah, capek juga habis olah raga. Lagian aku ini kecil, belum bisa masak. Kakak minta bantuan sama bibi aja." jawab Ayunda.
"Tadi kamu gak denger apa yang di bilangin sama aby, kakak harus ngajarin kamu masak. Ayo, jangan males. Kakak akan masak kesukaan kamu." ucap Alexa.
"Iya udah ayo." ujar Ayunda. Sebenarnya Ayunda sangat males, tapi karena takut di marahin aby nya. Mau gak mau Ayunda pun nurut.
Ayunda dan Alexa pun pergi ke dapur.
__ADS_1
Setelah selesai masak dan selesai sarapan, Alexa pun bersiap mengantarkan Ayunda terlebih dahulu ke sekolah setelah itu barulah Alexa pergi ke rumah sakit.
Setelah Ayunda dan Alexa pergi ke rumah sakit, Axel datang dari mengantarkan kedua orang tuanya serta omanya ke bandara. Sebenarnya cuma sebentar tapi Axel masih kelilling keliling dulu, baru setelah itu pulang.