Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Menginap di Apartemen Keara


__ADS_3

Natasya menyesap kopinya, ia duduk di sebuah kafe menunggu Hyuk datang. tak berapa lama Hyuk datang dan berjalan mendekat ke meja Natasya.


"Kau mau pesan?". Natasya menawari Hyuk.


"Tidak, kenapa kau memanggil ku kemari nona?".


"Kalau aku bilang karena ingin memandangi mu apa kau marah?".


Hyuk tidak menjawab. ia terdiam, Natasya wanita yang baik dan cantik tapi bukan dirinya yang ada dalam hati Hyuk.


"Nona pulanglah jika kau sudah selesai dengan pekerjaan mu".


"Kau anak tuan Ma kan pemilik salah satu perusahaan ekspor, kenapa kau berkerja pada Bramantyo?".


Hyuk tidak suka jika masalah pribadinya di kulik. Natasya tidak akan tahu berapa lama ayahnya meninggalkannya dan berapa kama keluarga Bramantyo menghidupinya dan ibunya. menyekolahkan Hyuk hingga perguruan tinggi. tatapan mata Hyuk terlihat tajam. Natasya salah tingkah ia merasa keterlaluan karena mencampuri urusan pribadi Hyuk.


"Apa lagi yang kau tahu nona?, katakan pada ku?".

__ADS_1


"Maaf tuan Hyuk aku tidak bermaksud untuk lancang". Terlihat penyesalan di wajah Natasya.


Ponsel Hyuk berbunyi, nomor asing yang menelponya ia tidak mengenali nomor tersebut.


"Selamat diang tuan Hyuk?".


"Benar, ini siapa?".


"Dari rumah sakit tuan, apa anda mengenal Keara Bestari?".


Rumah sakit?, Keara Bestari?. kenapa lagi gadis itu.


"Baik saya akan kesana".


Hyuk bergegas pergi meninggalkan Natasya tanpa pamit. ia menuju mobilnya dan meluncur ke rumah sakit. Hyuk segera ke ruang perawatan Keara setelah ia bertanyandi loby rumahsakit tadi. gadis itu nampak berbaring dinatas ranjang rumah sakit. wajahnyabpucat dengan kepala di perban. bajunya terkena noda darah.


"Tuan Hyuk?". Seorang perawat menghampiri Hyuk.

__ADS_1


"Dokter sudah menunggu anda di ruangannya".


Keara terluka saat akan meliput berita di gedung politik. terjadi kerusuhan di sana saat narasumber muncul. ada yang melempar batu dan mengenai kening Keara. ia jatuh pingsanndan di larikan ke rumah sakit. saat sadar yang ia sebut nama Hyuk. rekan Keara juga mengenal Hyuk dan akhirnya memberikan nomor ponsel Hyuk pada pihak rumah sakit.


Kata dokter Keara bisa pulang setelah sadar. Hyuk menungguinya, ia duduk di samping ranjang Keara dengan wajah cemas. Keara mengerjapkan matanya perlahan membukanya dan ada Hyuk di hadapannya.


"Kau disini?, atau aku hanya bermimpi?". Keara memegangi perban di keningnya.


"Aku benci pada mu!". Keara terbangun dan menarik kerah kemeja Hyuk. wajah Hyuk terhuyung mendekat ke wajah Keara.


"Kau pikir kau siapa?, kenapa kau gampang sekali melupakan ku dan mencari pengganti ku?". Keara menomel dan Hyuk hanya tersenyum.


"Kau dengar aku mencintai mu, aku sedih dan hancur melihat mu bersama wanita itu".


"Aku selalu ingin memandangi wajah tampan mu samapai aku keracunan dan malas memandang mu!!". Keara menampar pipi Hyuk dan dia ambruk tertidur kembali. Hyuk menghela nafas dan hampir tertawa. pengaruh obat bius membuat Keara jadi linglung. Hyuk mencubit hidung Keara dan menggenggam tangan gadis itu erat-erat.


Hyuk mengantarkan Keara ke apartemennya. ia masih belum mengingat kejadian di ruamg rawat rumah sakit tadi. hanya saja ia bingung kenapa Hyuk lagi yang menolongnya.

__ADS_1


"Makan ini, dan minum obat mu". Hyuk menyerahkan sepotong roti dan obat dari rumah sakit. Keara diam tidak bicara, ia menurut saja perintah Hyuk. Keara meminum obatnya dan beristirahat di kamarnya. sementara Hyuk duduk di sofa ruang tengah.ia menginap di apartemen Keara.


__ADS_2