
Keesokan paginya, setelah Axel berangkat kerja. Alexa pun seperti biasa mengantarkan Alexa sekolah.
Dan sesampai di depan pintu gerbang sekolah, Ayunda langsung turun. Sedangkan Alexa, memilih tetap berada di dalam mobil. Sebelum Ayunda turun dari mobil, Alexa sudah memberikan uang 20 rb sebagai uang sakunya.
Setelah Ayunda turun dari mobil, ia langsung pergi menuju kelasnya. Sedangkan Alexa tetap bertahan di depan sekolah menunggu Edwin datang. Namun sampai 15 menit bahkan sampai gerbang sekolah di tutup, Edwin belum juga datang hingga akhirnya Alexa memilih pergi menuju rumah sakit.
Sesampai di depan rumah sakit, ia langsung memarkirkan mobilnya ditempat biasa. Setelah itu, ia langsung turun membawa bekal makanan. Bekal makanan ini khusus Andi karena kemaren pagi Andi sudah membuatkan bekal untuknya. Dan sekarang gantian, Alexa lah yang membuatkan makanan untuk Andi karena ia gak mau punya hutang budi.
Alexa memasuki rumah sakit dengan membawa bekal makanan dan juga tas yang sering ia pegang kemanapun ia pergi. Sedangkan jas putihnya sudah ia pakai dari rumahnya dan hp serta dompetnya di taruh semua di dalam tas biar gak ribet.
Saat ia ingin masuk ke ruangannya, tiba-tiba Andi menghampirinya.
"Assalamualaikum, pagi Dokter Alexa." Sapa Andi dengan senyum cerianya.
"Waalaikumsalam, pagi juga dok. Oh ya ini tadi pagi saya buatkan bekal buat Dokter Andi." ujar Alexa sambil memberikan bekal yang ia pegang.
Andi pun menerimanya dengan mata yang berbinar-binar karena gak nyangka kalau Alexa akan membuatkan bekal untuk dirinya, "makasih ya bekalnya. Aku pasti akan menghabiskannya."
__ADS_1
"Iya, aku masuk ke ruangan dulu ya."
"Iya." jawab Andi.
Dan setelah itu, Alexa pun segera masuk ke ruangannya. Sedangkan Andi juga masuk ke ruangan yang ada di sebelahnya dengan membawa bekal yang di buatkan oleh Alexa.
Alexa sendiri memikirkan, kenapa akhir-akhir ini sulit sekali menghubungi dan bertemu dengan Edwin. Bahkan Alexa juga beberapa kali chat lewat aplikasi WhatsApp namun hanya centang satu karena memang dia lagi offline. Cuma tadi malam Edwin chat dirinya hanya bilang dirinya gak bisa datang ngajar Ayunda les setelah itu dia langsung offline lagi.
Alexa bingung, bener bener bingung. Ia gak tau, kenapa Edwin menghindarinya. Ingin rasanya nanya sama Andi tapi Alexa malu dan takut jika Andi salah faham dan mikir yang aneh-aneh.
Karena sudah jam 7 lewat 25 menit, Alexa segera pergi bertugas seperti biasa. Namun tiba-tiba saja matanya tertuju sama wanita yang ia kenal.
"Ini kenapa pak?" tanya Alexa kepada bapak-bapak yang membawanya, ada juga ibu-ibu yang mengikutinya dari belakang.
"Dia tadi mau ke pasar dan saat melintas jalan, ada mobil yang menabraknya." ucap bapak bapak itu. Sedangkan ada juga ibu-ibu yang bilang Afifah korban tabrak lari.
Alexa gak bertanya lagi, Alexa segera mengambil brankar dan menyuruh bapak bapak itu menaruh Afifah di atas brankar. Lalu Afifah membawanya ke ruang ICU, dengan di temani rekan kerjanya. Alexa berusaha untuk menyelamatkan nyawa Afifah. Sedang bapak-bapak dan ibu-ibu yang membawanya mereka pamit pulang karena mereka juga harus bekerja dan gak bisa nungguin Afifah dengan waktu yang sangat lama.
__ADS_1
Alexa juga belum menghubungi Axel, karena ia sibuk menangani Afifah. Setelah satu jam akhirnya Alexa dan yang lainnya bisa bernafas lega. Walaupun kepala Afifah mengeluarkan banyak darah, untunglah di rumah sakit menyediakan stok darah yang cukup banyak hingga Alexa gak kebingungan karena bisa memakai stok darah yang ada, dan walaupun lukanya cukup dalam dan parah namun tidak sampai mempengaruhi organ organ yang sangat penting.
Setelah selesai dokter-dokter yang lainnya langsung pergi menangani pasien yang lain sedangkan Alexa mengurus administrasi Afifah karena Alexa tau, Afifah hidup seorang diri dan tidak ada satupun keluarga yang bisa di hubungi. Walaupun Afifah punya paman dan bibi tapi mereka jahat dan sekarang mereka mendekam di penjara seumur hidup.
Alexa pun tiba-tiba keinget Axel. Alexa pun segera memberitahu lewat chat karena Alexa gak terlaku suka nelvon ataupun di telvon.
"Assalamualaikum kak. Aku cuma mau bilang, Afifah ada di rumah sakit. Dia kena korban tabrak lagi. Aku harap Kak Axel segera kesini."
Setelah chat Axel, Alexa kembali ke ruangan Afifah dan menjaganya sampai saudara kembarnya itu datang.
\=\=
Axel sendiri yang sedang ada rapat, tiba-tiba hpnya bergetar, ia melihat ada pesan masuk dari Alexa. Axel merasa heran karena gak biasanya Alexa mengirim pesan di saat jam kerja seperti ini kecuali ada hal-hal yang sangat penting.
Akhirnya, Axel pun membukanya secara diam-diam. Dan saat Alexa memberitahu Afifah ada di rumah sakit, Axel langsung meminta asisten sekaligus sahabatnya itu untuk menggantikan posisi dirinya Sedangkan Axel langsung lari menuju parkiran mobil. Axel pergi ke rumah sakit dengan kecepatan yang sangat tinggi. Untunglah jalan gak terlalu ramai hingga Axel bisa berliuk sana sini agar bisa segera sampai di rumah sakit karena Axel ingin segera mengetahui keadaan Afifah.
Tadi ia gak sempat bertanya karena sangking kagetnya. Yang ada dalam fikiran Axel adalah ingin segera pergi ke rumah sakit dan menemui Afifah. Hanya itu. Axel sangat khawatir dan takut terjadi apa-apa dengan wanita yang sangat ia cintai itu. Wanita yang kini sudah ada di hatinya.
__ADS_1
(Alhamdulillah sudah selesai 850 kata, sekarang lanjut ngetik lagi)
Jangan lupa like dan komennya ya 😊