Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
masih perihal tentang nya


__ADS_3

Malam yang panjang bagi sebagian orang pun berakhir , pagi ini Melda menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan ..


" Pagi Mel , " seru sang ayah begitu bahagia


" Pagi yah , mah " sahut Melda duduk


" Mel , ayah Seneng banget pagi ini . Ayah baru saja dapat kabar dari Khalid kalau ia ingin melanjutkan kencan kalian , lalu ia memberitahukan ayah kalau dia ingin bertemu dengan mu lagi dan yang lebih ayah senang adalah kau tidak melakukan sesuatu yang mungkin tidak di setujui keluarga nya , ah ayah sangat senang akhirnya kau bahkan tidak melakukan penolakan pada nya . " Jelas sang ayah senang


" Ah begitu yah .. " jawab Melda datar dengan sedikit senyum di sudut bibirnya


"Jadi apa kamu mau bertemu di pertemukan berikutnya Mel ? " Tanya sang ayah


" Mel , ada apa sayang ? Sepertinya kamu tidak terlalu senang ? " Sambung sang mamah


" Melda Seneng ko dengernya dan bilang pada nya untuk beritahu dimana tempat nya , Melda gapapa ko mam cuma rada cape ajah kali ya soalnya akhir-akhir ini banyak pesanan di toko " Seru Melda kemudian mengigit sedikit roti lapis nya , kalau gitu Melda langsung berangkat ajah deh mah , yah " sambung nya undur diri pergi


" Duh mamah ko yakin ya kalau Melda tuh melakukan nya terpaksa , " gumam sang mamah .


Sesampainya di smiling flower ..


" Mell , " panggil lifah menutup pintu mobil Ahmad kemudian menghampiri Melda . Jadi bagaimana pertemuan nya semalam ? , " Sambil jalan


" Berjalan dengan lancar .. " sahut Melda melihat qayla tengah berdiri di depan mobil ,


Ya ia memang pergi lebih awal karena , ia sudah tidak sabar untuk berkerja kembali .


" Maksudnya lancar tuh , penolakannya atau apa ? . "


" Kita akan bertemu lagi di pertemuan berikutnya , ia juga telah mengabari ayah ku seperti itu "


" Hah ? , di luar ekspektasi ku , siapa nama pria itu dan orang seperti apa dia hah ? "


" ... "


" oh qaylaa , panggil lifah . pas sekali kamu ada qay " teriak lifah lalu berjalan cepat mengandeng Melda menuju qayla .


" Qay , qayla ini luar biasa kau harus mengetahui ini , Melda . Dia akan melanjutkan pertemuan kencan nya aaaa " ucap lifah senang sambil melirik ahyar


Qayla tersenyum , " sungguh Mel ? "


" He'um " angguk Melda tersenyum


" Wah aku sungguh tidak sabar ingin mendengar cerita nya dan melihat bagaimana foto pria itu , yukk ... " Seru lifah menggandeng dua sahabatnya itu


Qayla melihat ahyar tengah menggenggam kencang stir mobil dengan wajah flat , Datar sedatar-datarnya . Seperti sedang tidak terjadi apa-apa ,


Mereka bertiga pun masuk kedalam toko ,


" Qay , keadaan mu sudah baik ? "


Ujar lifah dan juga Melda


" Eung , sangat baik seperti kemarin . "


" Syukurlah qay , aku tidak ingin melihat mu seperti kemarin " lirih lifah


" Iyah , dan tolong jangan menyepelekan apa yang di rasakan tubuh mu oke , kalau lagi ngerasa sesuatu atau keram kembali itu pokoknya bilang Mengerti ! . Kau membuat ku sama lifah khawatir setelah mati " timpal Melda tegas


" Baiklah , terimakasih ya kalian tuh selalu ada untuk aku " seru qayla


" Aaaaa , sini pelukkk .. " gumam lifah memeluk qayla dan juga Melda


" Kau itu sepertinya hobi banget ya berpelukan , aku tidak ingin mendengar predikat teletubis lagi ya kali ini ! " Oceh Melda


" Auh merusak momen ! " Seru lifah melepaskan pelukan nya , qayla tersenyum ..


" ah ya Jadi ceritakan detailnya tentang pertemuan mu semalam " seru lifah duduk menarik dua kursi


" Bukankah aku sudah menceritakan nya tadi "


" Hei kapan ! " Teriak lifah


" Jadi kau menerima nya Mel ? " Tanya qayla memandang Melda

__ADS_1


" Bisa di katakan seperti itu , Emm aku menyetujui permintaan nya untuk bertemu di pertemukan berikutnya . "


" Tunggu ! , Ini aku gak mimpi kan . Seorang Melda tidak melakukan segala cara penolakan dengan hal yang sangat mengilfilkan dan menyebalkan di pertemuan nya kali ini "


Melda menyubit lifah , " aaaaaa , sakit tahu ih ! "


" Berarti kau tidak mimpi "


" Pria itu siapa namanya Mel ? " Seru qayla


" Khalid Rumi .. " ucap Melda datar


" Khalid Rumi , bukankah nama belakang tidak cukup asing ! " Sambar lifah mikir-mikir


" Kau menyukainya Mel ? " tanya qayla melihat Melda


" Dia orang yang baik jadi kenapa tidak qay , " jawab Melda tersenyum


" ihh ketemu ! , Pantes saja namanya gak asing . Dia itu ternyata anak yang punya perusahaan Rumi , lihat-lihat ini fotonya " unjuk lifah memperlihatkan dengan qayla



" Hiyaa , definisi sempurna gak kalah gantengnya dengan ahyar . Btw agamis pula , hmm kalau saja aku belum sama Ahmad mungkin aku akan minta di pertemukan om Aldi dengan kolega nya hehe "


" Aku mulai lelah dengan definisi sempurna mu itu , kau menyebut kata itu hampir setiap bertemu pria ! " Ucap Melda geleng-geleng kepala


" Yeah gak ya Mel , aku gak bilang tuh mang Ujang , sama mang Dadang begitu . Kau membuat image ku aneh tau , "


" lalu Bagaimana perasaan mu dengan ahyar ? " Seru qayla


" haha Bagaimana apanya , pertanyaan kau ini lucu sekali . Saking lamanya aku bahkan lupa jika pernah ada " tawa Melda


Qayla POV ..


Kau berbohong , jelas aku tahu bahkan sampai saat ini hati mu pun masih perihal tentang nya . Ia masih menjadi tokoh utama di hati mu , itu terlihat jelas oleh ku meskipun kau menutupi nya , sebab jatuh cinta bukan hal yang mudah untuk di lakukan berulang kali .


" Aku akan percaya Jika benar begitu , itu berarti tidak ada alasan untuk kamu menolak ikut pergi liburan dengan kita dong . Karena ahyar bukalah menjadi alasan mu ! " Sindir lifah


Membuat Melda terdiam sejenak mencerna , dengan kembali mengingat perkataan ahyar jika Melda tidak pergi karena menghindari ahyar . Mungkin aku memang harus ikut , agar tidak terlihat jelas . karena aku tidak ingin mereka berpikir begitu , aku harus terlihat tak masalah dengan ini meskipun sebenarnya barangkali aku memang ingin menghindar pamit undur diri perlahan dari perasaan ku ini . karena untuk melupakan nya aku butuh waktu yang tak sedikit , batin Melda ..


" Ikutt yaa mell .. " sambung qayla


" Hmm ya baiklah , kalian puas .. " jawab Melda


" Asikkk , akhirnya kita bisa pergi . " seru lifah dan qayla senang ,


" qay , Besok adalah hari yang bagus kan Sabtu , bagaimana menurut kalian ? "


" Aku ikut saja .. " sahut Melda


" Boleh juga , " jawab qayla


Sampai akhirnya mereka pun bersibuk ..


Menjelang siangan qayla melihat ponselnya ,


" eum belum di baca yah .. " gumam qayla sedikit sedih karena beberapa kiriman pesannya dari pagi sampai sekarang belum mendapat balasan dari raii , yang biasanya raii selalu mengirimkan pesan lebih dulu bahkan langsung segera membalas dan menghubungi qayla tapi kali ini tidak .


" Apa yang sedang kau nanti , sampai segitunya melihat ponsel mu qay "


" ya balasan dari suaminya lah Mel haha , ada yang lagi dilema soalnya suaminya belum telpon atau balas pesan nya hehe , apa susahnya si tinggal di telpon ajah kalau kau merindukan nya qay"


" Ahh , sekarang jadi sudah terang-terangan yah . " timpal Melda meledek membuat qayla malu


" Tidak , mana ada seperti itu .. " sahut qayla


" Oh Halo raii .. " seru Melda yang langsung di tatap qayla seakan ingin mengetahui nya


" haha qayla , qayla kamu itu ya benar-benar . Lihat Melda hanya mengerjai kamu saja " tawa geli lifah , telpon ajah si ah . Ucap nya sambil masih tertawa


" Lupakan saja , " seru qayla


Tanpa aba-aba lifah mengambil ponsel qayla lalu menghubungi raii ,

__ADS_1


Derettt .. drettt ..


" Halo Assalamualaikum say .. "


" Heoll , ini lifah . Ck ck ck ! Kenapa kau tak menjawab pesan qayla si , kau tahu dia tak henti menunggu dan melihat ponselnya " seru lifah tertawa


" Lif , apa yang kamu bicarakan ihh kamu tuh ya .. " protes qayla


" Kau merindukan nya kan qay , seperti itu kan qay hehe " sambar Melda tertawa yang di dengar raii


Sudut bibir raii mengembang sempurna di sebrang sana ,


" Cah ini , ambilah nona raii .. " ucap lifah tersenyum menyerahkan ponsel qayla ke tangan nya .


Qayla pun menerimanya lalu mengambil jarak sedikit , " halo .. " gumam qayla malu


" Sayang , apa benar begitu sayang ? " Seru raii


"Jangan dengarkan perkataan mereka , mereka tuh memang suka sekali menggoda ku .. "


" hmm sepertinya aku lebih percaya dengan mereka berdua hehe , Ah senang rasanya kau merindukan ku dan menantikan pesan dari ku "


" tidak ! Bukan begitu , ke - kenapa belum membalas pesan ku " seru nya pelan


" emm jadi beritahu aku dulu apakah kau menantikan pesan kuuu ? "


" Tolong jangan salah paham , karena tidak biasanya kau tak membalas pesan ku kan jadi aku hanya bertanya-tanya " sahut qayla canggung tak mengakui nya


Raii tersenyum , " maaf yah , aku tak melihat ponsel ku selama menghadiri beberapa meeting tadi . Jadi apa yang ingin kau bicarakan ? "


" Ah , aku hanya ingin memberitahukan mu kalau melda setuju akan ikut liburan . bagaimana kalau besok Sabtu ? kita berkunjung ke tempat yang ibu berikan . "


Raii menghela nafas ..


" Kenapa ? , Tidak bisa ya ? , Jika tidak bisa juga tak mengapa kok "


" bisa ko , tapi mungkin kita berangkat nya sore bagaimana ? . Besok paginya aku ada pertemuan meeting dengan kolega luar sayang mungkin selesai nya kita baru bisa pergi . "


" tak mengapa , tapi jika kau sibuk kita pergi nya lain kali saja ... "


~ Ceklek , permisiii saya ingin memesan 10 buket bunga nya .. " seru costumer yang baru saja tiba


" Iya, silahkan mas " ujar lifah


Qayla menoleh .. " oh ada pelanggan , aku tutup telpon nya dulu yah"


" Sebentar ! , Aku mencintaimu " ucap raii berhasil membuat wajah qayla merah jambu dengan senyum merekah


Ingin rasanya qayla membalas pernyatan raii tapi ia masih belum sepenuhnya bisa percaya raii " Bye , Tut .. tutt .. tuttt " panggil terputus


🌻🌻🌻


Tibalah pula ahyar masuk ke dalam ruangan raii membawakan berkas file begitu flat meletakkan berkas itu di meja ,


Raii membolak-balikkan berkas laporan itu ,


" Yar gua kan minta nya berkas yang hari ini . Bukan yang kemarin ! " Ucap raii


" hah ? , ah ya sorry " sahut ahyar . lesu tak bersemangat , ia merasa tak cukup berenergi untuk melakukan banyak hal . dari semalam bahkan ia di buat tak bisa tidur oleh pertemuan kencan Melda dengan Khalid dan di pukul kenyataan pagi ini dengan mengetahui Melda akan melanjutkan kencan berikutnya .


" Yarr ! " Seru raii menyadarkan ahyar


Ahyar melirik nya ..


" Meeting besok kita batalkan saja dan schedule ulang ! " Ucap raii yang kali ini membuat ahyar berhasil berekspresi dingin menatap nya


" Lu mau minta gua reschedule lagi ! , Tidak bisa ! Uhf Bahkan lu juga tahu itu ! ." ujar Ahyar Pergi ..


***


-


-

__ADS_1


-


... jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻...


__ADS_2