
Sedangkan di Seoul Korea , qayla dan Melda berjalan keluar gedung setelah event seminar rangkaian bunga telah selesai ,
Sambil jalan Melda memainkan ponselnya dan di kagetkan dengan berita sosmed di ponselnya ..
Yaa , Bahkan kabar itu pun sampai di Melda . saat Melda tengah membuka laman medsos , saat ini di medsos heboh soal popularitas smiling flower dan juga pekerja paruh waktu nya yang di sebut-sebut sangat tampan bagaikan CEO -ceo perusahaan sambil melampirkan foto selca Ian tengah memegang buket bunga dan juga selca nya sambil tersenyum dengan manis .
" Wah luar biasa !! " Ujar Melda melihat qayla sambil menutup mulutnya yang tengah tercengang
" Apa ? " Tanya qayla , Melda pun langsung memberikan ponselnya saat itu juga qayla sama terkejutnya kala melihat potret anteran yang begitu panjang di smiling flower , yang mungkin orang yang melintas akan mengira bahwa ada artis di sana ..
" Hiyaa bukankah ini the power of Ian putra Kusuma . Uwahh ! Qay , pintalah ia untuk menjadi pekerjaan paruh waktu smiling flower saja hehe " Seru Melda masih tak menyangka
Qayla tertawa , " bisa-bisa smiling flower akan berubah menjadi tempat tongkrong para penggemarnya dan bukan menjadi toko bunga lagi " ujar qayla
" Wahh , aku gak kebayang bagaimana lifah di sana " seru Melda tertawa langsung mengirim beberapa pesan terpaut berita itu dan menanyakan hal itu dengan lifah
Yang hanya di balas senyuman qayla ,
Saat qayla dan melda sudah di luar gedung , raii dan ahyar pun ternyata juga sudah di sana menjemputnya . Dengan manisnya raii dan ahyar melambaikan tangan mereka menatap masing-masing wajah istrinya
Segelintir pertanyaan tentang bagaimana acara nya di dalam ? , Menyenangkan atau tidak ? . di sematkan oleh raii sambil tersenyum mengelus kepala qayla dan menatap wajah nya . Yang kemudian di respon dengan manis juga oleh qayla
Begitu pula dengan ahyar , bahkan ia sampai menanyakan tentang tawa receh Melda ketika di luar tadi lalu Melda memberitahukan nya dan itu juga membuat ahyar tercengang
" Wah apa dia mendadak berubah menjadi seorang idol " gumam nya ikut berkomentar .
Untuk kali ini lagi Veronica bergijik kesal melihat pemandangan antara raii dan qayla lalu pergi ..
Sebenarnya selesai event ini mereka akan pergi berkencan bersama , bahkan mereka datang dengan mobil yang berbeda tapi hal itu harus di tunda sebentar lantaran ada pekerjaan yang belum mereka selesaikan dan agaknya harus mereka selesaikan semacam rapat atau meeting dengan petinggi dari masing-masing team . Ya bukan orang penting kalau tidak sibuk ..
Jadi raii dan ahyar mengajak qayla dan Melda untuk ikut ke kantor , mereka pun tak keberatan .
Sesampainya di perusahaan milik raii di Seoul itu , mereka menjadi spotsenter mata yang melihatnya , terlihat para karyawan yang baru kali ini mengetahui istri dari Presdir raii Nugraha dan asisten pribadi ahyar dan terutama sikap yang semua orang karyawan perhatian .
Karena katanya tak lama , jadi qayla dan Melda memutuskan untuk menunggu di luar saja , awalnya jelas raii dan ahyar menolaknya tapi qayla dan Melda tampak meyakinkan nya .
Qayla dan Melda pun duduk di bangku tunggu , kemudian datanglah sepasang suami istri dengan sang istri yang sedang hamil dengan perut yang sudah membesar sempurna , pergerakanya juga tampak sudah tak gesit lagi . Ia ikut bergabung duduk tak jauh dari tempat duduk qayla dan Melda ..
" Mel , kalau nanti kita hamil mungkin akan lucu seperti Mba disana itu yaa dengan raii dan ahyar yang tampak berjalan mengimbangi kita seperti suami istri itu . Eum , Lucu kali yaa kalau kita hamil bersamaan terus anak kita tumbuh berkembang bareng-bareng , hehe " seru qayla terlihat begitu senang membayangkan hal itu , yang di balas senyuman senang Melda
" Cih , berkhayal yang tidak-tidak rupanya . " Gumam Veronica yang jengkel mendengarnya sambil menatap nya sinis seperkian detik ia tersadar akan sesuatu ..
" Mel , aku ingin pergi ke toilet sebentar " seru qayla
" He'um , apa mau ku temani ? " Ujar Melda
" Tidak perlu .. " jawab qayla tersenyum pergi ke toilet
setelah keluar toilet qayla ke wastafel mencuci tangan nya , kemudian di susul Veronica ..
" Khayalan mu terlalu tinggi mengenai kehamilan ! , lucu banget ya denger nya ! " Ujar Veronica yang di lihat qayla
" Kenapa melihat ku ? , Seharusnya kau malu bersanding dengan raii yang begitu sempurna untuk seseorang seperti mu yang bahkan tidak bisa memberikannya keturunan ! Sepertinya kau memang tak sadar diri !! , uhfff malangnya keluarga Nugraha "
" Apa maksudmu ? "
" Kau tidak tahu ! Oh benarkah kau tidak tahu ?! Jika kau tidak akan pernah bisa hamil ! . Bahkan semua orang terdekat mu tahu soal ini , eh kita tidak dekat tapi aku tahu soal itu , bagaimana bisa kau tidak tahu hah ! "
" Jangan bicara yang tidak-tidak , " lirih qayla tak percaya
" Kau pikir aku sedang bercanda ! , Woy coba pikirkan bagaimana mungkin kalau kau memang subur kenapa kau sampai sekarang tidak hamil ? . Kecuali kalau kalian tidak melakukan hubungan ! . "
Qayla memilih untuk tidak menanggapi nya meskipun ia sempat terpengaruh dengan ucapan Veronica dan hendak milih untuk pergi ,
__ADS_1
" Jika wanita normal bukankah mustahil jika tidak hamil setelah selama itu berhubungan suami-istri hah , jika kau tidak percaya kau bisa mencari bukti itu . Mustahil jika raii tak memiliki nya ! , "
Membuat qayla berpikiran macam-macam , ia bahkan tak lagi dapat mengekspresikan perasaan nya saat ini keluar dari toilet
" Qay , aku baru saja ingin menyusul mu . " Ujar Melda melihat wajah qayla yang tampak pucat
(....)
" Qay .. " sambung Melda
" Ah Mel , aku merasa tidak enak badan . aku akan kembali apartment saja "
" Kalau gitu aku ikut yah "
" aku mau istirahat saja . Kalian pergilah , jangan membatalkan nya "
" tapi qay .. "
" aku gapapa , " jawab qayla
Melda melihat qayla , dengan harapan semoga qayla hanya kecapean saja ..
Lalu qayla pun pergi ke apartemen , dengan entah apa yang ia rasakan saat ini yang jelas ia ingin buru-buru sampai di apartemen untuk mencari tahu hal yang di bicarakan Veronica tadi .
Begitu sampai di depan pintu apartemen ia segera masuk lalu mulai mencari-cari di semua ruang kamar tapi tak menemukan apapun hingga ia beralih ke ruang kerja raii , dengan harapan tentunya pembicaraan itu hanya omong kosong belakang .
Sebenarnya cuaca hari ini cukup begitu teduh tapi hanya saja belum turun hujan juga si cuma memang sudah sangat gelap ..
Sementara di perusahaan raii dan ahyar sudah selesai dengan urusan pekerjaan mereka , tetapi hanya mendapati Melda seorang ..
" Di mana qayla ? " Tanya raii dengan Melda
" Qayla ke apartemen . dia bilang katanya tidak enak badan , ia bahkan tak mau aku ikut bersamanya "
" aku akan ke apartment , Kalau begitu kalian berdua pergilah " ujar raii
Raii langsung pergi , dengan hanya melambaikan tangannya dari belakang , seakan memberi kode untuk tidak perlu khawatir ..
Melda melihat ahyar ..
" Ayok , " seru ahyar menggandeng tangan Melda yang tahu maksud dari raii
Sedang setelah lama qayla mencari di ruang meja kerja raii , ia tak menemui apapun sampai pada qayla yang membuka salah satu berkas yang di dalamnya terdapat sebuah amplop putih begitu rapih tersembunyi . Dengan perasaan yang tak karuan ia membuka isi amplop tersebut dan saat itu juga ia begitu lemas tak berdaya karena isi amplop itu adalah hasil rekam medis yang ternyata adalah miliknya , ia menggelengkan kepalanya tak ingin percaya dengan apa yang ada di tangannya itu dengan air mata yang membahasi pipinya tak dapat lagi ia tahan . Detik ini juga ia merasa dunianya seakan hancur . Kemudian satu-satu pazel-pazel ingetan nya mulai tersusun dari saat ketika raii yang selalu tak pernah antusias ketika qayla menanyakan tentang seorang anak yang akan mereka miliki . Dan tentang ingatan saat keluarga mertuanya yang membicarakan jika mereka tak akan bisa menimang cucu dari raii ..
Ya bagaimana mungkin dunia nya tak hancur , karena apa yang di harap-harap semua pasangan suami-istri di dunia adalah hadirnya seorang buah hati mereka untuk melengkapi kehidupan nya . Dan sementara qayla tak akan pernah bisa seperti itu ..
Saat ini raii sudah berada di depan apartemen nya hendak membuka pintu kode sandi apartment nya , tapi belum sempat ia menekan kode sandi . Qayla sudah lebih dulu membuka nya ..
" Sayang , katanya kau tidak enak badan " seru raii melihat qayla dengan masih air mata menggenang di pelupuk matanya
Tak ada jawaban dari qayla ..
" Sayang , kenapa ? Apa kamu merasa makin tidak enak badan ? Kita kedokter saja yaa " ujar raii khawatir
Masih tak ada jawaban ..
" Qay .. " panggil raii
Qayla menatap nya , " apa ini ? " Seru qayla menunjukkan kertas surat itu
Yaa raii terkejut bukan main mendapati qayla memegang kertas tersebut , ia bahkan tak menyangka kalau qayla akan mengetahui semua ini yang memang ia rahasiakan ..
" Aku tanya apa inii ! , Kenapa kamu menyembunyikan ini dari akuu ! . "
__ADS_1
" qay , tolong dengarkan aku " ujar raii
" Mendengarkan apaaa ? Apa yang perlu di dengar kan ?!! Hiks hiks hiks , Kamu bertahan sama aku bukan karena kasihan kan ? , Ah tidak Padahal dengan jelas , bahkan sudah Jelas , kamu bertahan sama aku itu karena kamu kasihan dengan aku dan karena rasa bersalah mu itu kan ! . seharusnya sejak awal aku tahu itu , seharusnya sejak awal aku sadar kalau semua kebersamaan mu itu hanya bentuk rasa belas kasihan mu . dan seharusnya dari awal aku tahu kalau perasaan mu itu hanyalah rasa belas kasihan mu bukan cinta . Kau tidak harus berpura-pura mau hidup bersama ku . dan Harus nya aku tak pernah lagi percaya dengan mu ! " Ujar qayla marah meluapkan semua nya
raii gelengkan kepalanya , " itu tidak benar . jangan bicara seperti itu , aku bahkan tidak peduli dengan semua itu , aku sangat mencintaimu qay . " Ucap raii memegang tangan qayla
Yang di lepaskan qayla dan berjalan pergi meninggalkan raii ,
" Qay , qayla , say ... " kejar raii , qayla berbalik menghentikan langkahnya
" Jangan ikuti aku . Kalau kamu masih mengikuti juga aku akan sangat membenci mu ! " Ucap qayla masih dengan tangisannya lalu pergi
Hal itu berhasil membuat raii tak berdaya , hingga mau tak mau ia hanya dapat terdiam dengan hati berkecamuk tak bisa berpikir apapun ..
Qayla lalulanggang pergi meninggalkan apartemen dengan menguatkan langkah kaki nya yang bahkan rasanya tak terasa lagi pijakannya , ia berjalan tanpa tujuan dan arah dengan tangisannya yang pecah sejadi-jadinya . Seperkian menit tiba-tiba saja hujan turun begitu derasnya membahasi nya seakan mengikut sertakan rintikan air nya menemani kesedihan dan kepiluan qayla ,
Saat ini ia hanya berjalan menelusuri jalan bersama derasnya hujan yang menyamarkan tangisannya tak peduli tatapan banyak orang yang melihatnya ..
" Arghhh .. " teriak raii memukul tembok lalu mengusap kasar wajahnya terduduk begitu murung . " Kamu kemana sayang ? , Di luar sedang turun hujan ." Gumam raii meratapi lorong apartment tak bergeming barang sedikitpun .
Lalu sampai pada ahyar dan Melda yang memilih kembali ke apartment karena hujan yang turun begitu deras , mereka melihat raii terduduk tunduk dengan tangan memerah biru berbecak darah di lorong dan mereka pun menghampirinya ..
Ahyar sibuk menanyakan apa yang terjadi sedang Melda masuk kedalam apartment raii , ia mencari keberadaan qayla tapi tak menemukan nya ..
Saat Melda kembali keluar , raii tengah menjelaskan apa yang terjadi dan itu mengejutkan ahyar dan Melda . Melda langsung menghubungi nomor telepon qayla tapi tak di angkat ,
jelas tidak di angkat karena qayla pergi tanpa membawa ponsel bahkan tas .
Melda begitu khawatir dengan keadaan qayla saat ini dan ia tak habis bayangkan bagaimana perasaan qayla saat ini . apa lagi mengetahui qayla pergi tanpa membawa ponsel dan tas ,
Di jalan yang begitu gelap qayla dengan langkah kaki tertatih tak dapat lagi merasakan tubuhnya yang sudah begitu dingin dengan wajah yang begitu pucat dan bibir yang sudah biru membeku , kiloan jalan ia picaki membuat seluruh permukaan kakinya terluka lecet bahkan sudah tak terasa lagi oleh nya , perlahan pandangan mulai kabur , kepalanya begitu pusing di rasa dan ia akhirnya tergeletak pingsan di pinggir jalan ..
Lalu seorang perempuan yang tengah berjalan kaki menggunakan payung itu begitu terkejut mendapati seseorang tergeletak tak sadarkan diri di bawah guyuran hujan , perempuan tersebut panik mencoba memeriksa denyut nadi qayla yang begitu lemah . Matanya mulai melihat segala arah mencari pertolongan hingga ada satu taxi yang melintas , perempuan itu teriak dan berdiri meminta bantuan . Lalu tanpa pikir panjang perempuan itu langsung membawa qayla ke apartemen nya ..
Sementara raii berdiri lalu pergi tanpa sekata patah pun untuk mencari qayla ,
Ahyar mengejarnya , " kita pergi cari bersama " teriak ahyar
" Aku ikut .. " sahut Melda
" Mel , ini sudah larut dan di luar juga turun hujan jadi sebaiknya kau menunggu di apartemen saja yah . " seru ahyar memberi pengertian pada Melda yang juga begitu khawatir
" ... , tapi kabari aku yah " pinta Melda
" Pasti . aku pergi dulu " ujar ahyar memegang tangan Melda dan lari menyusul raii
Kemudian mereka pun mulai mencari menelusuri setiap jalan dengan raii yang tampak begitu cemas tak sekalipun pandangan nya lengah dari jalanan tapi tak kunjung keberadaan qayla di lihat nya ..
bahkan raii sampai meminta ahyar untuk mengerahkan orang untuk mencari keberadaan qayla di Seoul ,
Hujan malam ini turun bagai di tuang-tuang dengan begitu derasnya tanpa jeda barang sedikitpun , membuat jalan lalu lintas sedikit terganggu akibat rusaknya beberapa properti jalan yang menghambat laju kendaraan . Tapi hal itu tak membuat raii menyerah ia tak segan-segan untuk turun dari mobil dan berjalan untuk mencari qayla di bawah guyuran hujan
yang akhirnya di ikuti ahyar . tak lupa juga ia mengabari Usen dan rehan yang memang sedang berada di Seoul tapi tepatnya mereka sekarang tengah bersiap untuk kembali ke Jakarta setelah selesai nya undangan pertemuan antar para pengusaha terkenal , tapi sebelum itu Usen dan rehan yang mendengarnya langsung segera ikut mencari bahkan mereka juga mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan qayla .
***
-
-
__ADS_1
-
... jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻 ...