Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Cemilan Dari Dokter Andi


__ADS_3

Alexa kini sudah ada di depan gerbang sekolah dan ia melihat Ayunda yang sudah menunggu dirinya.


Alexa segera turun dari mobil dan berjalan menghampiri adiknya. "Maaf ya, kakak telat jemputnya."


"Gak papa kog kak, aku juga baru lima menit yang keluar."


"Iya udah, ayo masuk mobil. Kakak, harus segera kembali ke rumah sakit."


Ayunda yang faham kakaknya sibuk, Ia langsung mengerti, "Ayo kak."


Mereka berdua pun segera berjalan ke arah mobil. Namun belum juga sampai di mobil, mereka melihat Edwin yang baru keluar dari gerbang sekolah.


"Itu Pak Edwin." Tunjuk Ayunda, Alexa pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh Ayunda.


"Assalamualaikum, pak." Sapa Ayunda tersenyum.


Pak Edwin yang lagi berjalan, langsung melihat me arah seseorang yang menyapa dirinya, "Waalaikumsalam." Edwin melihat ke arah mereka berdua dan tanpa dengan sengaja mata mereka bertemu.


Alexa dan Edwin saling menatap satu sama lain sedangkan Ayunda bengong, menatap mereka berdua.


"Kak Alexa dan Pak Edwin, kenapa sih? Kog saling bertatapan gitu?" batin Ayunda.


"Kak?" panggil Ayunda yang membuat Alexa kaget dan sadar karena telah menatap Edwin terlalu lama.


"Eh iya, ada apa?" tanya Alexa salah tingkah


"Kenapa kakak bengong, dan malah menatap Pak Edwin sampai segitunya?" tanya balek Ayunda.


"Gak papa." jawab Alexa tersenyum kaku.


"Pak Edwin, sudah mau pulang ya?" tanya Ayunda.


"Iya, kamu juga mau pulang?" tanya balek Pak Edwin.


"Iya pak." jawab Ayunda.


"Iya udah, kamu hati-hati pulangnya. Bapak pulang dulu, Assalamualaikum." ujar Edwin.


"Waalaikumsalam," jawab Ayunda dan Alexa bersamaan lalu Edwin pergi gitu aja tanpa menoleh ke arah mereka.


Setelah itu, Alexa dan Ayunda pun masuk ke dalam mobil.


"Kak, kenapa aku merasa, Pak Edwin sedang menghindari kakak?" tanya Ayunda saat mereka sudah ada di perjalanan menuju rumah sakit.


"Entahlah, kakak juga gak mengerti." jawab Alexa.


"Apa kakak berbuat salah, maksudku, seperti menyinggung perasaannya mungkin?"


"Kayaknya enggak deh. Tadi malem juga gak kenapa-napa kan? Masih asyik ngobrol. Entahlah, kakak gak mengerti, sebenarnya apa yang sedang terjadi dan kakak gak mau memikirkannya."


"Iya mending gak usah di fikirin kak. Kalau Pak Edwin gak mau sama kakak, masih ada Dokter Andi yang suka sama kakak." Ucap Ayunda tersenyum.

__ADS_1


"Kamu itu, jangan urusin urusan kakak. Sekolah kamu gimana tadi?" tanya Alexa mengalihkan pembicaraan.


"Hehe aku dapat nilai 9 kak, b+." jawab Ayunda.


"Kog sembilan? seharusnya 10 dong, seharusnya dapat nilai A. Kan tiap malam, sudah les."


"Iya mau gimana lagi kak, ada dua soal yang gak bisa aku kerjakan." jawab Ayunda.


"Emang tadi soalnya ada berapa?"


"20." jawab Ayunda.


"Iya sudahlah gak papa. Yang penting kamu sudah berusaha. Nilai segitu juga Alhamdulillah, di syukuri aja. Yang penting setelah ini, kamu harus makin rajin lagi belajarnya." Imbuh Alexa.


"Iya kak, siap."


Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di depan rumah sakit. Alexa segera memarkirkan mobilnya dan setelah itu, ia bersama Ayunda masuk ke rumah sakit. Alexa membawa Ayunda ke ruangannya.


"Dek, bentar lagi kakak kerja. Ingat!! ... Jangan kemana-mana, kalau ketahuan kakak bisa di pecat. Kamu main di ruangan ini aja, terserah mau ngapain tapi yang jelas jangan buat ruangan kakak kotor dan jangan memegang barang-barang kakak. Okee."


"Oke kak, siap."


Setelah itu Alexa pun memasang jas putihnya dan segera pergi untuk menangani pasien yang sudah menunggunya dari tadi. Pintu ruangannya gak di kunci dan hanya di tutup saja.


Namun setelah sekitar 10 menit, Alexa pergi Andi datang ke ruangan Alexa dengan membawa dua kantong kresek yang berisi cemilan untuk Ayunda.


Tadi saat Alexa pergi untuk menjemput adiknya, Andi juga pergi ke minimarket untuk beli berbagai cemilan.


"Assalamualaikum." ucap Andi sambil membuka pintu dengan pelan agar Ayunda gak kaget.


"Boleh Mas Andi masuk?" tanya Andi.


"Boleh." jawab Ayunda tersenyum.


"Dokter ada apa ke sini?" tanya Ayunda


"Jangan panggil dokter, panggil kakak atau mas aja." jawab Andi ramah.


"Hehe Mas Andi aja deh. Mas Andi ada apa ke sini? Tadi Kak Alexa keluar, katanya mau periksa pasien." ujar Ayunda.


"Mas Andi ke sini bukan buat ketemu Kak Alexa, tapi ketemu kamu."


"Ketemu aku? Memangnya ada apa?"


"Mas Andi mau ngasih ini buat kamu," Andi memberikan dua kantong kresek ke Ayunda. Dan Ayunda pun menerimanya lalu menuangkan isi kantong kresek itu di atas meja.


"Wahhh, ini serius buat aku?" tanya Ayunda tak percaya.


"Iya buat kamu." jawab Andi senang karena Ayunda menyukai cemilan yang ia belikan untuknya.


"Makasih ya Mas Andi. Aku gak nyangka Mas Andi baik banget sampai mu beliin aku cemilan sebanyak ini." ujar Ayunda girang.

__ADS_1


"Kamu senang?"


"Sangat-sangat senang. Aku doakan Mas Andi bisa nikah dengan Kak Alexa biar aku tiap hari di belikan cemilan kayak gini terus." ucap Ayunda, jika tadinya Ayunda mendukung Alexa dengan Edwin, sekarang setelah Ayunda tau, Andi ternyata baik dan perhatian. Ayunda memilih mendukung kakaknya itu menikah dengan Dokter Andi.


"Kamu itu ... Jodoh sudah ada yang mengatur. Siapapun yang di pilih Kak Alexa nantinya. Itulah yang terbaik buat Kak Alexa. Jodoh gak akan ketukar." jawab Andi gemas. Andi memang sudah tau kalau sahabatnya itu ternyata juga ada rasa dengan wanita yang dia cintai. Tapi Andi gak merasa dirinya sudah di khianati oleh sahabatnya. Toh sebelum jalur kuning melengkung, Alexa masih bukan milik siapa siapa dan semua orang berhak menyayangi dan Mencintainya karena bagaimanapun rasa itu gak bisa di hilangkan gitu aja. Rasa itu datang dengan sendirinya dan gak bisa di cegah.


Andi ingin bersaing dengan sportif dan siapapun nanti yang di pilih, yang lain harus menerima dengan lapang dada.


Namun tanpa Andi ketahui, Edwin berusaha mengalah demi dirinya. Edwin berusaha jaga jarak dari Alexa agar Andi bisa bersatu dengan Alexa.


"Iya udah, Mas Andi mau kerja dulu ya. Kamu nikmati aja cemilannya, jangan keluar dari ruangan ini nanti hilang. Kalau makan, sampahnya di taruh di tempat sampah biar ruangan Kak Alexa gak kotor, nanti dia marah." ucap Andi menasehati.


"Iya Mas." jawab Ayunda tersenyum.


Dan setelah itu, Andi pun keluar dari ruangan itu karena ia harus kembali bekerja.


Sedangkan Ayunda menikmati cemilannya sambil duduk santai, ia juga membaca komik yang ia ambil dari dalam tasnya.


Jam 3, Alexa kembali ke ruangannya. Ia kaget melihat banyak cemilan di atas mejanya.


"Dek, kamu dapat dari mana cemilan sebanyak ini?" tanya Alexa bingung.


"Oh cemilan ini aku dapat dari Mas Andi. Tadi setelah kakak keluar, Mas Andi ke sini dan memberikan cemilan ini." jawab Ayunda.


"Lalu Mas Andi kemana sekarang?" tanya Alexa sambil membuka jaz putihnya.


"Sudah kembali bekerja. Oh ya kita berangkat jam berapa ke kantor Kak Axel?" tanya Ayunda.


"Sekarang, kamu siap-siap sana." jawab Alexa.


"Terus cemilannya gimana?" tanya Ayunda.


"Masukkan ke dalam kantong kresek lagi. Nanti bawa dan taruh di kursi belakang." jawab Alexa.


"Iya deh." Ayunda memasukkan semua cemilannya ke kantong keresek.


"Kalau sudah selesai, kamu ganti bajunya. Kamu bawa baju salinkan?" tanya Alexa.


"Iya bawa kak, ini aku taruh di tas. Iya udah aku ganti baju dulu ya kak." jawab Ayunda.


"Iya udah sana, cepetan."


Setelah itu, Ayunda segera ganti bajunya. Sedangkan baju seragam dan sepatunya ia taruh di dalam tas.


"Ayo."


Ayunda dan Alexa segera pergi menuju mobilnya.


"Mas Andi masih sibuk ya kak?" tanya Ayunda.


"Iya dia selesai jam 4." jawab Alexa sambil berjalan ke arah parkiran.

__ADS_1


Dan setelah itu, merekapun masuk ke dalam mobil. Ayunda menaruh tas yang berisi baju, seragam dan sepatunya di kursi belakang. Ayunda juga menaruh semua cemilannya di kursi belakang juga.


Dan setelah itu mereka meluncur menuju kantor Axel.


__ADS_2