Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Sisa Cinta


__ADS_3

Natasya menunggu Hyuk pulang bekerja. ia tidak tahan lagi dan ingin berbicara pada Hyuk.


Hyuk datang di iringi Mila yang membawakan tas kerjanya.


"Papa!". Marsya membaur memeluk ayahnya. Hyuk mengangkatnya dalam gendongan dan menciumi pipi Marsya yang gembul.


Natasya memandang ayah dan anak yang terlihat akrab dan bahagia.


"Hyuk, aku ingin bicara". Kata Natasya lirih.


"Mil bawa Marsya dulu".


"Baik tuan".


Natasya mengikuti langkah Hyuk menuju ruang kerjanya.


"Ada masalah apa?".


"Aku mau bicara soal...kita".


Hyuk mengerutkan keningnya, menatap lekat Natasya. ia mengira urusannya dengan Natasya sudah selesai.

__ADS_1


"Aku ingin kau menandatangani surat perpisahan itu". Natasya menahan getaran dalam suaranya. Hyuk terkejut dan menatap tajam Natasya.


"Kenapa?".


"Aku tersiksa setiap melihat mu dan Keara bertemu, aku tersiksa seumur hidup ku karena menghancurkan cinta kalian. aku ingin...kita berpisah. kumohon". Natasya mengiba pada Hyuk. Hyuk bersandar di kursi kerjanya. ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Aku tahu kau masih mencintainya bukan?". Pertanyaan Natasya membuat Hyuk terdiam. ia mencintai Keara tapi itu dulu. sekarang ia mencintai ibu dari anaknya yaitu Natasya.


Hyuk berjalan menghampiri Natasya. ia meraih bahu Natasya dan memeluknya.


"Apa kau tidak mecintaiku?". Tanya Hyuk sembari berbisik di telinga Natasya.


"Tidak". Jawab Natasya.


"Hyuk aku mohon sekali ini maafkan lah aku dan tanda tangani surat itu. kita masih bisa mengasuh Marsya bersama".


"Apa setelah kita berpisah kau pikir aku dan Keara bisa kembali?, apa kau yang menulis takdir ini?, kau tahu sekarang Keara juga sudah bahagia dengan pernikahannya".


"Apa kau kira Petra akan membiarkan semua ini?".


"Dengar Natasya, buang pikiran mu yang semrawut itu. bersikaplah dewasa dan hadapi kehidupan mu!".

__ADS_1


Hyuk meninggalkan Natasya yang terdiam di ruang kerjanya. sementara Hyuk menghampiri Marsya yang sedang bermain dengan Mila.


***


Petra mengajak Keara datang berkunjung ke rumah Bram agar Keara bisa bertemu Ariani dan tidak bosan. di ruang tengah ia bertemu terlebih dahulu dengan ibu. seperti biasa ibu mengungkit soal kehamilan dan anak. Keara sudah terbiasa seperti masuk kuping kanan keluar kuping kiri semua kata-kata yang di lontarkan ibu. Petra jarang menang jika berargumen dengan ibu untuk sekedar membela ketidak berdayaan Keara.


Ariani turun ke ruang tengah menjadi penyelamat Keara. karena ibu jarang menegur Ariani. ibu tidak berani berurusan dengan Bram. anak lelaki nya yang satu itu memang tidak ada yang berani membantah atau menentang.


"Apa kabar mu?, kenapa tidak bilang mau kemari?". Tanya Ariani


"Aku juga tidak tahu kalau akan kemari kak, Petra tiba-tiba mengajak ku datang kesini".


"Oh ya aku kemarin bertemu Hyuk". Kata Keara.


"Dimana?".


"Di pesta ulang tahun teman Petra, ia datang dengan ...anaknya?".


Ariani menutup mulutnya pelan, ia terkadang sedih melihat Keara. kehidupan percintaan yang kurang beruntung di tambah masalah momongan dalam rumah tangganya. tapi Ariani yakin Keara gadis yang kuat. suatu hari kebahagiaan akan berpihak seutuhnya pada Keara.


"Aku ada koleksi bunga, mari ku tunjukan pada mu" Kata Ariani antusias. ia mengalihkan sejenak lara hati Keara. ia tahu gadis itu masih menyukai Hyuk. dan dengan Petra sekarang entah apa itu namanya, mereka menjalani pernikahan tapi terlihat hambar. Ariani kesal karena Petra sering tidak bisa membela Keara di depan ibunya.

__ADS_1


***


Hyuk termenung di depan meja kerjanya. wajah Keara yang memandangnya kemarin tidak bisa ia lupakan. Natasya dan Marsya sudah rertidur. ia belum bisa memejamkan matanya, entah kenapa ia merasa cemas dengan Keara. apa yang dikatakan Natasya benar kalau ia masih mencintai Keara. Hyuk meyakinkan dirinya dan memastikan apakah ada sisa cinta untuk Keara di hatinya yang belum ia hapuskan.


__ADS_2