
Hyuk mengajak Keara pergi ke suatu tempat yang dulu Keara pernah mengajaknya kesana. Hyuk membeli dua piring somai untuk mereka berdua.
"Ini yang namanya bersenang-senang?". Tanya Keara sembari mengaduk somainya.
"Kenapa?, Bukankah ini menyenangkan?, waktu itu aku melihat mu memakan ini dan sepertinya enak sekali".
Keara tertawa. benar juga Hyuk tidak akan punya waktu untuk menikmati makanan ini. ia akan lebih banyak makan yang tuan Bram juga makan. ia akan menyukai yang tuan Bram juga sukai.
"Boleh aku bertanya tuan?".
"Apa?".
"Tuan Bram menikah dan memiliki seorang anak, apa kau tak mau menikah dan memiliki anak juga?".
"Aku juga ingin menikah sama seperti tuan Bram dan nona Ariani. tapi tugasku adalah memastikan semua berjalan lancar dan stabil untuk keluarga Admaja dan perusahaan".
"Apa kau tidak lelah dengan pekerjaan mu?".
"Tidak".
"Apa kau mau menikah dengan ku?". Keara tersedak somainya ketika mendengar pertanyaan Hyuk. Keara memandangnya mencari tahu dari mata sipit itu. apakah lelaki itu serius atau hanya bergurau belaka. karena kesekian kalinya Hyuk bertanya seperti itu.
"Kau sedang menerka aku serius atau main-main ya?". Hyuk tersenyum.
"Keara mencium pipi Hyuk, berhati-hatilah dengan ucapan mu atau aku kan mencium mu di tempat umum". Keara kesal.
"Kau berhutang satu ciuman padaku, aku akan membalas mu". Ancam Hyuk.
__ADS_1
"Apa kita pacaran?". Tanya Keara.
"hemmm".
"Kalau begitu panggil aku sayang!". Keara menarik kerah baju Hyuk. Hyuk menatapnya tajam kalau tidak sedang di tempat umum mungkin ia sudah akan mencium gadis itu.
"Siapa tuan Ma?, apa ia berbahaya?".
"Kenapa kau bertanya itu?".
"Karena ayah ku".
"Ku pastikan ayah mu baik-baik saja. tuan Ma tak akan berani menyakitinya".
"Apa tuan Ma itu berbahaya?".
Keara menggigit bibirnya. ia juga sedang khawatir terhadap Hyuk. jelas lelaki yang di cintainya juga sedang dalam bahaya.
***
Seorang lelaki dari dalam mobil mengawasi Hyuk. ia melaporkan setip kegiatan Hyuk pada seseorang melalui sambungan telepon.
Hyuk mengantar Keara pulang ke rumahnya.
"Kau mau berjanji pada ku?". Tanya Keara sebelum turun dari mobil Hyuk.
"Apa?".
__ADS_1
"Berjanjilah kau akan selalu selamat, ku mohon". Hyuk tertegun. ia menatap lekat Keara. mengusap wajah Keara merasakan kulit wajah yang halus. ia mencium bibir gadis itu dengan lembut.
"Aku berjanji".
Keara turun dari mobil Hyuk dan masuk ke dalam rumah. ia melambaikan tangan pada Hyuk. bagi Keara mencintai orang seperti Hyuk sama saja membuatnya senam jantung berlipat. ia tidak tahu tentang pekerjaan Hyuk yang sesungguhnya. lelaki itu banyak bergelut dengan bahaya.
Hyuk kembali ke rumah sakit. ia memastikan Bram sudah makan. Bram masih menunggui Ariani yang baru selesai operasi kemarin malam. Hyuk menambah keamanan di ruang bayi. ia mengantisipasi tidak akan ada yang menculik tuan mudanya.
Hyuk menghadap Bram. ia melaporkan tentang bisnis mereka.
"Sepertinya tuan Ma mengawasi gerakan saya tuan".
"Kau bisa jaga diri mu Hyuk?".
"Tentu tuan".
"Bawalah anak buah mu di Admaja Group untuk mengawal mu".
"Baik tuan".
"Cari cara untuk kita lepas saham mereka di perusahaan kita".
"Baik tuan".
"Kembalikan aset milik Dewan Bestari, jika kau memang menyukai gadis itu ku izin kan kau menikah dengannya".
Hyuk hanya mengangguk. memundurkan langkahnya dan pergi mengurus perintah Bram. yang pertama harus ia lakukan adalah melepas hubungan kerja perusahaan dengan tuan Ma. tuan Ma ini pemimpin gangster ia memiliki perusahaan besar. melalui bisnis dengan Dewan Bestari tidak sengaja Admaja Group terikat kerja sama dengan tuan Ma.
__ADS_1