Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Keputusan Hyuk


__ADS_3

Hyuk melepaskan jaketnya dan membanting dirinya di atas kasur. rasa lelah penerbangan bolak-balik membuatnya pusing. ia belum melihat kondisi Natasya. sejak kembali pulang Natasya hanya mau di temani Mila. Hyuk membuka ponselnya. ada pesan dari Keara bertanya tentang kabarnya. Hyuk mengusap wajahnya dengan telapak tangan. pesan itu sudah terbuka pasti Natasya membacanya. jadi karena itu ia meminta pulang. pikir Hyuk. ia berjalan menuju meja tak jauh dari ranjangnya. Hyuk menyalakan laptop dan membuka email ia mulai memeriksa pekerjaannya. ada email dari Keara yang juga sudah terbaca.


"Sial!!". Hyuk kesal karena ia ceroboh. Hyuk terduduk seharusnya Natasya tidak perlu cemburu pada Keara. Hyuk berjalan menuju kamar Natasya, ia sedang tiduran dan Mila duduk di bawah menemaninya. Hyuk memberi isyarat agar Mila pergi istirahat biar Hyuk yang menemani Natasya. Hyuk memandang wajah pucat Natasya. ia membelai wajah itu dengan sayang. Hyuk tidak tahu apa arti kehadiran Natasya sekarang. tapi ada sesuatu yang ia rasa berbeda.


"Mila". Natasya memanggil Mila lirih.


"Mila pergi istirahat, kau mau sesuatu?".


Natasya membuka matanya bulat-bulat memandang Hyuk dengan kesal ia lalu ambruk lagi ke bantal dan memejamkan mata. Hyuk menghela nafasnya mencoba bersabar menghadapi Natasya dan hormon kehamilannya yang bergejolak.

__ADS_1


***


Hari berjalan bulan terlewati kandungan Natasya sudah menginjak sembilan bulan dengan perut besarnya Natasya menyiapkan pakaian kerja Hyuk. ia memakaikan dasi untuk Hyuk. Natasya memandang wajah Hyuk yang bersih dan ia paling suka dengan bentuk mata Hyuk yang kecil tapi tajam. Hyuk juga memandangnya dengan senyum, entah mengapa Natasya terlihat semakin cantik di waktu hamil besar itu.


Bukan tanpa alasan Natasya melakukan pelayanan terbaiknya terhadap Hyuk. ia memasak, menyiapkan pakaian kerja dan terkadang duduk di samping Hyuk meski lelaki itu hanya diam. ia tahu akan segera berpisah dengan lelakinya itu karena cinta Hyuk telah kembali.


Siang itu Hyuk menuju bandara menjemput Keara yang baru saja tiba dari luar negeri. Keara tampil cantik dan berbeda dari biasanya. ia memangkas rambutnya jadi agak pendek. memberi warna coklat muda di rambutnya. gaya berpakaiannya sudah berbeda tidak selugu dulu. ia kini terlihat modis seperti Natasya. Keara menghambur memeluk Hyuk. lelaki itu hanya terdiam mematung. mencoba mencari sesuatu yang hilang dari dirinya. ketika ia melihat Keara dari kejauhan Hyuk merasa biasa saja. getar yang dulu telah hilang. bahkan sekarang sewaktu Keara memeluknya debar jantung itu juga telah biasa tidak seperti dulu lagi. Hyuk terdiam dalam benaknya ia ingin melepas pelukan Keara dan mengatakan kalau ia adalah suami orang. tapi ia tidak setega itu. Hyuk mengantar Keara ke apartemennya. Keara mengajak Hyuk duduk dan berbincang.


"Kau semakin tampan, apa ia merawat mu dengan baik?". Tanya Keara sembari memandangi wajah yang ia rindukan.

__ADS_1


"Iya dia merawat ku dan melaksanakan tugasnya".


"Tugasnya?, apa termasuk tugas untuk .....". Keara tidak berani melanjutkan perkataannya. ia takut Hyuk marah dan terlebih hatinya akan hancur jika mendengar jawaban Hyuk.


"Keara ada seseorang yang mencintaimu lebih daripada aku". Hyuk memulai pembicaraannya.


"Apa maksudmu?, aku hanya mau dirimu".


"Maaf aku tidak bisa bersamamu. aku ....mencintainya". Hyuk berdiri dari duduk nya dan melangkah pergi. Keara terduduk lemas di sofa. kesekian kalinya ia menelan pil pahit. kali ini benar-benar pahit dan membuatnya keracunan hampir mati. ia memangis sampai tak keluar lagi airmatanya. hanya isak tangisnya yang terdengar. pintu apartemennya terbuka. ia bergegas lari menuju pintu ia pikir Hyuk akan kembali dan meralat ucapannya. disana berdiri Petra menatapnya dengan iba.

__ADS_1


__ADS_2